
Perjalanan yang sangat melelahkan, secapek itu Zahra dan Ayu belum pernah merasakannya, saat mereka pun sampai Evelyn dan Velix yang sedari tadi menunggu kedatangan mereka secepatnya sambut dan membawa mereka kekeniaman mereka.
"Oh astaga Zahra anaknya lucu banget my God!" ucap Evelyn menatap takjub wajah cantik menggemeskan milik Ayu.
"Heheh Thank you for the compliment Mih, dan Zahra sangat bahagia bisa berjumpa dengan kalian disini" ucap Zahra naik kuping anaknya dipuji.
"Hello Baby come here with Oma please, kau sangat lucu sekali?" ucap Evelyn lagi melambaikan tangannya memanggil Ayu.
Ayu malah menggelengkan kepalanya menyembunyikan wajah nya dibalik dada bidang Hengky.
"Maaf Mih Ayu emang begitu, ia terlihat gugup dengan orang yang baru ia temukan" ucap Zahra agar Evelyn tidak tersinggung dengan sikap Ayu.
"Oh no problem sayang, ia juga perlu beradaptasi" balas Evelyn mengerti dengan sikap Ayu.
Evelyn dan Velix menyambut mereka dengan baik, ia menyediakan makanan dan minuman yang sangat istimewah.
"Kita makan dulu gih, kasihan kalian diperjalan jauh pasti kelaparan!" ucap Evelyn menyajikan makanan di atas meja.
"Biar Zahra bantu yah Mih?" Zahra menawarkan dirinya walaupun dalam keadaan capek.
__ADS_1
"Ehh tidak usah, sana duduk bareng sama Hengky dan Papi saja!" tolak Evelyn karena ia tau Zahra hanya tidak enak saja padahal dia itu capek.
Mau tidak mau Zahra nurut kembali diruang tempat Velix dan Hengky berada.
"Hallo baby, ayo kita kenalan, siapa namanya?" ucap Velix sedang membujuk Ayu.
"Ayu, ayo kenalan ini adalah Opa mu !" ucap Hengky yang masih menggendong Ayu.
Ayu anaknya akan luluh jika dia dibaik baiki saja, justru kalau orangnya sat set seperti Evelyn ia malah takut.
Velix yang membujuknya pelan pelan Ayu mengerti dan mau di gendong sama Papi Velix.
Evelyn yang melihatnya merasa iri karena Ayu tidak mau dengannya malah sama suaminya.
"Ihh Pih, kok dia mau sama Papi?" ucap Evelyn meletakan piring keatas meja seraya memperhatikan suaminya yang menggendong Ayu.
"Mami sih main nyosor saja, lagian dia baru melihat kita tentu dibujuk pelan pelan dulu lah Mih!" ucap Velix merasa bangga dengan Ayu yang mau dengannya.
"Hem baik lah, kalau begitu ayo kita makan dulu," ajak Evelyn mendudukan tubuhnya.
__ADS_1
"Sayang ayo makan yang banyak biar kau tidak sakit," Hengky mengambil makanan untuk Zahra meletakannya diatas piring.
"Hem, iyah tentu aku mau makan," balas Zahra memandang Hengky dengan tersenyum.
"Pih sudah itu dulu dah, ajak Ayu makan juga!" bentak Evelyn kepada suaminya.
"Iyah iyah Mih, yok cantik makan yah biar Opa yang suapin!" Velix mendudukan Ayu dan mengambil makan untuk diberikan kepada Ayu.
Zahra memperhatikan semuanya begitu baik sama anaknya, sungguh ini yang ia inginkan keluarga yang harmonis dan penyayang.
Mungkin Tuhan telah menjawab doa doa nya selama ini, sekarang ia mendapatkan hasil yang memuaskan.
Mereka pun melanjutkan makan malamnya sambil berbincang, Hengky meminta kepada Papi Maminya supaya banyak undangan di pernikahan mereka nanti.
Ia ingin semua teman teman dan kerabatnya harus datang tanpa terkecuali.
Orang tuanya setuju dan mendukung saja mereka juga tidak menginginkan jika pernikahan itu tidak semewah yang mereka pikirkan selama ini.
Selesai makan pun Zahra membantu Evelyn membersihkan piring piring kotor sebelum mereka beranjak dikamar tempat tidur.
__ADS_1