Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Pernikahan Termanis


__ADS_3

Saat semua undangan telah hadir, MC berdiri diatas panggung mengucapkan selamat datang untuk para undangan dan begitu pun ia mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.


Ia membaca berbagai susunan acara yang akan mereka laksanakan untuk menggelar resepsi pernikahan kedua mempelai.


Setelah itu ia memberi aba aba untuk penganten pria menjemput pengantin wanitanya.


"Untuk menyambut kedua mempelai yang berbahagia hari ini, mohon para undangan diundang untuk berdiri!!!" Teriak MC diatas panggung.


Para undangan pun ikut berdiri dan bertepuk tangan untuk menyambut pengantin yang berjalan keatas panggung.


Sungguh suasana yang sangat meriah, tak lupa kameramen dan Vidiografer mengabadikan moment bahagia itu.


Hengky menggandeng tangan Zahra berjalan dengan sangat pelan, Zahra yang telah berdandan sangat sempurna ia sangat terlihat cantik bak bidadari ditambah dengan gaun pengantinnya yang sangat indah dan anggung sangat cocok di postur tubuhnya.


Gaun nya yang berbentuk tak terbuka membuat Zahra sangat nyaman mengenakannya.


Mereka berjalan melewati kursi kursi para undangan dengan senyuman bahagia terpancar diwajah mereka.


Setelah mereka sampai di atas altar mereka menunduk sedikit kepala untuk memberi hormat kepada tamu tamu mereka, seluruh tamu tak terkecuali mereka bertepuk tangan memberi pujian kepada kedua mempelai itu.


Mereka saling berhadapan dengan pegangan tangan yang erat, Hengky mencium punggung tangan lembut Zahra dan tersenyum.


"Kau sangat sempurna sayang!" ucap Hengky tak bisa menyembunyikan perasaan nya melihat kecantikan Zahra.


Zahra tersenyum bahagia mendengar ucapan Hengky.

__ADS_1


"Sama sepertimu juga terlihat sangat tampan," balas Zahra tak lepas pandangannya dimata Hengky.


Hengky mendekatinya, ia sungguh tak tertahankan gejolaknya melihat bibir seksi Zahra yang sangat menggodanya.


Perlahan ia mengecup bibir manis itu, Zahra yang menerima menutup matanya sembari menyambut kecupan itu.


Para tamu yang menyaksikan serasa sangat deg degan melihat kemesraan yang sangat sempurna itu.


MC yang ikut menyaksikan sedikit berlaru dengan kemesraan itu, saat ia tersadar ia kembali berteriak dibalik mikrofonnya.


"Waktunya lempar bunga!!!!!" ucap MC itu teriak dibalik mikrofon.


Kecupan yang sedang berlangsung terhenti saat mendengar suara MC.


"Ayo sayang kita lempar bunganya!" ucap Hengky ikut memegangi bunga itu.


Zahra mengangguk dan membelakangi para undangan diatas altar, kembali MC berpesan buat para yang masih single bisa mendekat untuk menerima bunganya.


Tak hanya Vicky dan Nila, disana juga masih ada para kaum hawa dan kaum adam yang masih belum menikah, termasuk Tristan dan teman temannya yang lain.


MC menghintung dari satu sampai tiga lalu bersamaan mereka melemparkan bunga kepada para tamu yang telah berada dibawah.


Tanpa di sangka sangka, Tristan yang tidak menghiraukan lemparan bunga itu malah ia yang menerima.


"Oh God, no, no I don't want to get married, sumpah aku tidak ingin menikah lebih cepat!" teriakannya kaget saat bunga itu sampai ketangannya.

__ADS_1


Semua yang menonton itu pun tertawa melihat kehebohan Tristan, Hengky dan Zahra yang melihat juga ikut tertawa lucu, dengan cepat ia kembali melempar bunga itu sehingga terjatuh ketangan Vicky.


Saat menerima bunga itu semua orang pun bertepuk tangan dan menyoraki Vicky.


Dengan rasa percaya diri Vicky berjalan menghampiri Nila berlutut dengan satu kakinya di hadapan Nila dan berkata.


"Do you want to marry me Nila?" ucap Vicky tersenyum memandang keatas wajah Nila.


Nila yang tidak menyangka ia terkaget dan sangat bahagia, ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, tak percaya apa yang ia dengar.


"Terima, terima , terima!!!" sorak sorak para undangan yang menyaksikan itu.


Dengan ragu Nila melihat sekeliling begitu banyak pasang mata kearah mereka.


Dengan pelan ia meraih bunga itu dan mengangguk sebagai jawabannya.


Saat itu pun semuanya kembali bertepuk tangan bersorak mendengar jawaban Nila.


Kini perasaan Vicky sangat senang, ia pun harus merencanakan pernikahan nya dengan Nila setelah ini.


(Kembali kepada kedua mempelai)


Mereka diatas altar yang menyaksikan itu saling memandang dan tersenyum penuh bahagia.


Acara selanjutnya pun MC kembali membacakannya.

__ADS_1


__ADS_2