Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
BAB 37 Beraktivitas kembali


__ADS_3

"mohon maaf tuan aku izin mau balik kerumah kami hari ini" ucap Viky kepada Hengky.


"aku juga tuan, mohon izin!" suara Nila yang terdengar yang mulai mendekat di belakang Viky.


Saat keduanya berbicara langkah Hengky terhenti yang hendak pergi keluar sebentar.


"hm apa kalian tidak ingin tinggal disini lagi?" tanya Hengky menoleh memandang mereka bergantian.


"bukan begitu tuan, ibuku juga memenginginkanku dirumah"ucap Nila kembali memohon.


"baiklah tidak apa jika kau pulang hari ini Nila" menyetujui apa yang Nila katakan.


"wah, terimakasih banyak tuan!" Nila dengan senang dan tertawa buru buru kembali kekamar Zahra untuk mengambil barangnya.


Viky yang melihat Nila di perbolehkan pulang memperhatikannya bingung, kenapa ia masih belum diberi izin?


"kalau aku bagaimana tuan?" tanya Viky terlihat menyedihkan.


"iyah tak apa, pulang lah sekalian antar Nila kerumahnya.!" mengiyakan permitaan Viky juga.


Hengky bergegas pergi dari sana kembali kekamarnya.


Ia mengambil sesuatu yang diberikan kepada Nila dan Viky.


***


"Nil, ini untuk mu sebagai tanda terimakasihku telah menemani Zahra.! ucap Hengky menyodorkan sebuah kotan yang berukuran sedang.


"wah terimakasih tuan!" menerima kotak itu dengan senyum.


"hm, dan ini juga untuk mu Vik, thanks yah sudah mau bantu aku dalam beberapa minggu ini"ucap Hengky.

__ADS_1


"baik tuan, sama sama!" jawab Viky menerima kotak itu.


***


"Zah, aku pamit yah, senang banget berteman denganmu dalam beberapa minggu ini, aku pasti merindukanmu" ucap Nila memeluk Zahra.


"iyah Nil, makasih juga buat waktu mu buat aku kapan kapan kita jalan jalan bareng lagi" jawab Zahra membalas pelukan itu.


Mereka saling bersedih berpisah walaupun bisa bertemu namun hati seorang wanita lebih mendalam jika berpisah kepada teman yang sama sama pengertian.


***


Setelah mereka berpamitan, Viky mengantar Nila sampai kerumahnya karena dia yang menjemput maka ia harus bertanggung jawab untuk mengantar Nila pulang.


***


TOK-TOK-TOK


"iyah tunggu sebentar!" seru ibunya dari dalam.


CEKLEK


"eh sayang, kalian pulang!" membuka pintu dan menyambut anaknya.


"ayo masuk dulu Vik, kita ngobrol di dalam sebentar.!" ucap Nila kepada Viky sambil memasuki rumahnya.


Viky ngikut ia mengangguk dan mengikuti Nila masuk.


"bu ini oleh oleh dari bos kami yang diberikan sama Nila tadi waktu pulang kesini!" ucap Nila menyodorkan kotak itu kepada ibunya yang di berikan Hengky padanya.


"iyah sayang, aduh bos kalian kok baik banget sama kamu nak!" ucap ibunya yang menerima kotak itu dengan gembira.

__ADS_1


"ah sebentar yah Nil, aku juga mau kasi ibu saja yang di berikan tuan Hengky tadi lagian orang di rumah tak ada!" jelas Viky buru buru berlari kecil menuju mobilnya untuk mengambil yang di berikan Hengky padanya.


Untuk mengambil hati ibu Nila Viky tentu harua berbaik hati pada keluarga Nila supaya dia di nilai baik bila Nila memberitahukan tentang hubungan mereka.


"ini bu, untukmu saja!" ucap Viky memberikan kotak itu kepada Nila.


"ah ehm nak Viky kenapa mesti dikasi sama ibu, kenapa tidak dibawa pulang ?" tanya ibu Nila kepada Viky karena memberikan punya dia kepada Ibu Nila juga.


"tidak apa apa bu, lagian dirumah hanya aku!" jelas Viky kepada Ibu Nila.


Ibu Nila mau tidak mau ia menerima, ia memperhatikan sikap dan penampilan Viky "sepertinya dia adalah pria baik" batin ibu Nila


Nila tersenyum dan mengangguk kepada Viky mengisyaratkan ia berterima kasih juga.


"bu, ada yang hendak Nila beritahukan kepada ibu!" ucap Nila menghentikan kalimatnya.


"oh, ada apa nak?" ibunya menoleh melihat Nila mendengarkan apa yang diberitahukan Nila.


"ehm,,, aku dan Viky menjalin hubungan bu maka dari itu aku beritahu ibu agar ibu menyetujui kami pacaran!" ucap Nila ragu ragu sambil menundukan kepalanya.


"ah benarkah nak, yah tentu ibu setuju karena ibu juga pengen kamu ada pendamping dan mau serius padamu!" ucap Ibunya gembira dan tertawa mendengar kabar baik itu dari Nila.


selama Nila dewasa ia tak pernah sedikit pun memikirkan soal pacar, ini kali pertama ia menjalin hubungan dengan seorang pria. Ibu nya sangat senang karena ia juga ingin melihat Nila bahagia.


Keinginan ibunya bila ada yang mau menerima Nila apa adanya dan serius mau menikah ibunya berharap pria itu dengan senang hati berbaik hati kepada keluarga Nila.


"ehm makasih yah bu udah menyetujui kami, aku janji akan menikahi Nila apa bila sudah waktunya. Ucap Viky malu malu.


"baik nak, ibu harap nak Viky mengerti dengan keadaan kami!" ibu Nila berharap Viky bisa memahami keadaan mereka karena Nila tak mempunyai ayah lagi.


Hati Nila dan Viky kini tenang karena hubungan mereka telah di setujui ibunya.

__ADS_1


Nila juga berharap Viky akan menempati janjinya untuk menikah dengannya.


__ADS_2