
"Ada baiknya kita cek kedokter kandungan saja yah sayang agar lebih jelas!" Ucap Hengky masih memeluk hangat tubuh istrinya.
"Mommy pun berpikir begitu Dad, besok kita harus periksa," balas Zahra setuju dengan ide suaminya.
"Ya sudah sebaiknya kita makan malam dulu, Mommy jangan telat telat makan lagi kasihan dedenya didalam!" Hengky melonggarkan pelukannya dan beranjak dari duduknya.
Zahra mengangguk ikut berdiri dan berjalan kearah dapur bersama sama.
...----------------...
(Keesokan Pagi)
Hengky mengambil liburnya hari ini karena ia telah berjanji membawa istrinya untuk diperiksa ke Dokter kandungan.
"Daddy tidak kerja?" tanya Zahra yang sedang menyiapkan sarapan.
"Tidak sayang, Daddy kan sudah janji antar Mommy kedokter kandungan hari ini," jawabnya sambil duduk dan mencicipi makanan buatan istrinya.
"Hm, Mommy pikir Daddy kerja dulu nanti sore kan bisa?" ucapnya lagi, pikirnya hanya periksa kedokter itu pasti akan cepat.
"Aku capek jika nanti harus sore, sudah lah Daddy sudah menyuruh Vicky awasin kantor!" ucap Hengky tidak ingin membahas lagi.
"Lebih baik Mommy sarapan, sehabis ini kita pergi!" Hengky sebenarnya tidak sabar untuk segera anaknya diperiksa, kandungannya sehat atau tidak itu yang terus ia pikirkan.
Zahra mengikuti tanpa banyak protes lagi sehabis sarapan ia mandi dan bersiap akan pergi.
...----------------...
__ADS_1
(Dr.Kandungan)
Mereka langsung saja mengambil nomor antrian dan membuat janji kepada Dokter yang ingin mereka jumpai.
Tidak butuh menunggu lama Dokter itu memanggil mereka dan mempersilakan mereka masuk kedalam ruangan pemeriksaan.
"Dengan Ibu Zahra?"ucap dokter itu bertanya.
"Betul Dok," jawab nya singkat.
"Silakan duduk," Dokter itu mempersilakan mereka duduk dan menanyakan data data Ibu hamil yang akan diperiksa.
"Ya sudah langsung saja, bu Zahra silakan berbaring disana kita akan melakukan USG di kandungan Ibu"
ucap Dokter itu menyiapkan alatnya dengan dibantu oleh susternya disana.
Hengky yang ikut disana ia memperhatikan tanpa bertanya apa pun, "Sumpah baru kali ini aku menemani istri diruang pemeriksaat kehamilan" batin Hengky.
"Bapak suami Ibu Zahra?" tanya dokter itu kepada Hengky.
"Benar Dok saya suaminya!" balasnya mengangguk kepada Dokter itu.
"Kalau begitu Bapak boleh memperhatikan bentuk janinnya dilayar USG nya," Dokter itu melanjutkan.
Ia menjalankan alat itu disekitar perut bawah Zahra dan menjelaskan semua detail demi detail tantang janin didalam kandungannya.
"Umur janin baru 13 Minggu Bu Zahra, jenis kelamin masih belum terbentuk, umur 20 minggu bisa kalian kembali untuk memeriksanya lagi.!" ucap Dokter itu menjelaskan yang terakhir.
__ADS_1
Zahra sangat mengerti karena ini kedua kalinya ia memeriksa kehamilan semua penjelasan Dokter dapat ia artikan.
Dokter itu tak lupa memberinya sejumlah obat termasuk Vitamin untuk Ibu hamil.
Ia juga menyarankan supaya Zahra mengonsumsi susu hamil serta buah buahan dan makanan bergizi.
Hengky sedikit paham ia mengangguk anggukkan saja, lalu mereka berpamitan kepada Dokter itu.
Kini perasaannya tenang atas segala penjelasan Dokter kepada mereka, ia tambah semangat dan tentunya cintanya kepada Zahra samakin besar.
"Sayang Daddy senang banget melihat calon bayi kita walaupun masih belum banyak organnya terbentuk setidaknya terlihat sedikit!" ucapnya gembira memeluk istrinya.
"Iyah Dad, seiring berjalannya waktu nanti janin kita pasti akan berkembang!" jelas Zahra menambah kepada suaminya.
"Kalau begitu sebelum kita pulang ayo kita belanja dulu!" ucapnya naik kedalam mobil.
"Belanja bagimana maksud Daddy?" tanya Zahra merasa bingung kenapa belanja.
"Iyah belanja pakaian, Daddy tidak mau Mommy memakai yang terlalu ngepas dibadan kalau dirumah, lebih baik pakai daster!" Ia langsung melajukan mobilnya ketempat pusat pembelajaan ia ingin membeli gaun dan daster untuk istrinya.
Zahra tidak lagi menjawab selain diam dan menuruti kemauan suaminya, Zahra mengerti dengan perasaan suaminya karena baru kali ini ia merasakan menjadi suami serta calon Ayah untuk anaknya.
"Sehabis itu nanti Daddy beli susu hamil untuk Mommy ingat apa kata Dokter," Zahra tidak lupa mengingatkannya untuk membeli susu untuknya.
"Tentu Daddy mengingatnya sayang, sudah Mommy yang tenang saja." Ucapnya pasti mengingat semua karena tentang kehamilan istrinya yang menguasai otaknya.
Hengky bangga mendengar kabar baik ini ditengah keluarganya ia tidak sabar menunggu hari itu dimana anak yang ia nantikan berjumpa dengannya.
__ADS_1
Tidak ada henti hentinya ia bersyukur atas nikmat yang ia terima kepada Tuhan, jika ia diberi kesempatan lagi meminta bahkan ia meminta anak di dalam kandungan bisa sesempurna mungkin.