Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Terakhir di Hotel


__ADS_3

Bulan madu yang mereka inginkan telah tuntas dengan sempurna, kini hari ini hari terakhir berada di kota Liverpool karena besoknya sudah pulang ke kota London lagi.


"Mom, besok pagi kita pulang yah apa kau sudah siap siap dengan barangnya?" ucap Hengky yang sedang berbaring bersama istri cantiknya.


"Sudah kok Dad, ada baiknya kita tidur lebih awal agar besok kita cepat pulang." balas Zahra yang sudah sedari tadi pagi sampai sore ia diguncangin terus, malam ini Hengky telah berjanji jika tidak ingin meminta lagi kepada Zahra.


"Ya sudah, aku juga sudah capek Mom seharian tidak ada istirahatnya!"ucap Hengky.


"Hm, siapa suruh Daddy mau gitu gitu terus sehari ini?" tanya Zahra mengejeknya.


"Ini semua demi Mommy dan calon kecebongku di dalam sana!" kata Hengky bodoh amat ia menutup matanya dan meletakkan satu tangannya dikening.


Zahra memandangi wajah suami gilanya ini, "Apa yang terjadi pada suamiku ini, ngomong kok aneh aneh saja" batin Zahra mengerutkan keningnya.


Zahra berbicara sendiri didalam pikirannya, suaminya yang sekarang sungguh sangat jauh beda dengan mantan suaminya yang dulu.


Ia sangat beruntung dinikahi pria ini walaupun OMES terus tapi setidaknya ia penyayang dan pengertian.


Itu yang sedang beradu di dalam pikiran Zahra sehingga ia lupa memejamkan matanya.

__ADS_1


"Tidak usah banyak pikiran lebih baik tidur!" ucap Hengky yang memperhatikan mata Zahra yang masih belum ia tutup.


Zahra menoleh kearahnya dan mengerutkan keningnya.


"Ini orang sudah nutup mata tapi kok tau jika aku tidak tidur?" batin Zahra.


"Jangan bertanya terus mending tidur!" lagi lagi Hengky bisa membaca pikiran Zahra, sehingga Zahra semakin heran kepadanya yang mengetahui segala pikirannya.


"Hem ya sudah sih yah ada baiknya aku tidur!" batin Zahra kembali berbicara sambil tangannya menarik selimut.


"Nah itu lebih bagus tidur lah!" dan lagi Hengky menjawab suara hati Zahra.


Zahra tidak lagi banyak pikiran ia segera tidur untuk menyambut hari esok lagi.


Hengky akhirnya tidur terlelap saat Zahra tidak banyak pikiran lagi ia malah ikut tidur bersama Hengky.


Pasangan suami istri ini masih tidak lepas dari kemesraan, mereka saling berpelukan dan tidur yang nyenyak.


Zahra malam ini tidur dengan damai tanpa ada yang mengganggu dirinya dibanding beberapa malam sebelumnya ia selalu digangngu di guncang hingga sampai di pagi hari.

__ADS_1


Ia sengaja memberi kesempatan seharian untuk Hengky bermain dengan dirinya karena malam ini ia ingin tidur tenang, Hengky telah menjanjikan itu maka dari itu ia menempati.


(Keesokan Pagi)


Hengky terbangun dari tidurnya sembari menatap jam di dinding baru menunjukan pukul 6 pagi, ia menghembuskan nafasnya kasar seraya mendudukan tubuhnya diatas tempat tidur mereka.


Ia menoleh kearah istirinya yang masih tidur, pelan pelan ia membelai rambut indah milik istrinya.


"Sayang aku sungguh tidak sabar hingga hari itu kau dinyatakan hamil" ucap Hengky pelan sambil menatap lekat wajah cantik istrinya.


Hengky kembali menghembuskan nafasnya menatap langit langit kamar itu.


"Aku merindukan Ayu beberapa hari ini aku sampai lupa mengabarinya!" ucapnya lagi berbicara sendiri, karena tiba tiba keingat ini itu dipagi pagi begini.


Ia beranjak dari tempat tidur menuju dispenser tempat air disana, ia mengisi penuh gelasnya dan meneguknya.


Lega terasa, tubuh yang terasa kaku kembali Vit seraya merenggangkan otot ototnya.


Ia tidak tega membangunkan Zahra akhirnya ia meraih handuknya dan beralih kekamar mandi untuk membersihkan dirinya..

__ADS_1


__ADS_2