Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Fitting baju untuk Pernikahan


__ADS_3

Keesokan paginya setelah beristirahat yang panjang, mereka masing masing terbangun.


"Ibu, selamat pagi?" ucap Ayu membuka matanya melihat kearah ibunya.


"Hey pagi sayang, bagaimana tidurmu dan apa mimpimu semalam?" balas Zahra tersenyum dan mencium pipi gemes Ayu.


"Hem, enak kali Ayu bobonya Bu" jawab Ayu mendudukan tubuhnya diatas kasur.


Zahra juga mengikutinya duduk bersilang kaki diatas tempat tidur mereka.


"Om tampan dimana Ibu?" tanya Ayu manja melihat sekeliling kamar itu.


"Aduh sayang bangun bangun sudah tanya Om tampan saja, hem!" balas Zahra mencolek hidung Ayu.


"Ayu mau cari Om tampan dulu Ibu," Ayu tidak menghiraukan omongan Zahra, ia berdiri dan hendak turun keluar mencari Om tampannya.


"Oke oke, Ayo kita cari Om tampan mu bersama sama!" Zahra mencegahnya dan menggendonya untuk pergi diluar bersama sama.


Mereka menuju ruang keluarga yang disana telah berada Velix serta istrinya dan anaknya Hengky.


Mereka serentak menoleh kearah Zahra yang tengah berjalan menggendong Ayu kearah mereka.


"Ehh Ayu tembem punya om tampan sudah bangun, hem?" seru Hengky tersenyum melihat Ayu.


Ayu tersenyum dan menurunkan tubuhnya dalam gendongan Zahra berlari kearah Hengky.

__ADS_1


Velix dan Evelyn yang melihatnya ikut tersenyum senang, dengan lembut Evelyn mengelus punggung Ayu yang ada dalam pangkuan Hengky.


"Maaf yah kami lama bangun," ucap Zahra duduk disamping Evelyn.


"Tidak apa sayang kami semua juga baru bangun kok!" balas Evelyn penuh perhatian kepada Zahra.


Hengky yang tengah memangkul Ayu tak henti untuk menciumminya gemes sekali.


"Ihh Ky biarkan Mami merayu Ayu lah dulu, kau sih terus nempel!" bentak Evelyn melihat Hengky.


"Ya sudah lah Mih, Ayu ayo kenalan sama Oma!" ucap Hengky kepada Ayu.


"Iyah sayang, ayo mau yah sama Oma?" balas Evelyn pelan pelan dan mengulurkan tangannya.


"Ohh baby, Oma senang kau mau juga!" ucap Evelyn gembira segera memeluk Ayu dan menciumnya.


Velix yang melihat itu ikut senang sekarang Ayu telah menerima mereka, ia menoleh kearah Zahra yang ikut tersenyum kearah Evelyn dan Ayu.


"Zahra, Papi dan Mami sudah membicarakannya kepada Hengky, jika hari ini kita pergi kesebuah butik untuk mencari baju pernikahan kalian," ucap Velix kepada Zahra menjelaskan.


"Iyah sayang, sebaiknya kau sarapan dulu dan setelah itu siap siap" sahut Hengky berbicara kepada Zahra.


"Ohh begitu, terus kenapa kita tidak sarapan bersama saja ?" tanya Zahra.


"Kami sudah duluan sayang sudah sana sarapan gih, biar Mami yang suapi dan mandiin Ayu" balas Evelyn memberitahukan jika mereka bertiga telah sarapan duluan.

__ADS_1


"Ahh ya sudah deh kalau begitu aku mau kedapur dulu!" ucap Zahra beranjak dari sofa.


"Aku temani yah sayang!" ucap Hengky ikut berdiri dan berjalan mengikuti Zahra kedapur.


Zahra menoleh kebelakang mengangguk dan tersenyum.


Evelyn dan Velix tidak lagi menghiraukan mereka, malahan mereka bermain bersama dengan Ayu .


Zahra tanpa ragu membuka lemari didapur dan mengambil sarapannya dan mendudukan dirinya.


Hengky yang ikut dengannya meraih topleks tempat susu berniat membuatkannya untuk Zahra.


"Aku buatkan kau susu yah sayang tunggu sebentar!" ucapnya meraih gelas dan meneduhnya susu untuk Zahra.


"Makasih yah Tuan!" balas Zahra menoleh kearahnya.


"Apa kau sudah siap pergi bersama untuk mencari pakain pernikahan kita?" tanya Hengky meletakan segelas susu diatas meja untuk Zahra, tak lupa juga ia mencium pucuk kepala Zahra lembut.


"Tentu sudah Tuan, ngapain lagi aku menunda nundanya!" jawab Zahra seraya mengunyah makanannya.


"Baiklah, kalau begitu aku tinggal dulu untuk bersiap siap!" ucap Hengky kembali berdiri dari duduknya.


Zahra mengangguk dan meraih gelas susunya.


Zahra mempercepat untuk memakan sarapannya, karena ia tidak ingin jika yang lain lama menunggunya, fitting baju pengantin tidak lah cepat maka dari itu ia segera bersiap siap.

__ADS_1


__ADS_2