
Hengky berlalu dari kamar mandi kembali menghampiri tempat tidur dimana Zahra masih terlelap disana.
Dengan handuk yang melilit disekitar pinggangnya dengan rambut yang masih basah, ia menaiki tubuh indah istrinya mencium pipi dan menyatukan kedua hidung mancung milik mereka.
Butiran air dari rambutnya satu satu menetes terjatuh pas dikening Zahra, beberapa kali butiran air itu jatuh baru Zahra sadari.
Ia menggeliat sembari mengusap keningnya tanpa membuka matanya.
"Oh yaampun atapnya bocor yah!" ucapnya dengan suara pelan dan berat.
Hengky tertawa kecil mendengar Zahra seperti itu, ia malah mengulangnya lagi, butiran air dari rambutnya ia jatuhkan diatas kelopak mata Zahra yang sedang tetutup itu.
Istirinya yang masih tidak bangun kembali merasakan butiran itu jatuh lagi, dengan cepat ia mengusap dan mengganti posisi tidurnya menyamping.
Karena masih tidak bangun Hengky akhirnya menjatuhkan tubuhnya dibelakang tempat tidur Zahra, ia memeluk erat istrinya itu rambutnya yang basah ia gosok dibahu Zahra.
Zahra menggeliat merasa geli dan dingin dengan berat ia memaksakan membuka matanya.
Ia berbalik untuk menghadap suaminya.
"Ihh Daddy enak kali menggangu ku terus!" ucapnya kesal.
"Ayo bangun bersihkan lah dirimu bentar lagi kita pulang," balas Hengky berbicara lembut.
__ADS_1
Zahra dengan cepat membuka matanya melotot kearah suaminya.
"Astaga, sorry sayang aku telat bangun," ucap Zahra segera duduk dan melihat jam di dindingnya.
Buru buru ia turun tanpa menunggu suaminya berbicara lagi ia segera berlari kekamar mandi dan membersihkan dirinya.
Hengky tersenyum sembari menggelengkan kepala.
"Kau makin lama makin lucu saja sayang," ucap Hengky meraih ponselnya memberi pesan agar pelayan mengantar sarapan untuk mereka.
...----------------...
(Menikmati sarapan terakhir di Hotel)
"Daddy sudah pesan tiketnya?" tanya Zahra sembari mengunyah makanannya.
"Sudah Mom tenang ssja semua Daddy bereskan," jawabnya mengangkat jempolnya.
Zahra mengangguk angguk mengerti, tak lama pun mereka menyelesaikan makanannya dan segera enyah dari Hotel itu.
"Pastikan tidak ada yang lupa Mom," Hengky mengingat agar tidak ada lupa, karena ini Kota jarak jauh dari Kota London jadi tidak secepat kereta api jika ada yang lupa.
"Sudah tidak ada Dad, sudah gih ayo!" jawab Zahra mengalunkan tangannya dilengan suaminya.
__ADS_1
Mereka berjalan melewati beberapa lantai di Hotel mewah itu hingga sampai ke lantai dasar, pelayan Hotel yang masih setia dengan mereka mengikuti dari belakang untuk menyeret koper mereka dan barang barang mereka yang lain.
Sesampainya dilantai dasar Hengky berpamitan kepada para pelayan yang telah siap melayani mereka sejak berada di Hotel, tak lupa ia memberi sejumlah uang tip untuk mereka.
Tak menunggu lama, Taxi menjemput mereka sesuai yang dipesankan Hengky mereka kembali diantar pada alamat yang dituju.
Pererbangan kembali menunggu waktu hingga sampai di Kota London dengan selamat.
...----------------...
(Kembali di Kota London)
"Sayang apa oleh oleh untuk mereka sudah cukup sebanyak ini?" tanya Hengky yang sempat membelikan oleh oleh untuk mereka yang berada di London.
"Sudah cukup kok sayang lagian Mommy kemarin lagi sudah membeli barang untuk mereka," jawab Zahra, Hengky mengangguk dan cepat melaju sampai dikediaman orang tuanya.
Mereka menghabiskan waktu Berbulan Madu selama 5 hari di Kota Liverpool, wajah sepasang pengantin baru ini bahagia namun terlihat pucat mungkin saja karena kegiatan perang kasur mereka selama di Hotel, Zahra juga terlihat tubuhnya mengurus sedikit mungkin kurang istirahat atau akibat guncangan hebat Hengky yang terus menerus ditubuhnya.
Diperjalanan menuju rumahnya mereka saling memandang yang tak lekang oleh senyum bahagia terpancar diwajah keduanya.
Sesampainya mereka pun dirumah kembali dengan sambutan hangat kedua orang tua suami Zahra juga dengan Ayu yang gembira riang melihat kedua orang tuanya pulang.
Sangat terlihat keluarga ini memang mempunyai watak yang sangat bahagia, walaupun berada disela sela musibah mereka menyempatkan diri untuk berbahagia kepada keluarga.
__ADS_1
Ini semua pembawaan dari orang tua, jika mereka ramah dan baik tentunya anak anak akan mengikutinya.