KETIKA RINDU BERBALUT DOA

KETIKA RINDU BERBALUT DOA
Episode 35 - Xena dan Nathan


__ADS_3

"farhan jadi jarang banget istirahat bareng sih, sesibuk itukah dirumah sakit yang baru ?" Tanya seorang perempuan sambil menyedot segelas minuman.


"yah mungkin lagi banyak kerjaan, kan adaptasi juga sama tempat baru." Sahut sahabat lelakinya.


Kedua sahabat Farhan, Jonathan dan Xena sedang menikmati waktu istirahatnya di salah satu cafe dekat rumah sakit tempat mereka bekerja. Sebelum Farhan dipindah tugaskan, mereka memang sering terlihat bersama. Mereka pasti berkumpul jika ada waktu luang selesai pekerjaannya. Tapi semenjak dipindahkan, Farhan lebih asik menghabiskan waktunya di ruang kerja. Sekedar bersantai menikmati secangkir kopi susu sambil membaca artikel tentang kedokteran atau membaca buku-buku agama untuk menambah ilmu pengetahuannya. Semua dilakukannya untuk lebih menghargai dan memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin.


Xena, gadis cantik berkulit putih dengan rambut hitam tergerai menjadi satu-satunya sahabat wanita diantara Farhan dan Nathan. Meskipun Farhan terkenal cuek terhadap perempuan tapi ia bisa sedikit menerima kehadiran Xena. Sedangkan Nathan sahabat yang telah lama mendampingi Farhan sejak di bangku SMA. Nathan tak kalah tampan dengan Farhan, sama-sama menyukai style ala opa-opa korea, menambah nilai ketampanan oleh keduanya.


"nanti kita kunjungin farhan yuk setelah jam kerja ?" Usul Nathan saat berjalan dilorong rumah sakit untuk kembali bekerja.


"yuk..." Sahut Xena bersemangat.


"gue kangen banget udah lama ngga ketemu dia." Ucap Xena dengan wajah yang bahagia.


Nathan hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya.


Farhan yang mendapat jam kerja malam, kini sedang berbincang santai dengan sang mama di saung dekat kolam renang. Farhan mencoba menceritakan tentang pasien-pasien yang ditanganinya dirumah sakit yang baru tempat ia ditugaskan. Tak lupa pula Ia ceritakan tentang gadis cantik berhijab yang menarik hatinya, yang membuatnya dipenuhi rasa penasaran tentang sigadis yang masih dalam keadaan koma.


"gimana kalau aku menyukai dia, ma ?" Tanya Farhan.


"memangnya kamu yakin dia gadis yang baik ?" Mama balik bertanya.


"yaa dari orang tuanya yang begitu menjaga, farhan si yakin dia gadis baik-baik, ma." Jawab Farhan.


"mama sih urusan jodoh, ngga mau terlalu ikut campur untuk memilihkan. Asalkan dia gadis yang baik dan bisa juga menyayangi mama dan papa, it's oke." Jelas Mama Fara.


"tapi apa kamu ngga ingin mencoba menjalin hubungan dengan xena ?" Tanya Mama Fara.


"ma, sudah berapa kali farhan bilang, xena itu hanya teman, ma. Janganlah dijodoh-jodohkan. Kalau memang jodoh hati farhan akan tergerak sendiri, ma." Jelas Farhan.


"yasudah, kalau itu keputusan kamu. Boleh kapan-kapan mama liat pasien kamu yang namanya asma itu ?" Pinta Mama Fara.


"insya allah, ya ma. Farhan ngga janji." Ucapnya.


"Farhan akan coba bicarakan lagi dengan pihak keluarganya atau mungkin tunggu sampai gadis itu sadar dan melihat farhan." Jelas Farhan.


"okey, semoga semua lancar ya, sayang. Mama doakan yang terbaik untuk kamu." Ucap Mama sambil mengelus bahu Farhan.


"makasih ya, ma selalu support aku." Ucap Farhan.


"iya, sayang." Balas Mama Fara dengan senyuman.


Dikediaman Ainun, sejak siang tadi Mama Wida dan Ainun sibuk memasak di dapur. Banyak makanan yang akan dihidangkan nanti untuk makan malam bersama Asyam.


"Pudingnya sudah jadi ?" Tanya Mama Wida.

__ADS_1


"belum dong, maaa.. Masi didinginin di kulkas." Jawab Ainun sambil membuat vla untuk puding coklatnya.


"mama belum pernah ngeliat kamu seseneng ini nyambut laki-laki. Kamu beneran tertarik ya sama asyam ?" Ledek Mama Wida sambil mencuci sayuran.


"mama apa sih. Aku tuh sama bang asyam hanya temenan, maa. Ngga ada hubungan lebih." Jelas Ainun


"ya sekarang belum, nanti siapa yang tahu." Ucap Mama Wida.


"yaa berarti nanti kan, maa." Balas Ainun.


"kamu ngga undang asma sekalian kesini ?" Tanya Mama Wida.


"oh, iya. Kenapa kemarin ngga sekalian ya. Ya ampun aku lupa, ma." Jelasnya.


"aku coba telpon dulu, ya." Ucap Ainun yang langsung berlari menuju kamar.


Tak lama Ainun kembali sambil mengetik pesan pada layar ponselnya.


"nomornya ngga aktif, ma. Kenapa ya ?" Ucap Ainun.


"mmh.. aku coba telpon bang asyam deh." Lanjutnya.


Ainun menghubungi Asyam dengan mengaktifkan pengeras suara di handphone dan menaruhnya disamping mangkuk vla yang akan diaduknya lagi.


-via telepon-


Ainun : wa'alaikumussalam. Bukan bang asyam. Jadi aku berencana mau mengundang asma, tapi nomornya ngga aktif saat aku hubungi.


Asyam : oh, itu...


Ainun : kalau ngga ngga merepotkan, tolong abang sampaikan ya ke asma.


Asyam : ah, ya. Insya allah nanti akan saya jelaskan.


Ainun : makasih ya bang asyam.


Asyam : ya, sama-sama. Kalau begitu, saya kembali bekerja.


Ainun baru menyadari, memang akhir-akhir ini Asma tidak ada kabar. Namun tetap Ia sisihkan prasangka baik, jika Asma dalam keadaan baik dan tidak terjadi hal buruk terhadapnya. Ainun mengaduk kembali vla yang sedang dibuatnya.


"ma, ainun ke kamar ya." Ucap Ainun sambil mengangkat mangkuk untuk dimasukkan kedalam kulkas.


"ya. Istirahat dan siap-siap untuk makan malam nanti." Ucap Mama Wida.


Nathan dan Xena telah siap didalam mobil untuk mengunjungi Farhan.

__ADS_1


"kita bawa makanan ngga buat farhan ?" Tanya Xena.


"ngapain si pake bawa-bawa makanan Kita kan bisa makan diluar atau dikantin." Jawab Nathan.


Xena hanya bersandar dengan wajah murungnya dan Nathan mulai mengendarai mobilnya.


"jadi, bapa setuju dan menerima saya ?" Tanya Farhan.


"saya sudah mempertimbangkan. Saya mau kamu menikahi putri saya besok pagi, diruangan ini. Saya akan siapkan penghulu dan membawa saksi, bawalah juga kedua orang tuamu." Jelas Ustadz Hasan.


"kalau begitu, saya harus segera pulang dan mengabari kedua orang tua saya. Karena ini waktu yang singkat." Ucap Farhan.


"baiklah." Sahut Ustadz Hasan.


"saya pamit, pak, bu." Ucap Farhan dan langsung pergi meninggalkan.


Farhan langsung menemui kepala rumah sakit untuk meminta izin. Dikendarainya langsung mobil berwarna putih itu dengan bahagia. Tak sabar ia ingin memberitahukan kabar bahagia ini kepada kedua orang tuanya.


"mba, saya mau ketemu sama dokter farhan. Dimana ya ruangannya ?" Tanya Xena kepada petugas diloket pendaftaran.


"dokter farhan..."


"dokter farhan baru saja keluar, cuti sampai tiga hari katanya." Bisik petugas disampingnya.


"maaf, ibu dokter farhannya sedang cuti sampai tiga hari kedepan, baru saja beliau pulang." Jelasnya.


"oh.. oke, terima kasih." Ucap Xena.


"izin... cuti... kemana ya dia ?" Tanya Xena kepada Nathan sambil berjalan keluar.


"gue mau coba kerumahnya deh. Lo mau ikut ?" Tanya Xena.


"kita nonton ajah yuk. Kan bisa ditanya lewat handphone. Kalau dia cuti berarti ada urusan, ngga baik kalo kita kerumahnya. Ya kalo dia ada dirumah, kalo ngga ? rumahnya dia kan jauh." Jelas Nathan.


"bawel... yaudah kita ke mall yang deket-deket sini ajah." Ucap Xena.


"nah gitu dong. Itu baru xena, asik." Ledek Nathan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....---


__ADS_2