KETIKA RINDU BERBALUT DOA

KETIKA RINDU BERBALUT DOA
Episode 56 - Anak Yang Sholeh


__ADS_3

Pagi tiba menjadi awal yang baik untuk Asma juga menjadi kabar gembira untuk Papa Hanif. Asma telah menyampaikan keputusan dari teman-teman mengajarnya. Dan hari ini menjadi hari yang ditunggu-tunggu untuk melihat lokasi baru untuk tempat mengajar.


Sambil menyiapkan kemeja Farhan, Asma mengajaknya berbincang.


“hari ini, saya dengan papa akan berkunjung melihat lokasi baru untuk tempat mengajar.” Ucapnya.


“apa kamu ada waktu untuk ikut ?” Tanya Asma.


“jam berapa ?” Tanyanya.


“mhh.. mungkin jam sepuluhan.” Jawabnya.


“nanti saya usahakan ya, lihat kondisi di rumah sakit dulu.” Balas Farhan sambil menerima Asma yang membantunya mengenakan kemeja berwarna biru muda.


“hari ini kita couple-an ya..” Ledek Farhan.


Asma langsung memandangi dirinya di cermin dan melihat gamis dan kerudung yang dikenakannya senada dengan kemeja yang dikenakan Farhan.


“kamu ngikutin aku ya.” Ucap Farhan.


“kan saya duluan yang pakai warna ini.” Balas Asma.


“yasudah, tapi kan kamu yang mengambil kemeja untuk saya.” Lanjut Farhan.


“saya ngga sengaja. Sini lepas, saya ganti warnanya.” Ucap Asma.


“ngga ah, pakai yang ini saja.” Ucap Farhan sambil merapihkan.


Tiba-tiba Mama Fara membuka pintu menyapa kedua anaknya yang masih asik berlama dikamar.


“ayo.. sarapannya sudah siap.” Ucap Mama Fara dengan senyuman.


“mah, aku serasi kan sama asma ? cocok kan, ma kita couple-an ?” Ucap Farhan sambil merangkul Asma.


Asma sedikit menolak karena malu dan menundukkan wajahnya. Mama Fara yang melihatnya semakin tersenyum bahagia.


“iya.. iya.. kalian cocok, pasangan paling serasi dirumah ini.” Balas Mama Fara.


“Mama tunggu dimeja makan ya.” Ucap Mama mengakhiri sambil menutup pintu.


Asma dan Farhan bersiap menyusul Mama utnuk berkumpul dimeja makan. Dengan mesra, Asma menggandeng lengan Farhan menuju meja makan. Papa dan Mama menyambutnya dengan senyuman. Dua insan yang dikhawatirkannya kini membuat mereka tenang dengan kemesraan dalam waktu yang singkat.


Farhan yang dengan sabar menunggu, Asma yang dengan ikhlas membuka hati dan berusaha untuk menerima kehadiran lelaki yang tak dikenalnya. Baginya ini yang dinamakan Takdir terbaik dari Allah untuk dirinya. Apa yang menurutnya buruk untuknya saat itu, tetapi baik bagi Allah untuk dirinya.

__ADS_1


Mungkin saja Allah ingin mengembalikan hubungan yang baik untuk dirinya dengan Ihsan. Dan usahanya membukan hati untuk Farhan berbuah manis. Lelaki yang tak dikenalnya bisa sangat begitu menyayanginya dan memperlakukannya dengan baik. Bersabar menunggu dirinya untuk bisa menerima tanpa harus memaksa.


Pagi milik Syahrul seperti biasa diawali dengan membuka warung bubur ayam. Setelah selesai membantu melayani pembeli, Syahrul dan Pak Syahdan duduk berhadapan di meja.


“ngga terlalu ramai ya, pak.” Ungkap Syahrul.


“ngga apa-apa. Alhamdulillah, bapak bersyukur masih ada yang membeli. Setidaknya masakan bapa masih ada yang mencicipi.” Ucapnya dengan senyuman.


“makasih, ya pak.” Ucap Syahrul.


“makasih apa ?” Tanya Syahrul.


“bapak selalu ada untuk syahrul. Disamping menjadi seorang ayah, bapak juga berusaha menjadi seorang ibu untuk syahrul.” Jawabnya.


“maaf ya, pak. Sampai saat ini syahrul masih begini-begini saja, syahrul masih belum bisa membahagiakan bapa.” Ucap Syahrul.


“kamu tau apa yang bapak ingin dan membuat bapak bahagia ?” Tanya Pak Syahdan.


“apa pak ? kalau syahrul bisa melakukan, syahrul akan lakukan. Jika syahrul bisa mewujudkan, akan syahrul penuhi keinginan bapak.” Ucap Syahrul.


“tidak ada hal yang paling bapak inginkan darimu, selain kamu menjadi anak yang shaleh. Karena hanya itu yang akan bapak miliki hingga nanti bapak kembali.” Jawabnya.


“tiga amalan yang tidak akan terputus meski kita sudah mati. Amal Jariyah, bapak selalu ajarkan ke kamu untuk bersedekah meski kita dalam keadaan yang sempit, karena itu juga salah satu cara untuk memperluas dan mendatangkan rejeki.” Jelas Pak Syahdan.


“Ilmu yang bermanfaat. Meskipun bapak tidak mengajar mengaji seperti kamu. Tapi bapak juga berusaha menyampaikan hal-hal baik yang bapak tau kepada orang-orang. Jika mereka mengamalkan apa yang bapak sampaikan, setidaknya itu jadi sedikit tabungan untuk bapak.” Lanjutnya.


Syahrul mulai tertunduk, menyembunyikan matanya yang mulai berkaca-kaca.


“bapak hanya ingin, kelak anak bapak satu-satunya yang bapak miliki tidak akan lupa mendoakan bapak meskipun bapak sudah tidak mendampingi kamu, syahrul. Perilaku baikmu pun mengahrumkan nama bapak dimata orang-orang. Meskipun bapak miskin harta, setidaknya masih ada yang bisa banggakan didunia ini, yaitu memiliki anak yang shaleh yang memperlakukan orang tuanya dengan baik.” Jelas Pak Syahdan yang membuat Syahrul tak dapat menahan air matanya dan menangis sesegukan.


“assalamu’alaikum.” Ucap seorang gadis yang menjadi langganan Pak Syahdan selain Asma.


“wa’alaikumussalam.”


“pak, syahrul kedalam dulu.” Ucap Syahrul yang mengenal suara gadis tersebut.


“pak, seperti biasa. Tiga bungkus, yang satu jangan pakai sambal dan seledri.” Ucapnya dengan senyuman.


“siap, neng.” Sahut Pak Syahdan dengan gembira.


“sendirian, neng ?’ Tanya Pak Syahdan.


“iya, pak. Memang mau sama siapa lagi.” Balasnya dengan tawa kecil.

__ADS_1


“belum menikah ?” Tanya Pak Syahdan sambil menyiapkan bubur yang dipesan.


“belum, pak. Masih muda, haha. Masih menunggu, pak.” Balas Nadia.


“nungguin siapa, neng ?” Ledek Pak Syahdan.


“nungguin jodoh dong, pak. Sampai Allah pertemukan. Hehe..” Balas Nadia.


“hey, nad.” Sapa Syahrul yang kembali keluar.


"hai." Balas Nadia.


“bapak doakan deh, semoga dipertemukan dengan lelaki yang shaleh yang akan memperlakukan neng dengan baik.” Ucap Pak Syahdan.


“aamiin.” Ucap Nadia sambil menatap Syahrul dan kembali tersenyum kepada Pak Syahdan.


Ketika cinta masih harus tersimpan rapat dengan rasa malu. Ketika hanya doa yang menjadi jembatan untuk mengungkapkan segala rasa didalam hati. Dan menunggu takdir bekerja untuk mewujudkan setiap harapan. Meski hati kerap sulit menerima ketetapan yang ada, namun iklhlas berlapang dada tetap diusahakan untuk menerima. Karena ada rasa percaya bahwa Tuhan-lah yang tahu jalan terbaik untuk diri yang harus bergantung kepada-Nya.


“pak, syahrul ada kabar baik untuk bapak.” Ucapnya.


“kabar apa tuh ?” Tanya Pak Syahdan.


“syahrul diterima kerja, pak. Disalah satu perusahaan.” Jawabnya.


“Alhamdulillah.” Ucap Pak Syahdan yang langsung memeluk Syahrul.


“ingat pesan bapak, ya. Tinggalkan jika itu menjauhkanmu dari Allah. Bapak akan ada untuk kamu, nak.” Pesan Pak Syahdan.


Baginya, kebahagiaan tak hanya sekedar memiliki materi yang bisa memenuhi setiap keinginan kita. Karena yang terbaik adalah cukup dalam memenuhi setiap kebutuhan bukan memiliki setiap apa yang diinginkan. Dan dia percaya bahwa kesederhanaan bahkan dapat mempermudah jalannya untuk kembali kepada Allah. Harta akan bermanfaat saat kita menggunakannya dengan tepat dan membawa petaka jika hanyut dalam kemilaunya.


“syahrul pamit ya, pak. Ada janji temu dengan asma dan teman yang lain.” Ucap Syahrul bersalaman dengan Pak Syahdan.


“Assalamu’alaikum.”


“wa’alaikumussalam.”


.


.


.


.

__ADS_1


.


- Bersambung -


__ADS_2