KETIKA RINDU BERBALUT DOA

KETIKA RINDU BERBALUT DOA
Episode 62 - Bertemu Xena


__ADS_3

Pagi menjadi hari yang ditunggu oleh Asma. Bukan hanya untuk menyiapkan sarapan dan melayani sang suami, tapi juga untuk mendapatkan jawaban dan persetujuannya.


Sambil mengolesi roti dengan mentega, Asma tersenyum menyambut kedatangan Papa dan Mama dimeja makan.


"pagi, ma, pa. " Sapa Asma.


"pagi, sayang. " Balas Mama Fara.


"Farhan belum bangun ?" Tanya Papa Hanif sambil membuka piringnya.


"lagi siap-siap, pa. " Jawab Asma.


"papa mau rasa apa ? biar asma siapkan. " Ucap Asma sambil meminta piringnya.


"seperti biasa. " Jawab Papa dengan senyuman.


Ketika hati telah dipersiapkan untuk suatu hal yang mungkin tak sejalan. Meski patah tak dapat dihindarkan dengan perih yang datang berdampingan. Jika saja sabar dapat dikedepankan, mungkin luka takkan hadir bersautan. Perasaan yang terpendam, dalam. Yang tersimpan bersama dengan waktu yang terus berjalan. Tidak semua bisa ditanggung dengan ikhlas dan sabar.


Salwa menguatkan hati untuk keluar dari rumahnya, saat mendengar suara Asyam yang sedang bermain dengan keluarga didepan rumah. Menghapus rasa tak semudah menghadirkannya dulu saat pertama kali berjumpa dengannya. Salwa menguatkan kakinya dan melangkah untuk berangkat kerja.


"mba salwa.. berangkat ? " Tanya Liya untuk menyapa.


"iya, liya. " Jawabnya.


Mata tak dapat ditahan untuk tak mengarah kepada seorang yang dicintanya. Namun sama sekali tatapan itu tak mendapat balasan. Asyam tetap fokus pada gadis kecil kesayangannya. Bermain dan tertawa bersama. Bu Nurlela yang menyadari kemana tatapan Salwa mengarah, langsung menepuk bahu Asyam. Salwa yang tersadar saat pandangan Asyam terangkat, bingung harus melakukan apa Kaki hendak melangkah, meninggalkan. Namun suara itu tertuju kepadanya.


"hati-hati dijalan salwa." Ucap Asyam.


"eh.. i.. iya, bang asyam." Sahutnya.


"saya berangkat dulu, bu'e, liya, bang asyam." Ucapnya.


"ya allah, alhamdulillah bang asyam sudah mau berbicara dengan ku lagi. Ngga apa-apa , yang penting aku bisa berinteraksi lagi dengan dia. Aku akan berusaha menyimpan perasaan aku dan menganggapnya layaknya teman agar semua bisa terasa nyaman. " Bisiknya dalam perjalanannya.


Farhan telah siap dengan setelan kerjanya. Asma mengantar ke garasi untuk menaiki mobil. Farhan tak juga memberikan tanggapan atas permintaan Asma untuk makan bersama dengan teman-temannya.


"saya berangkat ya.. " Ucapnya sambil memberikan tangan kepada Asma.


Asma menerima dan menciumnya dan tak melepasnya, melainkan menggenggam dengan kedua tangannya.


"kenapa lagi sayang ?" Tanya Farhan.

__ADS_1


"ya ?" Ucap Asma dengan nada bertanya.


"nanti lain waktu ya. Kamu fokus dulu sama urusan kamu ya." Ucal Farhan, meninggalkan.


Asma tetap memperlihatkan senyumnya melepas keberangkatan sang suami. Setelah mobil Farhan hilang dari pandangan, Asma berbalik dan menghela nafas.


Mungkin belum saatnya ia berhadapan dengan Xena. Terpaut usia, Xena yang lebih tua darinya, takkan mudah dihadapai dengan anak kecil sepertinya. Asma memilih untuk menerima dan kembali ke kesibukannya yang telah menanti.


Ponsel yang sejak tadi bergetar karena banyaknya pesan masuk dari grup. Laporan kegiatan liburan santri dan juga persiapan pembukaan gedung baru untuk para santri. Asma memilih mengerjakan disaung dekat kolam renang. Sibawanya laptop dan beberapa berkas yang dibutuhkan. Baru saja ia meletakkan, Mama Fara menghampirinya.


"lagi sibuk ya ?" Tanya Mama Fara.


"emmh.. iya, sih. hehe.. " Jawabnya.


"ada apa, ma ? mama butuh bantuan asma ?" Tanya Asma.


"mhh.. ngga sih, cuma pengen ajak kamu jalan-jalan ajah ke mall. Sekalian belanja kebutuhan dapur. " Jelas Mama Fara.


"mhh.." Sejenak Asma berfikiri.


"ngga lama-lama kan ma ?" Tanya Asma.


"bisa si asma temenin mama belanja. pulangnya Asma kerjain dimasjid ajah sama teman-teman yang lain, sekalian ngajar. " Jelas Asma.


"ngga apa-apa, ma. Asma pindahin ini ke mobil dulu ya. Terus ambil tas dikamar. " Jelas Asma sambil mengambil kembali laptopnya.


"ma, pakai mobil asma ajah ya. Nanti pulangnya baru minta supir untuk jemput. Biar nanti asma ke tempat ngajar sendiri. " Jelas Asma.


"iya sayang. Terserah kamu ajah. Mama siap-siap dulu ya. " Ucap Mama Fara.


Ikhlas dalam melepas, pasti terasa sulit. Terlebih saat hati telah terbuka untuk dapat memiliki. Asma yang tak pernah tau hadiah terindah yang dikirim Tuhan untukknya, melepas dengan ikhlas dan percaya pada ketetapan yang Tuhan takdirkan.


Perpisahan bukan akhir dari kebahagiaan. Perpisahan tak selalu berujung menyakitkan. Ada sesuatu yang indah sebagai hadiah dari keikhlasannya. Meski ditengah kesakitan yang membadai, jangan pernah melupakan cahaya yang telah disiapkan oleh Tuhan. Cahaya adalah penerang dalam lembah kegelapan, ketika menemukannya akan ada keindahan dibaliknya.


Farhan adalah cahaya yang Asma dapatkan dalam gelapnya. Keluarganya ada hadiah terindah dibalik cahaya yang ditemukannya. Farhan adalah cinta yang didapatnya. Seseorang yang dengan rela mencintai dirinya tanpa ragu, saat dalam keadaan kaku. Melihat Asma yang hanya raga dengan nyawa namun tak bisa apa-apa, dengan yakin Farhan mencintainya.


Bagaimana bisa Asma tidak memperdulikannya. Laki-laki yang datang dengan gagah dan rela menjadi sandarannya. Laki-laki yang tak sekalipun memaksa agar Asma mencintainya. Laki-laki yang rela menunggu supaya Asma bisa dengan tulus menerimanya. Laki-laki rela berperan sebagai seorang suami, bagaimana pun saat itu Asma memandangnya.


"Ma.. " Ucap Asma sambil mengendarai mobil.


"ya, sayang ?" Sahut Mama.

__ADS_1


"terima kasih ya, ma. Sudah jadi mama yang baik untuk asma. Orang asing yang tiba-tiba masuk dalam keluarga mama dan mencuri cintanya anak mama." Ucap Asma.


"iya, sayang. Mama senang, mama bersyukur memiliki menantu seperti kamu." Ucap Mama.


"asma ngga pernah tau akan menerima hadiah seindah ini. Mas farhan yang ngga asma kenal bisa mencintai asma yang terbaring lemah. Mama, Papa yang menerima kehadiran asma tanpa tau siapa asma." Jelas Asma sambil meneteskan air mata.


"hey, sayang.. kamu lagi kenapa sih ?" Tanya Mama.


"asma ngga apa-apa, ma. Tiba-tiba ajah kepikiran begitu sambil nikmatin perjalanan." Jawabnya sambil menghapus air mata.


"fokus menyetir, sayang. Nanti kita lanjut ngobrol lagi. " Ucap Mama sambil mengelus punggung Asma.


Sesampainya di mall, Mama dan Asma langsung menuju Super Market untuk membeli kebutuhan rumah. Jalan-jalan yang cukup menyenangkan sebelum akhirnya berpapasan dengan wanita yang selalu mengganggu hubungannya dengan Farhan.


"Tante Fara.. " sapanya sambil memegang bahu Mama Fara.


"xena. Lho kamu lagi libur ?" Tanya Mama Fara yang memegang sayuran.


"ngga, tante. Kebetulan aku lagi mau makan siang sama nathan, ada farhan juga lho tante. Tante mau ikut ?" Jelas Xena sekaligus bertanya.


"mama.. " Ucap Asma yang datang dari balik Xena.


"ayo tante kita sekalian makan bareng ajah." Ucap Xena sambil merangkul lengan Mama Fara.


"nih, sayurannya taro ajah. Biar dia yang bayar, nanti dia nyusul." Ucap Xena sambil menaruh sayuran di troly yang dipegang Asma.


"mama duluan ajah, biar asma lanjut belanja. " Ucap Asma yang tak tahan dengan Xena.


"tuh. Ayo tante, kita ketemu farhan." Ucap Xena membawa Mama Fara dan meninggalkan Asma.


"mas farhan... " Batin Asma yang terkejut mendengar ucapan Xena.


Suaminya juga ada bersama dengannya.


.


.


.


.

__ADS_1


......... Bersambung ... ......


__ADS_2