
Sejak pagi Ihsan bersama dengan Asyam berdiskusi diruang sekretariat. Hubungannya membaik sejak semua kesalah pahaman telah terluruskan. Saat hati saling menerima dan memaafkan kesalahan yang tanpa sengaja diperbuat.
Hati yang berdamai dengan rasa suka pada orang yang sama. Rasanya, persahabatan tak boleh dikalahkan dan hancur karena rasa cinta pada orang sama. Karena rasa tak bisa dipaksa, ia murni akan hadirnya. Dewasa adalah mampu mengatur ego pada posisinya. Bukan mau menang karena rasa didalam hati.
Asyam yang telah berdamai dengan hati. Tak lagi memaksa ingin memiliki. Bisa menjadi teman dan berada dekat dengan Asma adalah nilai yang ia miliki saat ini. Dapat berbicara dan bersikap seperti pada awalnya, tak canggung dan menikmati. Waktu terus berputar, cinta telah ia rasa pada awal perjumpaannya. Gelisah juga telah dirasanya, sakitpun turut ikut didalamnya. Begitulah tentang masa yang telah bekerja pada tempatnya.
Ihsan yang masih berusaha berdamai pada keadaan yang tak diinginkannya. Melawan takdir yang tak sejalan dengannya, berusaha untuk menerima. Namun apa daya, dirinya hanya manusia biasa. Pada urusan hati, sama seperti yang lainnya. Tidak dapat sepenuhnya bertahan dan menahan.
Ditengah keramaian, Asma bersandar pada troly yang berada didepannya sambil memainkan ponselnya. Matanya menayapu sekeliling sambil mencari sosok yang dinantinya. Farhan menahan kekesalannya di meja makan bersama Mama dan kedua temannya.
"aku ingatkan lagi padamu, xena. Jangan melampaui garis batasmu, sebelum kesabaranku habis dan amarahku menaik! " Tegasnya.
"kamu kenapa sih? emang aku ngelakuin apa?" Tanyanya.
"mama .. mama kenapa ngga bilang kalau ninggalin asma disupermarket ?" Ucap Farhan.
"farhan.. ko kamu marah-marahin mama sih. " Ucap Xena.
"farhan .." Ucap Mama Fara.
"farhan jemput asma dulu, ma. " Ucap Farhan meninggalkan.
"liat kan tante, perempuan itu udah merubah farhan sampe farhan berani marahin tante." Ucap Xena.
"ngga xena, ini salah tante. " Ucap Mama Fara.
"ngga, tante. Jelas-jelas ini gara-gara perempuan itu. " Ucap Xena yang mendapat tatapan tajam dari Mama Fara.
"cukup, xena. Cukup kamu selalu menyalahkan semua ke asma." Tegas Mama Fara.
"kalau pun ada yang harus disalahkan, ini adalah kesalahan kamu. Kamu yang membawa tante kesini, kamu yang menyelak pembicaraan saya dengan farhan untuk menjawab dengan siapa saya kesini. " Jelas Mama Fara.
"Mama.. " Sapa Asma yang berjalan bersama Farhan.
"mama kenapa ?" Tanya Asma.
Farhan menempatkan troly agar tidak mengganggu jalan.
"ngga apa-apa sayang. Kamu makan siang dengan farhan ya, mama mau pulang. " Ucap Mama Fara beranjak mengaambil troly.
"biar asma anter sampe parkiran ya. " Ucap Asma.
"ngga usah, sayang. Nanti mama telpon supir. Kamu lanjut ajah sama farhan ya sayang. " Ucap Mama.
__ADS_1
"hati-hati ya, ma.. " Ucap Asma.
"mas, mama ngga apa-apa?" Tanya Asma, khawatir.
"ngga apa-apa. Yuk duduk, pesen makananannya." Ucap Farhan.
"nyokap gw kenapa bro ? " Tanya Farhan.
"tuh abis debat sama dia, abis itu kena omel deh. " Jawab Nathan sambil menikmati makanannya.
"sayang. Aku pesen seafood boleh ?" Tanya Asma dengan manja sambil memegang tangan Farhan.
Farhan yang mendapati sikap Asma, terkejut dan menatapnya. Xena hanya terdiam sambil menggenggam garpu ditangannya dengan kencang. Farhan memesan makanan yang diinginkan oleh sang istri. Xena dengan keadaan hati yang makin memanas, memikirkan cara untuk merebut perhatian Farhan.
"sayang.. " Ucap Asma sambil memegang tangan Farhan.
"farhan.. " Ucap Xena bersamaan dengan Asma sambil memegang tangan kiri Farhan.
Farhan menatapnya tajam.
"xena. lepas sebelum amarahku memuncak. " Tegas Farhan.
"sayang.. " Panggil Asma agar suaminya menatap kearahnya.
Senyuman yang membuat lelaki manapun terpesona akan keteduhan wajahnya dan kelembutan suaranya. Begitulah sosok Asma yang ada dalam tatapan Nathan.
Farhan segera menukar tempat duduk dengan Asma dan memindahkan makanannya. Asma menyapa Xena dengan senyum manisnya.
"kamu masih mau pegang tangan ?" Tanya Asma sambil memberikan tangannya.
"pfftt.. bahahahaahah.. " tawa Nathan yang tak tertahan lagi.
"sorry.. sorry.. " Ucap Nathan yang mendapati Xena menatapnya.
"ngga usah sok. Lo ngga akan sanggup berurusan sama gue. " Bisik Xena mendekat pada Asma.
Asma tetap memasang senyum santainya sambil menyantap makanan. Setelah selesai, Asma membuka percakapannya dengan Xena. Asma ingin meluruskan kesalah pahaman Xena terhadap dirinya dan Farhan.
"sejak kapan kamu menyukai mas farhan ?" Tanya Asma sambil mengelap mulutnya dengan tissu.
Xena terkejut melirik kepada Asma. Begitupun dengan Nathan dan Farhan.
"asma.. " Ucap Farhan.
__ADS_1
"apa urusannya sama lo ?" Tanyanya.
"tentu ada. Saya istrinya mas farhan, saya berhak mengingatkan perempuan yang tanpa malu mengganggu suami orang. Karena perasaan kamu masi berlanjut hingga mas farhan menjadikan saya sebagai istri." Jelasnya.
"lo itu cuma orang baru yang ngga tau apa-apa."
"karena itu saya ingin tau jika itu bersangkutan dengan suami saya."
"jangan lupa ya, orang yang saat ini kamu anggap sebagai sahabat sekaligus orang yang kamu suka. Saat ini dia sudah menjadi suami orang, lebih tepatnya adalah suami saya." Tambah Asma.
"saya tidak melarang kamu ingin dekat dengan mama dan papa, bahkan tetap berhubungan baik dengan mas farhan. Tapi tolong perbaiki niat kamu, bukan sebagai perusak. Karena yang merusak hubungan kamu dengan mas farhan bukan saya, tapi diri kamu sendiri." Jelas Asma.
"faham kamu xena ? kamu bukan anak kecil, bahkan kamu adalah seorang dokter. Kamu jauh lebih berpendidikan daripada saya, bukan ? saya harap ini akan menjadi peringatan untuk kamu. Yang pertama dan terakhir. Jangan lagi kamu ganggu mas farhan lebih dari sebatas rekan kerja." Ucap Asma.
"nathan. saya pamit. maaf dan terima kasih atas makan siang bersamanya. " Ucap Asma.
"ayo, sayang. " Ucap Asma sambil menggandeng Farhan.
Farhan hanya menurutinya dan tak berkata apa-apa. Dia terkejut sekaligus bangga memiliki istri seperti Asma. Farhan mensyukuri pertemuan pertama dengan Asma dan meyakinkan hati untuk menikahi Asma adalah pilihannya yang terbaik. Selama perjalanan menuju parkiran pandangannya tak lepas dari Asma.
"mas.. " Asma mencari kunci mobilnya didalam tas.
Farhan yang tak dapat menahannya lagi langsung memeluk Asma dari belakang. Rasa bahagia memiliki perempuan seperti Asma, diluapkannya dalam pelukan itu.
"makasih, ya sayang. Makasih, karena hadir dalam hidup aku. " Ucap Farhan.
Karena tak banyak yang mau mengahadapi langsung orang-orang yang berusaha mengganggu dan merusak hubungan orang lain. Bagi Asma, dari pada hanya memendam kekesalan dan membuat hati tak tenang, merusak warna indah dengan tetesan hitam kebencian. Marah dan bersikap tak wajar kepada suaminya, lebih baik diungkapkan kepada yang bersangkutan.
"sudah sadar, xen ?" Ledek Nathan.
"diem lo !" Bentak Xena.
"inget ya, nat. Gue ngga akan tinggal diam. Gue akan bikin Farhan kembali sama gue. " Ucap Xena.
"xena, sadar. Lo sama farhan ngga pernah punya hubungan lebih dari temen. Apa yang lo harapin dari kembalinya farhan ? hatinya cuma buat asma. Ngga ada asma pun, dia ngga akan mau sama lo. " Jelas Nathan.
.
.
.
.
__ADS_1
...-Bersambung-...