KETIKA RINDU BERBALUT DOA

KETIKA RINDU BERBALUT DOA
Episode 6 - Ramadhan Tiba


__ADS_3

        Siang hari , dibulan Ramadhan. Bulan yang selalu dirindukan dan dinantikan kehadirannya dari sejak kepergiannya. Bulan penuh berkah yang tak hanya muslim yang merasakannya.


Asma sedang membersihkan ruang Sekretariat Remaja bersama Nadia. Kedua remaja ini berperan aktif dalam perkembangan dan kemajuan kualitas remaja maupun anak-anak disekitar masjid. Berkat usulan kecil dari Asma , yang kini berkembang dan menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat sekitar. Satu tahun lalu Asma merancang untuk mendirikan sebuah Taman Pengajian Al-Qur’an untuk anak-anak Sekolah Dasar hingga Menengah Atas. Dibantu oleh Nadia yang berpengalaman dalam organisasi dan mengerti dunia pendidikan bagi anak, usulan Asma berjalan dengan lancar hingga saat ini. Tentu semua berkat kerja sama dengan teman -teman Remaja lainnya, terutama Ihsan yang sejak kecil selalu mendampingi Asma. Seorang lelaki yang telah banyak faham tentang Agama.


“nad. Nanti kamu mengisi halaqoh ?” Tanya Asma yang sedang membereskan rak buku.


 “ngga, asma. Aku kan hanya bisa sabtu dan minggu kalau waktu siaran ku off.” Jawabnya yang sedang membereskan meja Ihsan.


“mmh .. yang menggantikan siapa ?” tanya Asma.


“insya Allah gabung sama halaqohnya ka silvi. Kamu juga mengisi halaqoh kan?” Tanya Nadia.


“iya. Tapi masih bingung nih mau isi materi apa selain tahsin dan tahfiz.” Ungkap Asma.


“mmh .. bagaimana kalau kamu menjelaskan mengenai hijab ? kamu kan memegang santri-santri kelas atas yang tentunya mereka sudah wajib menutup aurat. Ini kan bulan ramadhan, insya allah adalah bulan yang baik untuk mereka hijrah. Semoga saja mereka menerima apa yang kamu jelaskan sehingga menggetarkan hati mereka untuk semakin kuat berhijab , menutup aurat.” Jelas Nadia.


“subhanallah. Aku ngga sampai kepikiran kesitu, nad. Terima kasih yaa. Insya allah nanti aku siapkan materinya untuk sore ini.” ucap Asma.


“oh iya. Kamu sudah menyiapkan makanan untuk nanti jama’ah masjid berbuka ?” Tanya Asma.


“tadi sudah minta uang sama ka silvi untuk beli teh dan kurma. Sama sudah menyuruh hamid dan sulton, santrinya bang ihsan untuk pesen nasi di warungnya mpo imah.” Jelas Nadia.


“alhamdulillah.” Sahut Asma.


Menjelang sore saat pengajian akan dimulai, kaka – kaka pengajar telah siap mengambil posisi dalam halaqoh masing -masing. Salwa , Silvi dan para pengajar perempuan lainnya. Begitu pula dengan Zidan , Syahrul dan Ihsan. Asyam yang bertugas sebagai penjaga (piket) pada sore ini nampak bingung dengan satu halaqoh putri yang masih belum terisi oleh kaka pembimbing.


“halaqohnya siapa yang belum terisi ?” Tanyanya dalam hati.


Asyam pun menghampiri Ihsan untuk menanyakan perihal halaqoh yang tanpa pembimbing.


“disana halaqohnya siapa , san yang belum terisi ?” Tanya Asyam.


“mmh .. ? oh itu santrinya asma. Tumben dia telat.” Jelas Ihsan.

__ADS_1


“coba tolong dihubungin , syam.” Perintah Ihsan.


“baik.” Sahutnya yang langsung menuju teras masjid.


Baru saja Asyam hendak mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Ia melihat wanita yang anggun dengan jilbab yang panjang terulur. Dengan gamis hitam dan jilbab merah cerah, gadis ini nampak terlihat lebih cantik dari sebelumnya. Sampailah dirinya dihadapan seorang lelaki yang sejak tadi memandangnya.


“assalamu’alaikum ..” ucapnya.


“wa’alaikumussalam ..” Jawab Asyam.


“bang asyam ngga mengajar ?” Tanya gadis berkerudung merah.


“ngga. Sudah penuh halaqohnya.” Jawabnya.


“maaf ya saya terlambat. Kalau begitu saya masuk dulu.” Ucapnya.


Baru saja tiga langkah kaki gadis itu meninggalkan. Asyam kembali memanggilnya.


“Asma …” Asma pun menoleh dan menatap Asyam.


Asma pun tersenyum dan kembali melangkah menuju halaqohnya.


“astaghfirullahal’adziim .. kenapa deg-deg an begini. Kenapa juga aku harus memanggil dia tanpa ada perihal yang penting yang akan kusampaikan.” bisik Asyam dalam hatinya.


Asyam pun melanjutkan langkahnya menuju toilet ikhwan untuk berwudhu. Sedangkan Asma telah memulai materi halaqohnya sore ini, dengan bertemakan “jilbab” sesuai dengan masukan yang diberikan oleh sahabatnya, Nadia.


Hijab dalam bahasa arab yang berarti penghalang. Hijab menurut Al-Qur’an adalah penutup. Sedangkan makna dari hijab adalah sesuatu yang menutupi atau menghalangi dirinya. Sedangkan, Jilbab dalam bahasa arab adalah busana muslim panjang yang menutupi seluruh badan kecuali tangan , kaki dan wajah , yang biasa dikenakan oleh wanita muslim.


Hijab maupun Jilbab adalah materi yang disampaikan oleh Asma pada pengajian sore ini kepada santri akhwat dalam halaqohnya yang berjumlah 10 orang.


“Jilbab adalah identitas seorang wanita muslim yang disyari’atkan oleh Allah SWT agar menjadi benteng kokoh yang mampu melindungi kaum wanita, menjadi pagar pelindung bagi masyarakat dari fitnah. Yang menjadi fungsi pengatur, pembentuk umat masa depan sebagai kekokohan islam dimuka bumi.” Jelas Asma dalam halaqohnya.


“dalam al qur’an surah al-ahzab (33) ayat 59. Dikatakan : Hai Nabi , Katakanlah kepada istri-istrimu , anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih dikenal , karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Tuturnya.

__ADS_1


 Dua minggu berjalan, pertemuan demi pertemuan, demi berlangsungnya dan kesuksesan acara Ramadhan. Terdapat moment special bagi Asyam. Baginya Ramadhan tahun ini penuh dengan berkah dan nikmat Allah. Selain mendapatkan sahabat -sahabat baru yang semakin membantu dirinya dalam meningkatkan keimanan dan kualitas diri. Disela itulah ia juga menemukan seorang tambatan hati. Sebuah butiran asmara yang hinggap dan tumbuh didalam taman hatinya. Kuat iman menahannya untuk mengungkap. Terpadu pada syari’at untuk menahan , memendam dan meyakinkan dalam-dalam untuk pilihan hatinya. Disetiap sholat malam , dirinya berdo’a menyebut sebuah nama. Mengharapkan petunjuk dan keyakinan yang kuat atas pilihan hatinya.


Beberapa kali Ihsan dan Asyam membuka obrolan di grup salah satu aplikasi (whatsapp)  mengingatkan untuk bangun di malam hari dan beribadah didalamnya. Tak jarang pula, Asyam secara pribadi mengingatkan Asma melalui tulisan diponselnya. Beberapa kali terulang, Asma tak menanggapinya.


**************************************************


Abdullah Asyam          : Hai orang yang berselimut (muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (dari padanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan. (QS. Al Muzzammil : 1-4)


Salwa Kanisa Ajiba  : Alhamdulillah sudah bangun bang asyam .. yuk tahajud


Silvi Damayanti    : Subhanallah .. baru bangun nih .. yuk yuk sholat tahajud


**************************************************


Salwa begitu gembira menjadi orang pertama yang membalasnya. Wajahnya ceria , sangat bahagia. Dengan hati yang senang sambil tersenyum yang terlukis di bibirnya, Ia pun mulai beranjak mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat malam.


Begitu pula yang dilaksanakan oleh Asma. Dalam lelah tubuhnya, tetaplah ibadah yang utama baginya. Basuhan air wudhu di sepertiga malam , menyegarkan tubuhnya. Diatas sajadah dia meminta dan berdoa.


“Yaa Allah , Engkaulah yang Maha Kuasa , Engkaulah yang Maha Perencana. Sungguh indah sebuah perencanaan Mu yang tak sedikitpun kami tahu. Lancarkanlah acara-acara kami di bulan suci ramadhan ini. segala kegiatan yang membuahkan manfaat bagi orang-orang disekeliling kami” ucap Asma.


>>>   >>>   >>>


“Yaa Allah , yang Maha Mengetahui , Engkaulah pemilik hati ini. sekiranya dia baik untukku , agamaku dan keluargaku juga bagi orang – orang disekitarku. Maka yakinkanlah hatiku untuk memilihnya sebagai teman sejati dalam hidupku. Mungkinkah ini serpihan cinta darimu ataukah hanya nafsu ku, ya allah. Berilah petunjukmu dan yakinkan aku.” Luapan hati Asyam disepertiga malam.


>>>   >>>   >>>


“Ya Allah , mungkinkah cinta yang hadir dalam hatiku adalah atas kehendakMu .. mengapa aku terus memikirkannya dan begitu bahagia saat dapat bersamanya. Yaa Allah , jika dia memang seseorang yang Kau hadirkan untukku , maka dekatkanlah.” Ucap Salwa.


>>>   >>>   >>>


“kuatkanlah iman kami dalam berpegang teguh pada agamaMu , eratkanlah tali persaudaraan kami , mudahkanlah


kami dalam berdakwah dijalanMu dan berikanlah kesabaran dalam hati kami yang tiada batas. Aamiin aamiin yaa robbal’alaamiin.” Muhammad Ihsan Safaraz.

__ADS_1


Bersambung .....


__ADS_2