
Berhari-hari Asma memikirkan tentang permintaan Ainun kepadanya, tentang Asyam yang diinginkan Ainun untuk mengajarkannya. Diruang kerja Farhan yang juga menjadi ruang belajarnya, Asma menenggelamkan kepalanya dikedua lengannya.
tok.. tok..
Farhan menekan gagang pintu dan membukanya, bersama dengan segelas susu hangat di tangan kanannya.
"sayang.. kamu kenapa ?" Tanya Farhan yang langsung menaruh gelas di samping Asma.
"ngga apa-apa, mas. Aku cuma.. tadi aku lagi mikir." Jawabnya.
"aku ngga mau ya kamu sampe stres karna beban fikiran kamu terlalu banyak. Kamu mengutamakan orang lain dibanding kesehatan diri kamu sendiri, apalagi sekarang kamu lagi hamil." Jelas Farhan.
"iya, mas." Balas Asma sambil tersenyum dan memeluk pinggang Farhan.
"diminum susunya." Perintah Farhan.
"makasih, ya." Ucap Asma sambil meneguk dengan pelan.
"hari ini kamu kerja ?" Tanya Asma.
"mhh.. libur." Jawabnya.
"kenapa ? mau jalan-jalan ?" Tanya Farhan.
"ngga. haha.. " Canda Asma.
"mau temenin aku ?" Tanya Farhan.
"kemana ?" Asma balik bertanya sambil menikmati susu.
Farhan membawa Asma ketaman, tempat biasa Farhan meluangkan waktu untuk berlari santai sambil menikmati sejuknya udara pagi.
"kamu duduk disini ajah, ya. Aku mau lari dulu." Ucap Farhan.
"hati-hati, ya." Ucap Asma.
"sebaiknya, aku cepat sampaikan ini ke bang asyam. Mumpung mas farhan libur, aku akan minta diantar menemui bang asyam." Asma.
Salwa merapihkan jilbabnya untuk keluar rumah. Dihari libur dengan cuaca yang panas, paling enak menikmati minuman dingin yang menyegarkan, ditambah rasa manis yang membuat hati lebih bahagia. Sambil menggulung-gulung uang yang dipegangnya, Salwa melangkah keluar rumah.
Tak disangka, seseorang yang bukan tinggal dilingkungannya ada di halaman sebelah rumahnya.
"asma.. dokter farhan.. " Sapanya.
"loh bener kalian ?" Ucapnya.
"hei.." Balas Asma sambil melambaikan tangan.
"mau pergi ?" Tanya Asma.
"ngga. Cuma mau beli milk tea brown sugar. Minuman yang hits loh." Jelasnya.
"kamu ada perlu ?" Tanya Salwa.
"iya. Tapi dari tadi salam, belum ada yang buka pintu." Jawab Asma.
"coba lagi ajah. Aku tinggal ya." Ucap Salwa.
"eh.. eh.. tunggu dulu. Nanti kamu balik lagi kan ?" Tanya Asma.
__ADS_1
"iya."
"aku mau green tea, ada?" Tanya Asma.
"ada."
"kamu mau apa mas ?" Tanya Asma.
"sama seperti kamu."
"green tea dua, ya. Abis dari sini aku memang mau main kerumah kamu. Jangan kemana-mana ya. " Ucap Asma.
"oke.. "
Salwa melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Asma untuk mencoba kembali mengetuk rumah Asyam. Bukan tak ingin membantunya, hanya saja bukan waktu yang tepat kalau-kalau nanti bertemu dengan Asyam.
"mba asma.. " Teriak Nuha saat membukakan pintu.
"bu'e, mba liya, mas asyam, ada mba asma." Teriaknya sambil berlari kembali kedalam.
Asma dan Farhan tersenyum, saling memandang.
"silahkan masuk, mba asma." Ucap Liya sambil menghampiri.
"silahkan duduk." Ucap Liya.
Asma dan Farhan mengikuti perintah sang pemilik rumah. Bu Nurlela sambil menggandeng Nuha ikut menghampiri dan menyambut kedatangan Asma.
"Assalamu'alaikum, bu." Ucap Asma sambil menyalami dan diikuti oleh Farhan.
"Wa'alaikumussalam." Balas Bu Nurlela.
"duh, maaf ya cah ayu bu'e belum main-main lagi kerumah ustadzah zulfah." Ucap Bu Nurlela.
"Ngga apa-apa, bu. Asma ikut senang tau kalau ibu baik-baik saja, itu sudah cukup." Ucap Asma.
"oh, iya. Mba asma bawa kue buat Nuha." Ucap Asma memberikan box berisikan strawberry cake berdiameter 20cm.
"nuha suka kan kue strawberry ?" Tanya Asma.
"suka." jawabnya, malu.
"nih, mba. Diminum tehnya." Ucap Liya yang datang membawa nampan berisikan dua gelas teh hangat.
"terima kasih, ya liya." Ucap Asma.
"bu'e, maaf. Asma kesini karena ada perlu, apa bang asyamnya ada ?" Tanya Asma.
"oh, ada. Sepertinya sedang berdoa atau baca Qur'an tadi habis dhuha." Jelas Bu Nurlela.
"liya, coba dipanggilkan mas mu." Perintah Bu Nurlela.
Baru saja Liya hendak menghampirinya kedalam, Asyam muncul sambil membenarkan peci hitamnya.
"ada perlu dengan saya, asma ?" Tanya Asyam.
"sepertinya penting sekali sampai datang kesini." Ucap Asyam.
"tidak ada amanah yang tidak penting kan, bang ?" Asma balik bertanya.
__ADS_1
"jadi, ada amanah apa untuk saya ?" Tanya Asyam.
"ada seseorang yang meminta abang untuk mengajar ngaji."
"wah, bagus dong." Balasnya.
"siapa orangnya ?" Tanya Asyam.
"jadi, beberapa hari lalu saya bertemu dengan ainun. Setelah banyak bercerita tentang almarhum papanya, dia meminta saya untuk menyampaikann kepada bang asyam. Dia ingin belajar mengaji lagi dengan abang." Jelasnya.
"bagaimanapun, ini bukan hal yang mudah untuk asma menyampaikan. Tapi terlepas dari itu, ini juga sebuah amanah yang harus asma sampaikan." Ucap Asma.
"bang asyam, tolong abang fikirkan baik-baik, abang pertimbangkan baik dan buruknya. Abang yang akan memutuskan, yang penting asma sudah menyampaikannya." Lanjut Asma.
"saya rasa ini sebuah kabar yang baik, ada seseorang yang ingin belajar al qur'an. Alangkah baiknya menerimanya dan mendukung keinginannya." Ucap Asyam.
"tidak butuh waktu lama untuk saya mempertimbangkan dan memberi jawaban kepadamu." Lanjut Asyam.
"Saya menolaknya, jika itu harus saya." Tegasnya.
"ini bukan pertama kalinya untuk saya mengajar dirumahnya. Akan ada banyak waktu saya berdua-duan dengannya, meskipun ada orang tuanya saat itu tetap saja hanya saya dan dia yang ada di ruang tamu. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi kalau saya menerima keinginannya saat ini, setelah kejadiaan waktu itu." Jelas Asyam.
"alhamdulillah. Asma tenang mendengarnya."
"tolong, asma carikan saja penggantinya." Ucap Asyam.
"ya, asma akan coba bicarakan lagi dengannya. Mungkin saja, saya yang akan mengajarkannya." Ucap Asma.
"saya ngga setuju !" Tegas Farhan.
"mas.."
"asma, aku benar-benar ngga mau kamu banyak berurusan lagi dengan dia." Ucap Farhan.
"iya, mba asma. Liya juga ngeri jadinya." Balas Liya.
"aku akan cari jalan terbaiknya mas, ngga akan ditempat yang sepi dan ngga akan sendiri. Aku akan minta ditemani liya atau salwa, nanti." Jelas Asma.
"bang asyam. Terima kasih, ya. Saya pamit dulu, mau berkunjung kerumah salwa." Ucap Asma.
"bu'e, terima kasih ya jamuannya. Asma pamit dulu." Ucap Asma.
"mba asma kapan-kapan main lagi ya." Pinta Nuha.
"oke, nanti kita ketemu lagi ya." Ucap Asma.
Salwa menunggu Asma di bangku teras rumahnya, sambil duduk menikmati minuman dingin yang dibelinya.
"aku tunggu dirumah kamu ya. Kalian pengen ngobrol kan ? pasti ngga nyaman kalau ada aku." Ucap Farhan.
"maaf ya. Makasih udah ngertiin aku." Ucap Asma.
"aku ambil minuman untuk kamu dulu ya." Ucap Asma.
Setelah mengambil dan memberikan minuman kepada Farhan, Salwa membawa Asma masuk kedalam kamar. Mereka habiskan waktu pertemuan mereka untuk berbincang sembari memantapkan hati.
.
.
__ADS_1
.
...~Bersambung~...