KETIKA RINDU BERBALUT DOA

KETIKA RINDU BERBALUT DOA
Eposode 54 - Sikecil yang Menggemaskan


__ADS_3

"mba liyaaa.." Teriaknya dari dalam rumah sambil menghampiri.


"iya nuha." Balas Liya sambil menjemur pakaian.


"ayo ketemu mba asma. Nuha sudah rapih." Ucap Nuha.


"nuha.. kan mba belum bilang ke mba asma." Ucap Liya.


"ada apa sih, ribut-ribut." Ucap Asyam yang menyusul dari belakang.


"itu, mas. Nuha. Masa sudah rapih mau ketemu mba asma, liya saja belum ngomong apa-apa ke mba asma." Ucap Liya sambil cemberut.


"yasudah coba kamu hubungi asma, biar nanti mas yang ngomong." Pinta Asyam.


"ada apa sih?" Tanya Bu Nurlela sambil membawa secangkir teh dan sepiring singkong goreng.


"wah mantab nih, bu'e. Singkong goreng." Ucap Asyam.


"itu bu, nuha minta ketemu sama mba asma." Jawab Liya.


"nuha, coba liat tuh singkong goreng buatan bu'e. Kita sarapan dulu yuk." Ajak Asyam.


"asma yang waktu itu koma ? dia sudah sadar ?" Tanya Bu Nurlela.


"iya, alhamdulillah sekarang sudah sehat dan kembali mengajar." Jawab Asyam.


Liya masih melanjutkan menjemur baju hingga selesai, sambil tersenyum melihat keluarganya yang bahagia. Berkumpul bersama meski dalam kesederhanaan. Itu lebih dari cukup daripada harta yang melimpah untuknya saat ini. Dapat melihat senyum saudaranya, melihat ibu yang masih sehat dan tertawa. Baginya merekalah harta yang sesungguhnya bagi Liya.


Asma merapihkan piring-piring bekas sarapan. Papa Hanif berangkat kerja, begitupun dengan Farhan. Mama Fara sedang ada acara dengan tetangga disekeliling rumah.


Setelahnya Asma kembali kedalam kamar untuk mengistirahatkan diri sambil memainkan handhonenya. Tak lama handphonenya berdering menandakan panggilan masuk. Aliyah, tertulis didalam layar.


-Via Telepon-


Asma : Ada apa liya ?


Liya : Saya asyam. Maaf mengganggu. Kalau boleh, saya ingin bertemu. Bukan untuk saya, tapi adik saya nuha ingin bertemu denganmu.


Asma : Kirimkan waktu dan tempatnya, saya akan meminta izin dulu. Nanti saya kabarkan lagi.


Liya : Baik, terima kasih.


Asma mematikan panggilannya dan menunggu pesan masuk dari Asyam. Setelahnya, Asma langsung menghubungi Farhan untuk meminta izin sekaligus meminta waktu luangnya untuk bertemu bersama. Namun dirinya terlanjur membuat janji dengan Nathan dan Xena untuk makan siang bersama.


Asma datang lebih dulu dari Asyam dan Liya.


"mana nuha ?" Tanya Asma saat hanya mendapati kehadiran Asyam dan Liya.


"ah, bagaimana menjelaskannya ya." Ucap Asyam sambil tersenyum bingung.

__ADS_1


"jadi gini mba asma, katanya nuha mau kasih kejutan ke mba asma." Jelas Liya sambil mengisyaratkan Asma untuk menoleh kebelakang.


Asma tersenyum sambil duduk ia menoleh kebelakang dan menemukan Nuha yang tersenyum malu. Dengan gamis merah muda yang dikenakannya, Nuha tampak senang dan ceria.


"Nuha pakai gamis dari mba asma, nuha cantik ngga ?" Tanya Nuha sambil melebarkan gamisnya.


Asma tersenyum sambil tertawa kecil. Melihat tingkahnya yang lucu dan menggemaskan, sangat menyenangkan hati.


"masya allah, cantiknya adik mba asma ini. Sini mba asma peluk." Ucap Asma sambil mengukurkan tangan untuk memeluk Nuha.


Mereka ikut duduk bersama Asma, Nuha berada disamping Asma yang berhadapan dengan Asyam dan Liya.


"aku sudah pesan makanan. Kita sekalian lunch ngga apa-apa kan ?" Ucap Asma.


"mba asma pakai repot-repot. Kita kan cuma mau nongkrong-nongkrong biasa gituh, mba." Ucap Liya sambil tertawa malu.


"ngga apa-apa, sesekali." Ucap Asma.


"ini udah kesekian kali, mba. Mba asma teraktir kita terus." Ucap Liya.


"kapan-kapan, gantian kita yang teraktir dirumah dengan masakan bu'e. Bagaimana ?" Tanya Asyam.


"insya allah. Nanti kita atur waktu lagi." Jawab Asma.


"ajak juga suamimu." Lanjut Asyam.


Asma hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala.


"mba, ini mewah banget. Apa ndak mahal ? Liya jadi ngga enak nih, mba." Bisik Liya sambil mengarahkan wajahnya ke Asma.


"ngga, liya. Aku biasa makan disini dengan suamiku." Ucap Asma.


"Nuha suka kan ?" Tanya Asma yang dibalas anggukan kepala oleh Nuha.


"Nuha mau mba asma ambilkan apa ? Udang ? sayur ?" Tanya Asma.


"semuanya." Ucap Nuha sambil tersenyum.


Mereka pun menyantap makanan dan menikmati. Hingga terdengar suara yang tak asing ditelinga Asma. Terlihat wajah Asma yang sedang berfikir sambil pelan mengunyah makanannya.


"ada apa asma ?" Tanya Asyam.


"ngga apa-apa. Ayo dilanjut makannya." Jawab Asma.


Tanpa sadar, Farhan makan direstoran yang sama dengan sang Istri. Xena duduk bersebelahan dengan Farhan karena Nathan membawa pacar barunya yang akan dikenalkan.


"kenalin. Diva pacar gue." Ucap Nathan.


"Xena." Ucapnya sambil berjabat tangan.

__ADS_1


"Farhan." Ucap Farhan sambil menaruh telapak tangannya didada.


Xena melirik Farhan. Mereka pun menyantap hidangan yang telah tiba sambil berbincang-bincang. Farhan hanya fokus menikmati makanannya, sambil sesekali menanggapi ucapan dari Nathan.


"kenapa xena ngga sama farhan ajah ? jadi kan kita bisa sering double date." Ceplos Diva sambil tertawa.


"ah, haha. Pengennya sih gitu. Tapi Farhan susah membuka hati." Ledek Xena.


"Bisa kamu ulangi perkataan kamu tadi ?" Ucap Asma yang menghampiri meja Farhan.


"Asma." Ucap Farhan menaruh peralatan makannya.


"Makin hari kamu makin kelewatan ya. Saya biarkan kamu tetap masuk, agar kamu tidak kehilangan kasih sayang mama. Tapi niat hatimu ternyata lebih dari itu, xena." Ucap Asma dengan nada suara seperti biasanya.


"lo mau bilang gue pelakor ? lo mau bilang gue perusak ? perebut ? lo yang harusnya sadar diri. Lo yang ngambil farhan dari gue!" Teriak Xena.


"cukup xena ! gue masih menghargai lo sebagai teman ya. Tapi kalau sampai lo berani nyakitin istri gue. Gue ngga akan berfikir dua kali untuk melepas pertemanan dengan lo." Ucap Farhan yang berdiri mendampingi Asma.


"gue tegasin sekali lagi, xena. Gue ngga pernah ada rasa sama lo. Jadi jangan pernah berfikir kalau asma merebut gue dari lo. Inget itu." Ucap Farhan.


Asma berjalan ke mejanya untuk mengambil tas.


"bang asyam, liya, maaf ya saya harus pergi duluan. Kalian nikmatin makanannya ya." Ucap Asma.


"Nuha, dihabiskan ya makanannya. Lain waktu, mba asma akan ajak nuha jalan-jalan. Maaf ya, mba asma pergi duluan." Ucap Asma sambil mengelus kepala Nuha.


"assalamu'alaikum"


"wa'alaikumussalam."


Asma membayar tagihan sebelum keluar. Farhan menunggunya didepan mobil.


"kamu ngga bawa mobil ?" Tanya Asma ingin membuka pintu.


"ngga. Saya tadi dijemput nathan." Jawab Farhan.


"biar saya yang nyetir. Saya antar kamu pulang." Ucap Farhan sambil meminta kunci.


Asma tak lepas menatap wajahnya. Dengan tatapan yang kesal, lelah, mengahadapi masalah yang sama dengan perempuan yang masih mengganggu hubungannya.


"kenapa sih ? jangan marah dong." Ucap Farhan sambil mencubit pelan kedua pipi Asma.


"Saya salah lagi ? saya sedih nih kalau saya salah terus dimata kamu." Ucap Farhan menunjukkan wajah sedihnya sambil bersandar dibadan mobil.


Asma menghela nafas dan meraih tangan Farhan untuk memberikan kunci ditelapak tangannya, lalu meninggalkan menuju pintu sebelah kiri. Farhan tersenyum melihat tingkah laku istrinya yang menurutnya sangat menggemaskan dan sangat menyenangkan hatinya saat dipandang.


.


.

__ADS_1


.


...- Bersambung -...


__ADS_2