
Cai Ranca Upas Ciwidey, Bandung. Menjadi tempat pilihan untuk mengajak para santri menikmati alam. Melihat keindahan ciptaan Tuhan, hamparan langit yang indah, rumput hijau yang luas, dan dinginnya udara yang terasa sejuk.
Sesampainya disana, para santri dibiarkan beristirahat sejenak diatas rerumputan hijau sebelum akan diberikan tugas untuk merakit tenda roffi untuk mereka tidur. Tenda berukuran besar yang akan ditempati 10 orang didalamnya. Ada 5 tenda untuk santri perempuan dan 6 tenda santri laki-laki yang juga akan ditempati oleh Ihsan dan pengajar ikhwan lainnya. Pengajar perempuan diberikan tenda charly yang akan ditempati hingga 7 orang. Asma dan Farhan memesan tenda untuk ditempati berdua dan menyewa alas tidur agar nyaman untuk Asma yang sedang hamil.
Waktu untuk merakit tenda telah dimulai dan didampingi oleh para ahli. Semua terlihat senang dan bekerja sama dengan baik. Memasang tenda berukuran besar seperti ini, menjadi pengalaman baru untuk para santri. Wajah-wajah bahagia mereka terekam dan diabadikan oleh Syahrul yang bertugas menjadi dokumentalist. Pengajar perempuan juga terlihat senang mendapat pelajaran baru untuk memasang tenda. Dan Asma setia menemani Farhan, duduk memperhatikan Farhan yang mahir dalam merakit tenda.
"makasih, ya. Ini jadi liburan pertama kita. Aku seneng kamu juga ikut." Ucap Asma.
"kalau ihsan tidak mengizinkan aku ikut, kamu juga ngga akan ikut." Ledek Farhan.
Asma membalasnya dengan senyuman.
Satu lagi kebahagiaan yang dirasanya. Kebahagiaan yang bagai air hujan yang turun dengan deras, menyejukkan, menenangkan. Kebahagiaan yang datang menggantikan kesedihannya yang lalu. Sejak kehadiran Farhan, semua hari terasa indah, hari-hari yang berbeda, yang dipenuhi dengan kerinduan.
Dibumi Allah yang luas ini, Asma menatap keindahan yang terasa hingga kehati. Ucap syukurnya didalam hati. Nikmat yang bahkan diinginkan oleh banyak orang, berada diantara orang-orang yang shaleh. Orang-orang yang baik dan saling menyayangi, yang lebih utama adalah mereka yang selalu mengingatkan kita kepada Allah.
"asma.. " Sapa Nadia yang memecah lamunannya.
"ini teh hangat, buat kamu sama dokter farhan." Ucap Nadia sambil memberikan dua gelas teh.
"makasih, ya." Ucap Asma, menerima.
"kalau mau cemilan ada ditenda akhwat ya." Ucap Nadia.
"iya. Nanti aku nyusul kesana kalau mas farhan sudah selesai." Balas Asma.
Para santri yang sedang beristirahat masih menampakkan tawa bahagia mereka. Sambil menikmati cemilan dengan teh hangat, dilengkapi dengan perbincangan didalamnya. Memasang tenda yang cukup besar, pasti melelahkan. Namun jika dikerjakan bersama-sama akan lebih mudah dan ringan, ditambah lagi dengan canda yang menghasilkan tawa dan melepas lelah yang dirasa.
Asyam memecah keseruan dengan memberi perintah untuk melaksanakan shalat zuhur berjama'ah. Para santri dengan sigap membereskan gelas dan cemilan yang masih tersisa. Langkah kaki mengarah pada ruang tempat berwudhu. Shalat zuhur yang indah jika dilakukan luar ruangan, dibawah langit cerah yang indah dan kesejukan udara dikota Bandung. Ihsan memimpin shalat dengan lantunan ayat suci yang indah.
"pergantian siang dan malam adalah tanda kebesaran Allah. Didalam Al Qur'an surat ali imran ayat 190 disebutkan sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang terdapat tanda kebesaran Allah bagi orang yang berakal." Ucap Ihsan yang mengisi materi pada malam hari.
__ADS_1
...>>> >>> >>>...
"Dialah yang menjadikan malam bagimu agar kamu beristirahat padanya dan menjadikan siang terang-benderang. Sungguh, yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mendengar." Jelas Asyam dalam materi setelah subuh sambil menunggu Fajar. Qur'an Surat Yunus : 67.
"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (Kebesaran Kami), Kamudian kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang-benderang. Agar kamu dapat mencari karunia dari Tuhanmu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas." Lanjut Asyam tentang materi pergantian siang dan malam dalam Surta Al Isra ayat 12.
Farhan memimpin pemanasan untuk olahraga pagi ini. Dihalaman yang luas beralaskan rumput, udara pegunungan yang sejuk dan pemandangan pagi yang indah. Saat para santri dan pengajar laki-laki asik berolah raga dengan sedikit permainan yang menyenangkan. Asma dan teman-teman yang lain berada di meja panjang untuk menyiapkan sarapan.
Meja yang diletakkan tak jauh dari halaman para santri bermain. Air mineral, teh hangat, kue sebagai cemilan, sandwich sebagai sarapan dan juga susu putih bagi yang menginginkan.
"Sarapannya sudah siap. Kalau permainannya sudah selesai kita sarapan dulu." Ucap Nadia kepada Syahrul yang sedang memperhatikan para santri dengan senyuman.
"oh, iya. Nanti saya sampaikan." Balas Syahrul.
Setelah Nadia menjauh, Syahrul langsung menghampiri Asyam untuk menyelesaikan permainan. Asyam dan Farhan mengehntikan permainan dan mengarahkan santri agar berkumpul bersama para pengajar Akhwat.
Asyam, Ihsan, Farhan, Syahrul dan Zidan tetap ditempat dan duduk bersantai sambil berbincang.
"ya. Makasih juga kalian sudah kasih aku pengalaman baru." Balas Farhan.
"ikut kegiatan seperti ini juga sudah pernah dengan teman-teman di kampus. Tapi rasanya sangat berbeda saat bersama dengan anak-anak. Lebih menyenangkan." Jelas Farhan.
"kapan-kapan ikut kita mengajar santri, dokter farhan." Ucap Syahrul.
"iya, sesekali tak apa." Lanjut Ihsan.
Tak lama Asma melangkah ke arah mereka sambil membawa nampan berisikan beberapa gelas dan roti. Farhan yang melihat langsung bangkit dan melangkah.
"biar aku bawakan." Farhan.
"biar abang bawakan." Ihsan.
__ADS_1
Ucap mereka bersamaan. Tanpa memperdulikan sekitar, Ihsan yang tadi fokus melihat Asma ikut bangkit tanpa mengetahui Farhan juga melangkah bersamanya. Farhan dan Ihsan saling menatap. Farhan yang terkejut dan Ihsan yang tersadar akan tindakannya.
"ah.. maaf." Ucap Ihsan.
Asma tersenyum dan memberikan nampannya kepada Ihsan.
"tolong bawakan ya, bang." Ucap Asma.
Tangannya yang kosong, kembali ia isi dengan genggaman tangan Farhan. Ihsan menatap tangan Asma yang berpegangan dengan Farhan.
"kamu ikut aku ambil kue, ya." Ucap Asma sambil tersenyum dan membawa Farhan.
Ihsan melanjutkan melangkah kearah teman-teman sambil membagikan teh hangat. Tak lama Farhan menyusul membawa dua piring kue untuk pengajar ikhwan.
"ada acara apalagi habis ini ?" Tanya Asma saat berkumpul sarapan bersama.
"santri-santri akan outbound dengan tim disini. Kita juga bisa ikut kalau mau." Jelas Nadia.
"kalau asma pasti ngga akan diizinin sama dokter farhan." Ledek Salwa.
"permainan apa saja yang ada di outbound ?" Tanya Asma.
"flying fox, trekking, jembatan goyang." Jelas Nadia.
"sorenya kita akan ke penangkaran rusa." Lanjutnya.
"seru.. Masya Allah." Ucap Asma.
.
.
.
__ADS_1
......-Bersambung-......