
Hari berganti hari dan bulan berganti bulan, tidak terasa kini penantian Aira bersama kedua anak nya Laura serta Jason akan berbuah manis..
Aira mendapatkan pesan jika pria yang berstatus sebagai suami nya tersebut akan segera kembali pulang, karena misi yang dia lakukan telah terselesaikan dengan baik..
Sungguh... hati mereka bertiga bersorak dengan gembira..
Setelah berpisah jarak hingga beberapa bulan lama nya, akhirnya mereka bisa berkumpul kembali dengan Gio sang suami sekaligus juga ayah untuk kedua putra dan putri nya..
"Mami... Laura sudah sangat merindukan papa, kapan papa akan tiba ke rumah kita mami? "
Tanya Laura yang sudah merasa tidak sabaran , gadis kecil itu kini sudah bertambah umur menjadi 5 tahun,
Jadi tentu saja Laura bertambah cerewet dan juga pintar, Aira langsung memegang kedua pipi putri nya dengan gemas
Seperti nya bukan hanya dia saja yang merindukan suami nya Gio, tapi gadis kecil nya juga sangat merindukan pria tersebut..
"Papa sedang dalam perjalanan menuju kenegara kita sayang, jadi kita harus setia menunggu kepulangan papa ya"
"Lalu apakah kita tidak pergi kebandara untuk menyambut kepulangan papa?
" Tentu nak, tapi bukan kebandara, melain kan ke markas besar angkatan militer, sekarang ayo kita bersiap siap, dandan secantik dan sesopan mungkin,perlihatkan kepada semua orang jika Laura adalah putri dari papa Gio"
"Iya, Laura mau mami, ayo mami bersiap sekarang"
"Iya, Jason juga ya nak, kita sambut kepulangan papa mu"
"Iya mami, jika begitu Jason akan berganti baju terlebih dahulu"
"Iya, gunakan pakaian seragam yang sudah mami persiapkan ya sayang"
"Okey mami"
Jawab Jason bersemangat, rasa nya dia sudah tidak sabar ingin segera bertemu sang papa yang sudah teramat dia rindukan...
Beberapa jam kemudian, kini keluarga besar Fernandez telah berada di dalam perjalanan untuk menjemput sang putra tercinta..
Mama Sinta dan papa Fernandez , memutuskan untuk ikut, karena mereka juga sudah tidak sabar ingin melihat sang putra yang telah pergi beberapa bulan lama nya...
Mama Sinta yang sedang memangku Laura pun langsung tertawa lucu saat mendengar kan ocehan dari gadis kecil tersebut..
__ADS_1
"Oma... nanti jika papa sudah tiba dirumah, Laura mau nya tidur bareng papa dan juga mama, karena Laura sangat rindu dengan papa"
"Iya... tapi Laura sudah besar lo sayang, memang nya gak malu tidur bareng kedua orang tua"
Tanya mama Sinta yang mulai mengerti dengan kemauan Laura
"Gak malu, memang nya kenapa harus malu oma? "
"Karena Laura kan sudah besar, oya kalau mami buat adik untuk Laura dan juga kak Jason, kamu mau gak sayang? "
Tanya Mama Sinta yang membuat semua orang di dalam mobil tersebut langsung menatap ke arah kedua wanita berbeda usia itu
Terutama Aira , kenapa juga ibu mertua nya harus membahas soal pembuatan adik di depan putri nya yang super duper cerewet .
"Iya, Laura mau oma? gimana cara nya oma? apakah Laura boleh ikut membantu membuat nya juga? "
Tanya Laura dengan bersemangat, Aira langsung menatap terkejut dengan perkataan yang di ucapkan oleh putri nya..
Setelah itu dia mulai melihat ke arah depan, dimana sang papa mertua berpura-pura tidak mendengar kan, sungguh malu Aira saat ini,
Kenapa juga pembahasan pembuatan adik harus di bicarakan di depan anak kecil dan papa mertua.
"Tidak bisa sayang, karena yang bisa membuat nya hanya lah papa dan juga mami kamu, jadi Laura tidak boleh menggangu mereka berdua ya sayang, biarkan mereka fokus mengerjakan pekerjaan nya ya"
Tapi tidak perlu melalui Laura sebagai pelantara...
Aira hanya diam mendengar kan pembicaraan mereka berdua, menahan rasa malu kepada sang papa mertua yang diam diam ternyata sudah ikut tersenyum lucu...
"Kenapa harus mami dan papa saja oma, Laura kan juga pengen ikut membuat nya oma"
"Karena ini adalah tugas orang dewasa, nanti setelah adik nya jadi , maka itu akan menjadi tugas Laura untuk menjaga adik kecil, bagaimana? apakah Laura mau? "
"Mau... mau... Laura sangat mau oma, ayo kita suruh mami segera membuat adik nya oma"
"Ya sudah katakan sekarang kepada mami mu ya sayang"
Bisikan mama Sinta tersenyum lucu dengan cepat Laura mulai memutar tubuhnya ke arah Aira duduk , sedangkan Aira dia hanya diam berpura-pura tidak mengetahui..
"Mami... apakah mami akan mengabulkan keinginan kami berdua? "
__ADS_1
"Memang nya Laura menginginkan apa sayang? "
Tanya Aira berpura-pura bodoh..
"Adik kecil yang imut dan lucu, ayo buatkan Laura adik mami, ajak papa juga ya mami agar adik nya bisa cepat jadi"
"Hahaha... baiklah sayang, seperti nya oma mu sudah sangat menginginkan nya, jika begitu mami dan papa akan berusaha segiat mungkin agar adik nya cepat jadi"
Jawab Aira sambil melirik ke arah sang mertua, mama Sinta tersenyum tipis melihat reaksi dari menantu nya tersebut, akhirnya dia akan segera meminang cucu dari putra nya sendiri...
Beberapa jam kemudian, kini mereka telah tiba di markas besar kemiliteran yang ada di negara A..
Kedatangan mereka sekeluarga langsung di sambut oleh para prajurit yang sedang berjaga, setelah itu mereka mulai menunggu di tempat turun nya pesawat,
Terlihat jika para keluarga yang lain nya juga sudah ikut menanti kepulangan anggota kelompok panglima perang yang di pimpin oleh Gio...
Sungguh... jantung Aira langsung berdebar dengan kencang, saat mendengar suara hiruk piruk pesawat yang mulai landing sangat jauh dari mereka...
Sorak sorak kemenangan langsung di teriakan oleh para prajurit yang hadir di tempat tersebut, Aira hanya fokus melihat keramaian para prajurit yang sedang berjejer rapi..
Hingga tak lama kemudian, terlihat lah barisan paling rapi yang telah berjalan secara baris berbaris,
Aira menatap dengan sangat intens, begitu juga dengan kedua mertua serta kedua anak nya, mereka sama sama menantikan kedatangan seorang Gio yang telah lama mereka rindukan..
Hingga detik kemudian....
Deghhh.. .....
Aira menatap seorang pria yang berpenampilan sangat keren sedang berjalan menggunakan pakaian seragam nya, wajah nya terlihat hitam sangar serta sedikit menyeramkan
Jantung Aira semakin berdetak hebat, saat melihat sosok pria tersebut mulai tersenyum manis ke arah dirinya...
"Ya Tuhan.... kenapa jantung ku berdetak dengan sangat hebat, apakah aku mulai jatuh cinta kedua kali nya kepada suami ku sendiri"
Gumam Aira menyentuh dada nya yang berdebar...
Tatapan Aira telah fokus menatap ke arah seorang pria yang berjalan tegap ke arah dirinya...
Hingga tiba-tiba saja, Aira merasakan pelukan hangat dari tubuh pria tersebut....
__ADS_1
"Aira... aku sangat merindukanmu istri ku"
Ucap Gio dengan lembut, membuat Aira menjadi menegang dengan seketika....