
Hari berganti siang dan malam, dan tanpa terasa kini sebulan sudah berlalu dengan begitu cepat...
Aira bersama keluarga kecil nya kini telah kedatangan anggota baru yang akan menambah kebahagiaan di rumah mewah tersebut,.
Dan tentu saja kabar itu benar-benar membuat semua orang merasa sangat bahagia, terutama Gio dan juga Laura..
Mereka menjadi sangat overprotective terhadap wanita cantik tersebut yang kini sedang mengandung dengan usia kehamilan satu bulan...
"Mami.... Laura akan menjaga mami dengan baik, agar adik di dalam perut mami bisa segera lahir"
Ucap Laura yang sangat bersemangat, begitu juga dengan Gio, sang papa yang tak mau kalah dengan Laura putri nya..
"Papi juga akan melakukan hal yang sama untuk mu mami, jadi jika kau menginginkan sesuatu, cepat segera beritahu suami mu ini, aku pasti akan mengabulkan nya sayang"
Ucap Gio berdiri dengan tegak, persis seperti seorang prajurit yang akan berperang..
Dari jarak beberapa meter, terdengar tawa kecil yang berasal dari seorang wanita paruh baya bersama cucu laki laki nya..
Jason dan mama Sinta, hanya menjadi penonton atas kelakuan konyol kedua orang tersebut...
"Oma... kenapa papa dan adik menjadi seperti itu? lihat lah wajah mami langsung berubah stress karena merasa tidak bebas"
Ucap Jason kepada oma Sinta...
"Kau benar sayang, dasar anak dan ayah sama saja, mereka kira Aira itu sedang sakit lumpuh apa, sehingga harus di jaga ketat seperti itu"
"Oma... kasihan mami ku, seperti nya dia sangat tersiksa dengan tingkah laku mereka berdua oma"
"Tenang lah Jason, oma yakin jika mami mu akan lebih pintar dari pada mereka, hampir satu Minggu mami mu di jaga ketat oleh mereka berdua, oma bisa menebak jika sebentar lagi mami mu akan mencari akal agar bisa terbebas dari mereka berdua"
Jelas mama Sinta tersenyum lucu, sungguh dia tidak pernah mengira, jika kehamilan mantu nya tersebut, ternyata bisa merubah seorang Gio yang awal nya bersifat dingin kini menjadi pria yang sangat overprotective...
Sedangkan Aira, kini mulai menatap jengah ke arah ayah dan anak yang terlihat sangat kompak tersebut..
Sudah satu Minggu lama nya, Gio memutuskan untuk tidak masuk ke kantor, begitu juga dengan Laura...
__ADS_1
Gadis kecil itu sedang libur sekolah karena sudah tamat sekolah TK , jadi dia benar-benar puas karena bisa menjaga mami nya sampai waktu yang lama...
"Mas... bisakah kau pergi ke kantor saja hari ini, aku sungguh bosan di ikuti terus menerus oleh kalian berdua, bahkan aku tidak boleh berjalan dan harus memakai kursi roda, aku ini sehat mas, bukan sakit"
Ucap Aira yang mulai kesal..
Gio dan Laura hanya tersenyum menatap ke arah wajah Aira, mereka tidak akan mendengar kan apa yang di katakan wanita tersebut, karena bagi mereka keselamatan adik bayi adalah hal yang utama..
"Sayang... jangan banyak membantah, aku hanya ingin menjadi suami siaga untuk mu"
"Suami siaga apa nya mas, kau itu membuat ku menjadi tidak bebas, aku bahkan tidak bisa bergerak kesana kemari, aku juga ingin jalan jalan keluar mas"
"Baiklah... jika begitu, ayo kita jalan jalan keluar komplek , kami akan mengantarkan kamu sayang"
Ajak Gio bersemangat, dan langsung mendorong kursi roda milik Aira...
Sedangkan Laura gadis kecil itu mulai mengikuti langkah kaki papa nya, Laura berniat akan naik sepeda kecil untuk mengikuti mami nya dari arah samping...
"Ya Tuhan... cobaan apa ini, kenapa suami dan anak ku menjadi overprotective seperti ini, aku sungguh harus bersabar sekarang"
Gumam Aira di dalam hati...
Sedangkan di tempat lain, tepat nya di rumah sederhana yang tak terlalu mewah, saat ini Arga sedang bersiap siap untuk kembali ke kampung tempat ibu nya tinggal...
Arga sudah menelfon ibu nya untuk meminta maaf atas kesalahan nya di masa lalu, dan ibu nya pun sudah memaafkan kesalahan putra nya dan meminta Arga agar mau tinggal di kampung mereka..
Dengan terpaksa Arga mengikuti kemauan ibu nya tersebut, lagian keadaan di kota A, benar-benar tidak mendukung kehidupan Arga..
Selain tidak memiliki pekerjaan yang layak , kini Arga mulai merasa lelah jika harus bekerja sambil mengurus anak nya sendirian..
Dan Arga butuh seseorang yang bisa menjaga putri nya agar di bisa bekerja dengan baik
"Sayang, sekarang kita akan pergi ke kota D untuk menemui nenek mu, maaf jika papi tidak bisa memenuhi kebutuhan mu dengan baik ya, karena papi tidak memiliki perkerjaan yang tetap disini"
Gumam Arga berbicara sendiri, Arga memang memutuskan untuk tidak meminta bantuan oleh mantan istri nya Aira..
__ADS_1
Karena Arga sudah sangat merasa bersalah dengan wanita tersebut,
Setelah beberapa jam di perjalanan akhirnya Arga sudah tiba di rumah milik ibu nya..
Ibu Puja yang melihat kepulangan putra nya itu pun langsung memeluk tubuh Arga dengan sangat erat...
"Anak ku Arga, akhirnya kau mau kembali menyusul ibu mu ini, maaf jika ibu sempat marah dengan mu Arga, sungguh ibu merasa sangat kecewa dengan mu"
"Ibu.... aku juga meminta maaf kepada ibu, karena aku sudah salah memillih jalan, kini hidup ku telah hancur buk, aku benar-benar telah kehilangan semua nya"
Jawab Arga meneteskan air mata, ibu Puja yang melihat bayi di gendongan putra nya tersebut pun langsung mengambil bayi itu dengan sayang...
"Nak... ini anak siapa? apakah kau memiliki anak dengan wanita jahat itu Arga? "
"Iya buk, itu adalah anak ku bersama dengan Dara, "
"Ya Tuhan... ternyata kalian benar-benar menikah, bahkan sampai memiliki anak, lalu dimana istri mu sekarang? kenapa dia tidak ikut dengan mu Arga? "
Tanya ibu Puja mulai melihat kesana kemari,
Arga langsung memasang wajah sedih, sungguh dia benar-benar sakit saat mengingat kembali kejahatan yang Dara lakukan kepada nya..
Bukan hanya membuat kehidupan nya hancur, bahkan Dara tega membuang anak nya sendiri begitu saja...
"Dia.... Dia sudah pergi meninggalkan kami berdua bu"
"Apa.....!!!! jadi maksud kamu Dara sudah pergi meninggalkan kau dan anak ini, bagaimana mungkin dia setega itu Arga, sebenarnya wanita macam apa yang kau nikahi itu Arga, sehingga kau lebih memilih dia dibanding kan istri mu Aira yang jelas jelas sangat baik dan sempurna, aku sungguh tidak bisa mengerti dengan mu Arga"
Kata ibu Puja mulai merasa kesal kembali, setelah itu ibu Puja menatap lama ke arah bayi kecil tersebut...
"Arga.... apakah anak ini cacat, kenapa tangan nya kecil sebelah? "
"Iya.. anak ku cacat ibu,dan mungkin karena hal ini lah sehingga Dara rela meninggalkan nya bersama ku"
"Oh Tuhan.... cobaan apa yang sedang kau Terima Arga, seperti nya ini adalah balasan untuk kejahatan mu di masa lalu Arga"
__ADS_1
"Ibu benar.. dan sekarang aku sungguh menyesal ibu"
Jawab Arga menangis mengeluarkan air mata.....