
Perlawanan Aira masih terus dia lakukan agar bisa lepas dari tubuh siksaan Arga
Pria itu benar-benar sudah menyakiti jasmani Aira karena telah menyeret tubuh Aira dengan sangat kuat,
Aira berusaha memberontak agar bisa terlepas dari pengangan tersebut, bahkan Arga tidak segan segan memberikan tamparan di wajah Aira karena merasa geram dengan istri nya sendiri..
"Lepas Arga, aku sungguh melaknat mu Arga, kau adalah pria terkejam yang aku kenal, kau bukan hanya menyakiti hati ku saja, tapi kau juga sudah melukai jasmani ku Arga"
"Aira... aku melakukan ini juga karena terpaksa, kau kenapa terus melawan sayang, aku... benar benar tidak bisa kehilangan kamu sayang"
Ucap Arga mulai melembut, dia memberhentikan sejenak seretan nya di tubuh Aira dan mulai mengelus pipi Aira yang sudah membiru dan memerah serta ada luka darah di sudut bibir nya..
Arga sungguh menyesal karena telah melakukan kekerasan tanpa dia sadar,
Rasa emosi telah membuat seorang Arga menjadi kasar terhadap istri nya sendiri.
"Maafkan aku sayang, maaf karena telah melukai mu, aku.. benar-benar tidak menyadari nya Aira"
Ucap Arga berwajah sedih, sedangkan Aira dia hanya diam sambil meluapkan kesakitan nya..
"Hiks... hiks.... ibu Ayah, tolong aku, aku ingin keluar dari tempat ini, dia bukan suami ku ibu, dia sangat jahat dengan ku, aku tidak sanggup ibu"
Gumam Aira dengan pelan membuat Arga yang mendengar nya langsung merasa panas kembali...
"Jangan memanggil siapa pun di depan ku Aira... termasuk kedua orang tua mu yang tidak pernah menyukai ku, kau adalah milik ku Aira, dan aku adalah suami mu, sekarang kau akan aku kurung untuk waktu yang lama Aira"
Ucap Arga kembali berteriak, dan dia langsung menarik tubuh Aira yang sudah lemas tidak bertenaga...
"Aku tidak mau Arga, aku mohon lepas kan aku... "
"Tidak... sampai mati pun aku tidak akan melepaskan kan mu"
Arga terus memaksa tubuh Aira yang mencoba memberontak kembali, hingga detik kemudian...
Bukkk..... bukkk... bukkk....
"Dasar binatang kau Arga, kau bukan lah manusia, kau adalah hewan yang tidak mempunyai akal "
"Cih...jangan ikut campur urusan ku Gio, kau jangan memanfaatkan keadaan"
__ADS_1
"Aku akan membunuhmu Arga, Nadia cepat kau bawa Aira keluar dari rumah ini, cepat Nad"
"Baik kakak"
"Jangan sentuh istri ku kalian tidak boleh mengambil dia dari ku"
Ucap Arga marah ingin berlari ke arah Aira dan dengan cepat Gio langsung menahan tubuh itu dan menolak Arga hingga terjungkal menendang pintu kamar tamu..
Brakkk.....
Rasa sakit mulai mendera di punggung Arga, membuat Gio langsung kembali melayang kan tinju nya ke perut dan juga wajah Arga..
Sedangkan Nadia sudah berhasil membawa Aira untuk keluar dari apartemen tersebut,
Membuat Gio bisa dengan leluasa memberikan pelajaran kepada pria yang sudah menyakiti pujaan hati nya..
"Kau bukan manusia Arga, tidak ada seorang suami yang tega menyakiti istri nya hingga seperti itu, kau pantas mati Arga"
Ucap Gio dengan sangat emosi, hingga beberapa lama kemudian, terdengar suara seorang wanita yang menjerit dengan sangat kuat..
Dara barus saja selesai mengenakan pakaian nya, dan dia langsung berlari turun dari tangga untuk menyelamatkan kekasih nya tersebut..
"Jangan pukul mas Arga lagi, aku mohon.. "
Gio langsung menghentikan pukulan nya sambil menatap wanita yang sudah berdiri merentang kan kedua tangan nya untuk melindungi Arga
Gio tersenyum sinis menyaksikan pemandangan tersebut, jadi benar kecurigaan nya selama ini, jika Arga telah berselingkuh di belakang Aira..
"Cih... dasar pria bodoh, kau rela membuang batu permata hanya demi batu kali seperti wanita ini Arga, sungguh bersyukur aku Arga, karena kau sudah melepaskan Aira tanpa aku yang menyuruh mu, sekarang nikmati kehancuran mu bersama j*l*ng mu ini Arga, aku do'akan agar aku bisa bahagia, karena aku akan membongkar kejahatan yang kau lakukan untuk uang proyek yang ada di bank milik ku"
Ucap Gio langsung pergi meninggalkan mereka berdua..
Arga masih bisa mendengar ucapan dari rival nya tersebut, seperti nya Arga telah lupa akan satu hal
Jika Bank Central adalah milik dari keluarga Gio Fernandez, bagaimana jika mereka membongkar kejahatan nya yang telah melakukan korupsi secara besar besaran, apakah Arga akan bisa selamat...
Dara yang melihat kekasih nya sudah babak belur pun langsung membantu Arga untuk bangkit dari tempat tersebut, dan dia mulai memapah tubuh Arga dengan perlahan...
"Mas, ayo kita duduk di kursi terlebih dahulu"
__ADS_1
ucap Dara dengan sedih, setelah itu dia langsung melangkah kan kaki nya untuk mengambil air hangat,
Dara akan mengobati luka memar yang ada di tubuh dan wajah Arga tersebut..
Sedangkan Arga dia hanya diam seribu bahasa, rasa takut akan kehilangan semua nya mulai menjalar di otak dan perasaan nya saat ini..
"Bodoh....kenapa aku tidak memikirkan hal ini bagaimana jika apa yang aku takutkan benar-benar terjadi,"
Gumam Arga dengan perasaan panik...
Sedangkan di tempat lain, saat ini Nadia sudah berhasil membawa Aira keluar dari apartemen neraka itu, dan dia sedang melajukan mobilnya ke arah rumah milik keluarga Fernandez
Sangat kebetulan karena kedua orang tua Nadia sedang pergi keluar negri untuk melakukan perjalanan bisnis, jadi sangat aman jika membawa Aira kerumah milik nya tersebut..
Sesampainya di perkarangan rumah terlihat bik Sumi yang sedang menyiram tanaman,
Dan dengan cepat Nadia langsung memanggil pembantu nya tersebut agar mau membantu diri nya untuk memapah tubuh Aira yang terlihat sangat lemas..
"Bik ayo bantu Aira masuk ke dalam kamar tamu bik"
"Baik nona"
Mereka kini langsung memapah tubuh Aira, Nadia dan bik Sumi sudah meneteskan air mata, saat melihat keadaan Aira yang sangat lah memprihatinkan...
Seperti nya Aira telah terkena traumatis yang sangat mengguncang dirinya, karena baru saja mendapatkan penghianatan dan juga penyiksaan dari suami nya sendiri...
Setelah berhasil membaringkan tubuh Aira di atas ranjang, bik Sumi langsung keluar untuk membuat kan minuman hangat, sedangkan Nadia dia mulai menyentuh pipi Aira yang sudah melebam..
"Hiks.... hiks..... aku takut Nad... aku takut"
Ucap Aira kembali meneteskan air matanya, Nadia sangat mengerti dengan apa yang di rasakan oleh Aira saat ini,andai saja jika Nadia berada di posisi yang sama dengan Aira, maka Nadia juga akan merasakan hal yang sama.
"Sabar ya Ai, aku mohon kuat kan dirimu, dan juga mental mu, kamu masih memiliki dua anak yang menantikan diri mu Ai, kuat lah untuk mereka berdua, "
Ucap Nadia mengelus punggung Aira dengan sayang..
Dan tanpa. mereka tahu jika di pintu kamar, sudah berdiri seorang pria yang sedari tadi menatap ke arah Aira..
Gio benar-benar mengutuk Arga dan juga selingkuhan nya, dan dia akan melindungi Aira apa pun yang terjadi...
__ADS_1
"Jangan takut Aira,aku tidak akan melepaskan mu lagi, kau pantas di perjuangkan Aira"
Gumam Gio yakin