
Tidak terasa pagi telah datang menyapa, di iringi dengan suara burung yang berkicau dengan suara sangat merdu
Membangun kan seorang wanita yang merasa nyenyak dengan tidur malam nya,
Aira mulai membuka mata dan memperhatikan keadaan sekitar, masih ingat di benak nya jika dia berada di kamar tamu untuk beristirahat sejenak.
Tapi karena rasa kantuk dan lelah yang telah mendera, membuat Aira ketiduran di atas ranjang tersebut...
"Ya Tuhan, itu artinya, aku tidak pulang semalam, bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal seperti ini"
Gumam Aira memasang wajah terkejut
Dengan cepat Aira mulai bangkit dari tidur dan duduk di atas ranjang, penglihatan nya belum terlihat sempurna, karena cahaya lampu yang masih hidup menerangi ruangan tersebut...
"Apakah kak Gio tidak membangunkan ku, tapi... lebih baik seperti itu, aku tidak mau jika kak Gio sampai masuk ke dalam kamar ini, seperti beberapa waktu yang lalu"
Ucap Aira bergumam sendiri, setelah itu dia mulai bangkit dan berdiri dari atas ranjang, Dan saat sedang memperhatikan keadaan sekitar,
Tiba-tiba saja, mata Aira di kejutkan oleh sesuatu yang ada di atas kursi di depan ranjang tersebut..
Aira yang merasa penasaran dengan benda yang di tutup oleh selimut tebal itu pun langsung melangkah mendekat ke arah kursi,
Dan dengan perlahan Aira menarik selimut itu hingga terbuka lah benda yang ada di balik selimut ...
"Kak Gio"
Teriak Aira merasa terkejut, membuat Gio langsung membuka mata nya dengan tak kalah terkejut juga
"Ada apa Aira...! kenapa kau berteriak seperti itu? apakah kau baik baik saja? "
Tanya Gio langsung berdiri menatap wajah Aira..
"Kak, apakah dari semalam kakak tidur di kamar ini? "
"Iya, memang nya kenapa? aku hanya menjaga mu saja, tapi tidak melakukan hal apapun kepada mu"
"Tapi kenapa harus menjaga ku kak, kau tahu bukan jika aku adalah seorang janda, sangat tidak pantas untuk wanita seperti ku berada di kamar dengan seorang pria kak"
"Kenapa kau berbicara seperti itu Aira, aku adalah kekasih mu, walaupun kau janda tapi kau adalah seorang kekasih dari pria bernama Gio"
__ADS_1
"Tapi... aku takut jika di cap sebagai wanita yang tidak baik oleh keluarga mu kak, "
"Jika kau berfikir seperti itu, maka kita menikah saja secepatnya Aira, agar tidak ada yang bisa mencemoh mu lagi, aku juga tidak suka dengan status mu itu, aku merasa tidak aman Aira, "
"Menikah...! apakah kakak sedang melamar ku saat ini? "
Tanya Aira menatap tidak yakin
"Iya... bisa di katakan seperti itu, apakah kau tidak mau Aira, setidaknya ini demi kebaikanmu juga, kita sudah sering terlihat bersama, jadi tidak ada salah nya jika kita memiliki hubungan yang halal, aku berjanji akan menjadi suami yang baik untuk mu, dan juga menjadi papa yang baik untuk kedua anak mu Aira "
"Kak... aku... aku tidak tahu apakah aku pantas mendapat kan mu atau tidak, tapi.... masa idah ku baru saja berakhir, apa tidak lucu jika aku menikah lagi, lagian rasa sakit itu belum hilang dengan sempurna, aku juga sangat trauma dengan kegagalan ku di masa lalu"
"Aira, apakah kau tidak tahu jika aku benar-benar sangat mencintai mu, bahkan aku sengaja menutup rapat hati ku agar wanita lain tidak bisa mendekati ku, sejujurnya sepuluh tahun yang lalu, di saat aku baru saja menjadi seorang prajurit, aku berniat untuk mengungkapkan perasaan ku kepada mu Aira, tapi... karena aku mendapatkan misi untuk terjun ke medan perang, maka aku memutuskan untuk mengurungkan niat ku itu, tanpa aku tahu, jika sepulang dari melakukan tugas, ternyata kau sudah berpacaran dengan Arga, dan memutuskan untuk menikah dengan nya.. "
Deghh.....
Jantung Aira terasa berdetak dengan kuat setelah mengetahui kejadian masa lalu yang terjadi oleh Gio
Apakah ini adalah salah satu alasan mengapa Gio pergi dan tidak pernah kembali lagi, bahkan dia memutuskan untuk mengambil tugas di luar negara seperti yang sering Nadia ucapkan kepada dirinya..
"Tunggu, apakah karena masalah itu, sehingga kak Gio memutuskan untuk ikut melakukan tugas di luar negara, Dan apakah karena itu juga sehingga kak Gio bersikap dingin setiap bertemu dengan ku? "
Gio langsung mengangguk kan kepala nya, kini sudah tidak ada yang perlu di tutupi lagi,
Aira berhak tahu dengan apa yang dia alami selama bertahun-tahun lama nya..
"Aku mengalami patah hati karena kau telah menikah dengan Arga Aira, bahkan aku memutuskan untuk tidak kembali ke rumah ini lagi"
"Maaf kak.. aku benar-benar tidak tahu jika kau memiliki perasaan kepada ku sejak sedari dulu, karena Nadia juga tidak pernah mengatakan nya kepada ku"
"Kau tidak bersalah Aira, itu murni adalah kesalahan ku, karena aku tidak cepat dalam mengambil kesempatan, maka dari itu Aira, aku tidak ingin kejadian di masa lalu terulang kembali, aku mohon menikah lah dengan ku"
"Tapi... aku adalah seorang janda kak, aku bukan lah Aira yang sama seperti yang kau sukai dahulu"
"Tidak Aira, bagi ku kau tetap lah Aira ku, Aira polos ku yang aku sukai di saat kau masih memakai seragam SMA, sekarang apa Jawaban mu Aira? "
"Baiklah... aku akan menerima mu Kak, tapi... apakah kau akan kembali melakukan misi bersama teman seangkatan mu yang kemarin, bukan kah kau sudah mengundurkan diri dari pekerjaan sebagai seorang prajurit? "
Tanya Aira menatap sedih
__ADS_1
"Aku memang sudah berhenti, dan ini adalah misi ku yang terakhir, sebelum aku berhenti selama lama nya, misi ini belum selesai aku kerjakan, jadi aku mohon, dukung aku Aira"
"Baiklah... aku akan mendukung mu kak Gio"
"Terimakasih sayang, dua hari lagi kita akan segera menikah"
"Apa... kenapa sangat cepat? "
"Karena aku akan segera pergi untuk melakukan misi, jadi sebelum pergi aku ingin menghalalkan mu terlebih dahulu"
Ucap Gio langsung memeluk tubuh Aira dengan erat,
Dia memberikan kecupan sayang di seluruh wajah Aira,akhirnya penantian nya selama bertahun-tahun bisa tercapai juga...
***
Sedangkan di tempat lain, tepat nya di kantor polisi, saat ini Dara baru saja tiba untuk menjenguk suami nya Arga..
Wanita itu berpenampilan dengan rapi, agar Arga mau memberikan nya uang yang masih Arga miliki...
"Kau dari mana saja Dara? kenapa baru menjenguk ku saat ini? "
Tanya Arga dengan tatapan kesal..
Pasal nya sudah hampir satu bulan lama nya, Dara tidak pernah muncul untuk menemui dirinya...
"Mas... aku ingin meminta uang dengan mu, aku tahu kau masih memiliki tabungan yang tersisa, lihat lah perut ku sekarang sudah mulai membuncit, aku butuh uang untuk kehidupan ku dan anak kita mas"
"Aku tidak memiliki uang lagi Dara, semua harta ku sudah aku berikan ke pengacara untuk membayar denda atas kejahatan yang aku lakukan, dengan begitu hukuman ku akan ringan, tidak sampai satu tahun aku akan bebas Dara"
Ucap Arga menjelaskan membuat Dara langsung naik spaning dan juga marah...
"Aku tidak mau tahu mas, aku ingin kau memberikan aku uang, atau tidak aku akan bunuh diri bersama anak mu ini"
Ancam Dara membuat Arga sangat terkejut..
"Jangan Gila Dara"
Teriak Arga marah.....
__ADS_1