
Kabar meninggal nya anak Arga telah sampai. ke telinga Aira dan juga Gio..
Mereka sungguh terkejut, saat mengetahui kabar tersebut, bayi kecil yang tak berdosa itu kini telah rela pergi ke syurga agar tidak menyusahkan siapa pun di dunia ini..
Aira di buat tak percaya saat mengetahui jika bayi kecil yang di lahirkan oleh Dara ternyata bukan lah darah daging Arga, bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi, apakah sebelum mereka melakukan hubungan terlarang itu, ternyata Dara sudah menjalin hubungan dengan pria yang lain,
Tapi... Dara terlihat seperti sangat menyukai mantan suami nya tersebut, atau mungkin juga Dara hanya menyukai harta nya saja..
Aira mendapatkan informasi itu semua dari sang ibu mertua, tepat nya ibu Puja, ibu nya Arga...
Wanita itu sampai saat ini masih sering berkomunikasi baik dengan Aira, karena bagi ibu Puja Aira adalah salah satu menantu yang paling terbaik...
"Kau kenapa sayang? apakah kau mendapatkan kabar yang tidak baik dari seseorang? "
Tanya Gio yang baru masuk kedalam kamar hotel milik mereka, Gio langsung duduk di samping tubuh Aira sambil mengelus lembut perut Aira yang sudah sedikit mengeras...
"Mas... bagaimana mungkin bayi yang di lahirkan oleh Dara, ternyata bukan lah darah daging mas Arga, bukan kah mereka melakukan nya di saat mas Arga masih menjadi suami ku, itu artinya kehamilan Dara terjadi di saat kita Memperegoki permainan mereka saat itu kan mas"
"Kau benar sayang, tapi aku juga tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, dan saat ini hanya Dara sendiri lah yang bisa menjelaskan tentang rahasia tersebut"
"Iya, mas benar, lalu bagaimana dengan keadaan Dara? apakah anak buah mas masih menjaga dia dirumah sakit? "
"Tidak.... mereka sudah pergi meninggalkan Dara, karena ternyata Dara mengalami penyakit yang mematikan"
"Apa...!!! penyakit yang mematikan seperti apa mas? bukan kah dia terlihat sehat sehat saja"
"Iya, tapi ini lah kenyataan nya sayang, Dara terkena HIV dan AIDS.. "
"Apa... ya Tuhan, bagaimana mungkin, apakah benar jika selama ini Dara telah menjadi wanita panggilan seperti yang di ucapkan oleh ibu Puja"
"Mungkin saja sayang, karena Dara adalah wanita yang sangat haus akan harta"
"Lalu... bagaimana dengan keadaan nya saat ini, apakah kita bisa menemui nya? '
" Jangan sayang, aku tidak akan mengizinkan mu untuk menemui wanita itu, karena kau sedang hamil saat ini, jangan sampai kau terseranh penyakit dari dia Aira "
"Kau benar mas... aku juga tidak mau itu terjadi, mas... bagaimana jika kita memindahkan Dara agar di rawat di rumah sakit yang ada di kota C saja, aku ingat jika Dara masih memiliki seorang ibu"
"Baiklah.. kita akan mengurus kepulangan nya sesegera mungkin, sekarang ayo kita bersiap siap untuk segera kembali ke kota A"
Ajak Gio menggandeng tangan Aira, setelah itu mereka berdua mulai bersiap siap untuk segera kembali...
Aira ingin berkunjung kerumah ibu Puja untuk memberikan bela sungkawa terhadap mantan suami nya tersebut...
****
Tepat sore hari kini Aira dan Gio sudah tiba di rumah keluarga ibu Puja, terlihat kedua mertua nya bersama kedua anak Aira telah tiba di rumah sederhana tersebut..
Laura yang melihat kedatangan mami dan papa nya pun langsung bangkit berlari menuju ke arah mereka berdua...
"Mami... Laura kangen"
Teriak Laura memeluk mami nya dengan erat, .
Gadis kecil itu langsung menangis sedih karena telah kehilangan adik perempuan nya,
"Mami, adik kecil sudah tidak ada lagi, dia telah tidur dan tak mau bangun lagi mami"
Ucap Laura menangis, Aira langsung berlutut dan memeluk tubuh putri nya tersebut..
Sungguh Aira sangat bangga dengan anak nya karena mereka selalu saling menyayangi dengan sesama saudara...
"Sayang... adik kecil sudah berada di syurga saat ini, dan dia akan tenang di alam sana ya sayang"
__ADS_1
"Iya mami, tapi kasihan papi mami, Papi sedari tadi terus saja menangis sedih mami"
"Benarkah nak..., jika begitu ayo sekarang kita masuk kedalam rumah, untuk bertemu dengan papi"
Ajak Gio menuntut kedua tangan wanita berbeda usia tersebut...
Setelah tiba di dalam rumah, Aira dan Gio langsung di sambut dengan senyum ramah, mereka para penduduk di kampung tersebut sangat mengenal dengan sosok Aira...
Karena dahulu Aira bersama Arga sempat tinggal di kampung tersebut...
Aira adalah seorang wanita yang ramah dan tidak sombong, sehingga para warga di kampung itu benar-benar menyukai mantan istri dari Arga..
"Ibu, maaf jika Aira baru bisa tiba, karena Aira sedang berada di luar kota, ibu Aira ikut berduka cita atas kepergian bayi kecil Mas Arga, Aira sungguh tidak menyangka jika anak mas Arga akan pergi dengan cepat"
"Terimakasih nak, kau adalah wanita berhati mulia, bahkan setelah di sakiti oleh anak ku pun kau tetap baik kepada dia, ibu sungguh bangga dengan mu Aira, bagi ibu kau tetap lah menantu ibu selamanya, dan soal kepergian Anak Arga, mungkin sudah menjadi takdir nak, anak itu tidak memiliki kesalahan apa pun, dia masih sangat suci, ibu yakin dia akan di tempat kan di dalam syurga "
"Ibu benar, oya dimana mas Arga berada bu, apakah Aira bisa menemui nya? '
" Tentu nak, dia ada di dalam kamar nya, masuk lah, ajak suami mu juga Aira "
Ucap ibu Puja mengizinkan, setelah itu Aira bersama Gio langsung melangkah kan kaki mereka untuk masuk ke dalam kamar yang ada di rumah sederhana tersebut...
Setiba nya di kamar, Aira melihat ke arah seorang pria yang sedang berlutut di atas lantai..
Arga menangis terisak dengan sangat menyedihkan, seperti nya Arga sungguh merasakan rasa kecewa yang teramat sangat, serta rasa penyesalan yang membuat dada nya menjadi sesak...
Aira yang melihat hal itu pun, ikut meneteskan air mata, tidak pernah menyangka jika pria yang pernah dia cintai kini memiliki jalan takdir yang sangat menyedihkan...
"Mas Arga... "
Sapa Aira setelah mendapat kan izin dari suami nya Gio...
Arga yang mendengar suara itu pun langsung membalikkan tubuh nya,
"Aira... kau ada disini juga? "
"Iya mas... aku datang bersama mas Gio, mas.. aku turut berdukacita atas kepergian anak mu, semoga kau bisa tabah dan iklhas menerima nya mas"
"Anak siapa Aira, dia bukan lah anak ku, aku telah di tipu oleh wanita ular itu Aira, kau benar... apa yang kau ucapkan dahulu benar ada nya, jika Dara bukan lah seorang wanita yang baik"
Ucap Arga menatap sedih...
"Mas... mungkin ini adalah Jawaban dari Tuhan agar kau bisa mengetahui siapa Dara sebenarnya, tapi... aku memiliki sebuah berita yang menyedihkan mas"
"Berita apa Aira? apakah ada yang lebih menyedihkan lagi dari pada nasib ku saat ini? "
Tanya Arga mulai putus asa, pria itu bahkan tersenyum kecut menatap Aira....
"Mas.... saat aku berada di kota D, aku bertemu dengan Dara, dan dia yang awal nya baik baik saja, Tiba-tiba terjatuh dan menjerit kesakitan, mas Gio langsung menyuruh para anak buah nya untuk membawa Dara pergi kerumah sakit terdekat, dan saat setelah mendapat kan perawatan dari dokter , ternyata Dokter mendiagnosa jika Dara mengidap penyakit yang mematikan "
"Apa..! penyakit mematikan, memang nya penyakit apa Aira? bukan kah dia adalah wanita yang sehat"
"Dara mengidap HIV dan AIDS mas Arga.... "
Deghhh.....
Arga langsung membeku saat mengetahui kabar tersebut, benar kah jika Dara mengidap penyakit menular itu, lalu sejak kapan Dara mengalami nya, apakah dia juga terkena penyakit menular itu juga?
"Apakah benar yang kau katakan itu Aira, lalu sejak kapan dia mengidap penyakit tersebut Aira? "
Tanya Arga mulai panik, Gio langsung menjawab pertanyaan dari pria yang ada di depan mereka,
seperti nya waktu untuk membahas Dara sudah habis dan tak perlu di lanjutkan lagi...
__ADS_1
"Arga, jika kau ingin tahu secara detail maka kau bisa menemui Dara di rumah sakit yang ada di kota C, aku sudah mengirim Dara untuk di rawat dirumah sakit tersebut"
"Baiklah... terimakasih Gio, karena kau sangat lah baik, aku berhutang budi dengan mu Gio"
"Hem... jika begitu kami keluar sekarang"
Ucap Gio kembali memboyong tangan Aira untuk keluar dari kamar tersebut...
Tidak terasa hari sudah berganti minggu, dan kini Arga sudah tiba di rumah sakit yang di beritahu oleh Gio...
Arga masuk kedalam ruangan isolasi dengan di antar salah satu perawat, dan saat tiba di dalam ruangan tersebut, Arga di kejutkan dengan penampilan seorang wanita yang terlihat kurus dan juga jelek...
Dara telah berubah dengan sangat cepat, tubuh nya langsung menyusut akibat rasa sakit yang dia derita...
"Dara.... apa yang terjadi dengan mu, kenapa kau bisa seperti ini Dara? "
Tanya Arga meneteskan air mata..
Dara langsung berusaha membuka mata nya ketika mendengar suara seorang pria yang dia kenal...
Dara sungguh terkejut saat melihat siapa pria yang telah berada di ruangan nya saat ini..
"Mas Arga... mas... maafkan aku mas.. aku sudah bersalah kepada mu"
Ucap Dara menangis sedih...
"Aku sudah memafkan mu Dara, tapi maaf karena aku telah gagal menjaga anak mu Dara"
"Hiks... hiks... anak ku, mas.. anak itu bukan lah anak kandung mu, aku telah menipu mu mas Arga,"
"Aku sudah tahu Dara, sekarang coba jujur lah siapa ayah dari anak mu itu Dara? "
"Aku juga tidak tahu mas, aku telah di perkosa dengan dua orang preman, dan aku langsung menjebak mu dengan mengatakan jika aku masih perawan, karena a ku takut jika aku sampai hamil mas, maaf, aku mohon ma'af kan aku mas"
"Sungguh tega kamu Dara, kau tega menipu ku dengan sangat sadis.. "
"Maaf kan aku mas, aku menyesal sekarang"
Ucap Dara menangis sedih, mereka berdua kini sudah menyesali perbuatan jahat mereka di masa lalu, dan sekarang tinggal menikmati karma yang datang menghampiri..
Sedangkan di tempat lain, saat ini Aira kembali mengingat masa lalu nya, sungguh perbuatan Arga dan Dara ternyata benar-benar keji dan menjijikkan, dan Aira sedikit bersyukur karena Tuhan telah membalas setiap perbuatan mereka satu persatu...
Banyak pelajaran yang bisa di kutip dari pengalaman Aira, yaitu berani mengambil keputusan saat merasa tersakiti...
Aira kini sudah bahagia dengan kehidupan baru nya, dan Aira telah memaafkan kedua orang yang sudah menyakiti hati nya di masa lalu...
"Aku telah memaafkan kalian berdua mas Arga dan Dara, tapi hukum alam akan tetap berjalan, aku do'akan semoga kalian mau bertobat dan berubah menjadi lebih baik"
Gumam Aira di dalam hati nya...
πΉπΉπΉ The endπΉπΉπΉ
Pengumuman.......
Assalamu'alaikum untuk semua para pembaca setia yang sudah mampir di novel ku "Ketika suami ku mendua" sampai di akhir cerita... terimakasih banyak karena sudah setia dengan novel ini ya
Semoga novel ini bisa memberikan hiburan dan juga pelajaran yang baik untuk kalian semua, dan jika berkenan, mampir lagi yuk kak ke novel baru aku yang masih anget banget...
Cerita nya lebih beda dan juga seru, di tunggu kehadiran nya ya kakak ku semua π₯°π₯°π₯°πππ
__ADS_1