
Arga sedikit terkejut saat mengetahui jika Dara sedang hamil hampir dua bulan, dan sudah bisa di pastikan, jika dia lah orang yang telah menghamili Dara karena dia juga yang sudah mengambil kesucian dari wanita itu..
Seharusnya Arga senang bukan, karena seperti yang dia ucapkan tempo hari, jika seorang anak bisa di ganti kan oleh anak yang lain nya,
Tapi... entah mengapa setelah mengetahui kabar tersebut, hati Arga malah merasa tidak bahagia..
Apakah dia pria yang egois, yang tidak mau bertanggung Jawab dengan dengan apa yang telah dia lakukan,
Arga mulai menatap wajah Dara yang masih tertidur karena efek obat yang diberikan oleh dokter,
Dara terlihat sangat memprihatinkan akibat rasa sakit yang dia rasakan beberapa jam yang lalu, dengan perlahan Arga mulai duduk di samping ranjang sambil memegang tangan Dara..
"Aku kasihan kepada mu, karena kau itu sudah banyak berkorban untuk ku, baiklah.. karena kau sudah hamil anak ku, maka aku akan menikahi secepatnya Dara"..
Ucap Arga dengan perasaan terpaksa..
Setelah itu dia mulai ikut terlelap di kursi yang tersedia di dalam ruang inap tersebut...
****
Tidak terasa pagi telah datang menyapa, dan Aira sudah bersiap siap untuk berangkat ke kantor bersama kedua anak nya...
Kini Aira telah berjalan menuju ke kamar Laura, dia ingin melihat putri nya yang sudah pintar dalam bersiap sendiri..
"Pagi anak mami"
Sapa Aira masuk ke dalam kamar, Laura langsung tersenyum menyambut kedatangan mami nya tersebut,
"Pagi juga mami, mami tadi malam Laura bermimpi lagi mi"
"Kamu mimpi apa sayang? apakah mimpi papi lagi? "
Tanya Aira penasaran, wajah Laura langsung berubah sendu, pasal nya selama ini Laura sering sekali bermimpi tentang papi nya Arga..
"Kenapa nak! jangan sedih gitu dong sayang"
"Mami, Laura bermimpi jika papi sedang berjalan di pinggir jurang mi, dan tak lama kemudian papi tersandung sesuatu dan terjatuh masuk ke dalam jurang itu mi, dan papi tidak tampak lagi mi, Laura aja gak bisa lihat papi mi"
__ADS_1
Jelas Laura bersedih, Aira langsung memeluk putri nya tersebut, lagi lagi Laura di berikan petunjuk dari mimpi,
Andai saja, hal seperti ini sudah lama Aira sadari, pasti perselingkuhan yang di lakukan oleh Arga tidak akan sampai terjadi, tapi... lagi lagi semua sudah menjadi takdir dan nasib.
Yang tidak bisa di ganggu gugat oleh siapa pun...
"Sayang, itu kan hanya mimpi, lagian di kota ini tidak ada jurang seperti yang ada di mimpi Laura, jadi sekarang Laura gak boleh sedih ya nak"
"Iya mami, ayo kita keluar mi, paman Gio pasti sudah datang menjemput"
Ajak Laura kembali bersemangat...
Mereka mulai berjalan keluar dari kamar, dan setiba nya di ruang makan, ternyata sudah berkumpul semua orang yang memang sedang menantikan kedatangan mereka berdua...
Terlihat jika Gio juga telah duduk di kursi makan tersebut, sambil bersendagurau bersama Jason..
"Paman Gio... "
Teriak Laura menyapa pria tersebut,
Di samping Laura, Aira terlihat tersenyum manis, sungguh jika boleh memilih Gio sangat ingin jika Aira saja yang masuk kedalam pelukan nya,
Baru setelah itu Laura yang akan menyusul, Gio tersenyum sendiri ketika membayangkan hal tersebut, kapan kira kira khayalan nya bisa terwujud..
"Paman, paman kenapa diam saja, malah menatap mami Laura dengan lama, mengabaikan Laura yang sudah berada di pelukan paman "
Ucap Laura membuat Gio langsung tersadar dari lamunan nya..
Aira yang merasa di tatap sangat intens pun langsung menundukkan wajah nya, jangan sampai Gio memiliki perasaan kepada nya lagi, karena untuk saat ini Aira belum siap untuk membuka hati nya kembali..
"Eh..., iya, seperti nya paman sedang tidak fokus sayang, ayo kita duduk, dan segera sarapan"
Ajak Gio yang merasa kalah malu, setelah itu mereka semua mulai melakukan sarapan pagi dengan tertawa bahagia...
Beberapa jam kemudian, kini Aira dan juga Gio sudah berada di perusahaan ,
Mereka langsung mengadakan pertemuan kepada Rio dan juga Pandi untuk membahas masalah proyek yang tidak bisa Arga kerjakan dengan baik...
__ADS_1
Pandi yang merasa sangat kesal dengan bos nya itu pun sudah tidak bisa menerima perlakuan dari Arga, dia benar-benar ingin menyelamatkan perusahaan agar bisa kembali ke tangan Jason yang menjadi hak waris dari Arga...
Dan tentu saja, mereka harus menghentikan kegilaan Arga yang berniat menghabiskan uang proyek, apalagi setelah mengetahui jika Arga bersama Dara sedang pergi keluar negri guna melakukan liburan,
Sudah pasti Arga akan menghabiskan uang yang sangat banyak untuk wanita murahan tersebut...
"Jadi apa rencana mu selanjutnya? apakah kita akan membongkar kebusukan Arga saat ini juga? "
Tanya Gio menatap ke arah Pandi
"Tuan Gio, saya sebagai manajer keuangan di perusahaan milik nya sudah mengumpulkan bukti kejahatan yang pak Arga lakukan, dan saya rasa itu semua bisa membantu tuntutan untuk pak Arga tuan Gio"
"Iya.kau benar, baiklah jika begitu dua hari lagi kita akan menjadikan Arga sebagai tersangka atas tuduhan korupsi dan juga pencucian uang, dan sambil menunggu kepulangan nya, maka kita bisa membuat laporan ke pulihak yang berwajib terlebih dahulu,"
Kata Gio yang langsung di setujui oleh mereka semua, Rio mulai menatap wajah Aira yang juga menyetujui rencana tersebut,
Dia berdoa agar perusahaan yang hampir bangkrut tersebut bisa kembali bangkit seperti beberapa tahun silam..
"Aira... kami akan berusaha agara Jason mendapatkan apa yang sudah menjadi hak dirinya, setelah Arga tertangkap polisi, maak perusahaan akan kembali ke tangan mu, dan aku bersedia untuk membantu membangkitkan nya kembali"
Ujar Rio dengan tatapan tulus,karena di dalam hati nya yang terdalam sebenarnya Rio juga merasa bersalah karena tidak memberitahukan kedekatan Arga bersama Dara....
"Terimakasih mas Rio, aku benar-benar senang memiliki orang orang baik seperti kalian semua"
Kata Aira dengan tatapan tulus, dan tanpa sengaja Gio malah memegang tangan Aira dengan erat, membuat ketiga orang tersebut langsung membulatkan mata mereka..
"Aira... aku akan menanam kan saham untuk membangkitkan kembali perusahaan milik mu dan kedua anak mu, sekarang kau tidak perlu takut Aira, karena aku juga akan selalu ada di samping dirimu.. "
Degh....
Aira terdiam kaku mendengar perkataan yang di sampai kan oleh Gio,
Apa maksud dari ucapan pria itu, apakah dia ingin menemani setiap hari Aira, tapi...
Bukan kah kak Gio itu lajang matang yang harus segera menikah, jangan sampai karena niat nya membantu Aira dan kedua anak nya, malah akan membuat seorang Gio menjadi lajang lapuk untuk selamanya...
Fikir Aira di dalam hati... sambil membalas tatapan mata dari Gio yang terlihat sangat tulus
__ADS_1