
Seminggu sudah kepergian Gio meninggal kan Aira dan juga kedua anak nya,
Aira yang memang telah tinggal di kediaman keluarga Fernandez pun kini sudah mulai menyesuaikan tempat tinggal baru nya tersebut..
Mama Sinta dan papa Fernandez sangat baik kepada dirinya, apa lagi kepada kedua anak nya, sungguh tidak pernah terlihat sedikit pun rasa membedakan untuk mereka berdua, membuat Jason dan juga Laura semangkin dekat dengan opa dan oma baru mereka...
Seperti pagi ini contoh nya, Aira yang baru selesai membuat sarapan pagi langsung keluar ke arah taman untuk melihat keempat orang tersebut..
Terdengar suara tawa bahagia dari Laura dan Jason, putra nya yang dulu nya selalu diam dan dingin, kini sudah berubah menjadi seorang anak yang tampak periang...
"Oma.... ayo kita main ayunan lagi"
Ajak Laura kepada mama Sinta...
Dengan cepat wanita berbeda usia itu pun mulai menaiki ayunan yang ada di dalam tamam tersebut..
Sedangkan Jason bersama opa Fernandez, mereka sedang asyik memanah menggunakan panah mainan...
Aira tersenyum bahagia, melihat kebahagiaan tersebut, andai saja suami nya ada di samping nya saat ini,
Pasti Aira akan langsung memeluk tubuh Gio dengan erat, sambil mengatakan jika dia sangat berterimakasih karena keluarga Gio adalah keluarga yang sangat baik...
"Mas.... cepat lah kembali, agar kita bisa merasakan kebahagiaan bersama sama,aku akan selalu mendoakan keberhasilan misi mu mas"
Gumam Aira dengan tulus..
Setelah itu Aira mulai berjalan untuk mendekati keempat orang tersebut
Pagi ini Aira berencana akan masuk ke Kantor milik mantan suami nya, yang sudah menjadi milik anak nya Jason...
"Hallo anak anak mami , sekarang waktu nya sarapan pagi, ayo kita makan dahulu"
Ajak Aira kepada Laura dan Jason,
Mereka langsung melihat ke arah Aira begitu juga dengan kedua paruh baya tersebut..
"Sayang.. kamu masak lagi? bukan kah sudah mama bilang, kalau kamu itu gak boleh capek di rumah ini, biarkan bibi yang melakukan nya"
"Gak apa apa kok ma, lagian Aira sudah biasa masak setiap pagi, jadi kalau gak masak rasa nya seperti ada yang kurang ma"
__ADS_1
"Bener itu Ai, papa setuju jika kamu yang masak sarapan, karena itu bisa menambah nafsu makan papa setiap pagi nya"
Ucap papa menimpali membuat mama Sinta langsung menjewer telinga kakek tua tersebut..
"Kamu ya pa..! ada aja alasannya, mantu ku bukan pembantu lo pa, biasa juga bibi yang masak di rumah setiap pagi"
"Ampun ma, sakit tahu, lagian papa suka sama masakan Aira, gak salah dong ma"
"Iya tapi kan kasihan, Aira bisa capek pa"
Ucap mama Sinta tak mau kalah, kedua anak Aira langsung tertawa lucu melihat kelakuan opa dan oma mereka berdua,
Begitu juga dengan Aira, ternyata mertua nya ini adalah tipe pasangan yang sangat romantis,
"Sudah sudah, kasihan papa ma, di jewer sama mama"
"Biarin aja Ai, habis papa kamu pinter banget cari alasan agar kamu masak sarapan setiap pagi, "
"Ya sudah ayo kita makan sekarang ma pa, udah mau siang ini, nanti makanan nya keburu dingin"
Ajak Aira kepada kedua mertua nya tersebut, dengan cepat mam Sinta langsung melepaskan tarikan nya di telinga sang suami
"Ayo kita duluan saja,mama juga sudah sangat lapar"
Ajak mama Sinta membuat Aira tersenyum dengan tipis,
Begitu juga dengan papa Fernandez yang langsung merangkul Jason dengan erat,
"Ayo kita kemeja makan juga, jangan sampai sarapan nya di habisi oleh oma mu "
Dengan cepat mereka berlari ke arah meja makan, meninggal kan ketiga wanita tersebut yang hanya diam terbengong dengan kelakuan kedua pria tersebut..
Beberapa menit kemudian, kini semua nya sudah berkumpul di meja makan sambil menyantap sarapan pagi dengan sangat lahap..
Aira memang sangat jago soal urusan memasak dan siapapun yang menyicipi makanan nya pasti langsung merasa jatuh cinta...
"mami.... enak banget masakan mami, selalu yang jadi juara"
Ucap Laura mengacungkan jempol nya...
__ADS_1
Begitu juga dengan yang lain nya, mereka benar-benar menyukai masakan yang di buat oleh wanita cantik tersebut,
Setelah selesai sarapan, Aira mulai menatap serius ke arah wajah papa dan mama mertua nya...
"Ma,pa... Aira hari ini akan mulai masuk ke kantor milik Jason, kebetulan mas Gio sudah menyuruh mas Rio agar bisa memegang perusahaan tersebut, jadi sebelum semua nya berjalan kembali, kami akan melakukan rapat untuk pembukaan karyawan baru di perusahaan"
"Baiklah... kamu boleh pergi Aira, papa do'akan agar perusahaan Jason bisa kembali jaya seperti dulu lagi"
Ucap papa Fernandez menjawab mantu nya tersebut...
"Amiin... makasih pa untuk doa nya, oya soal mas Gio, seperti nya dia sedang berada di tempat yang tidak memiliki sinyal, karena dari tadi malam Mas Gio tidak dapat untuk di hubungi"
Kata Aira dengan memasang wajah sedih..
Mama Sinta yang melihat perubahan dari raut wajah menantunya itu pun, langsung memegang tangan Aira dengan erat...
"Sabar ya nak, kamu harus yakin jika suami kamu dalam keadaan baik baik saja, mama juga pernah kehilangan kontak sama Gio sampai beberapa tahun lama nya, tapi mama tahu jika dia pasti sedang berjuang di sana nak"
"Iya.. Aira juga mikir nya seperti itu ma , Aira yakin mas Gio sedang berjuang untuk menyelesaikan misi nya agar bisa cepat kembali pulang dan berkumpul bersama kita lagi ma"
"Makasih ya sayang, karena kamu sudah mau menjadi istri untuk Gio, mama bahagia banget Aira"
Ucap mama Sinta membuat Aira tersenyum malu,.
Setelah semua nya selesai Aira pun mulai melangkah kan kaki nya menuju ke arah kamar, hari ini dia akan datang kembali ke perusahaan milik Arga yang mempunyai banyak kenangan di dalam perusahaan tersebut..
Hingga beberapa jam kemudian, kini Aira telah berada di dalam perusahaan tersebut, perusahaan yang berjalan di bidang Konsultan pembangunan dan juga perancangan itu pun kini akan kembali Aira kembang kan menjadi seperti dulu..
Dia telah mendapat kan dukungan penuh dari suami nya Gio yang sudah menyuntikkan dana yang lumayan banyak kepada perusahaan milik nya..
Begitu juga dengan Rio, yang akan memegang kendali sebagai wakil direktur pemegang perusahaan tersebut..
Aira masih betah menatap loby di dalam nya, sungguh kenangan lama tidak pernah terlupakan,
Dimana tempat ini lah yang menjadi saksi bisu perjuangan Dia bersama sangat mantan suami Arga Sadewa..
"Ini adalah peninggalan kamu satu satu nya untuk putra mu Jason mas Arga, dan aku akan kembali membuat perusahaan ini menjadi jaya , terimakasih karena kau sudah memberikan pengalaman hidup yang tak terlupakan, aku do'akan semoga kau bisa secepatnya bebas dari hukuman yang menjerat mu mas Arga"
Gumam Aira di dalam hati nya...
__ADS_1