
Sekuat tenaga Aira berusaha menguatkan hati nya tersebut, dan setelah puas mengeluarkan air mata , Aira mulai menenangkan diri sejenak dan mengelap air mata yang telah membasahi pipi nya saat ini..
Nadia terus memberikan support kepada diri Aira, sehingga Aira bisa kembali kuat untuk mendobrak pintu kamar tersebut dan melihat sendiri aksi bejat suami nya tersebut..
"Cepat Aira.. sebelum mereka melakukan *******, kau harus sudah masuk kedalam untuk mengganggu perbuatan bejat mereka, aku yakin itu akan membuat kedua manusia laknat itu menjadi syok setengah mati"
Bisik Nadia dengan sangat pelan, hingga akhir nya Aira mulai berdiri dengan tegak
Dia bisa mendengar suara des*h*n yang sangat erotis tersebut, bagaimana mungkin suami gila nya sangat menikmati milik wanita murahan itu,
Apakah selama ini Aira masih kurang servis untuk nya, sehingga pria tak tahu diri tersebut memillih untuk berselingkuh...
Brakkk.........
"Bajingan kau Arga"
Teriak Aira menggema di dalam ruangan tersebut.., membuat kedua sejoli yang sedang beradu adrenalin itu langsung terlonjak dengan kaget
"Aira.... kau.......!!!
Ucap Arga memasang wajah sangat terkejut,
Aira dengan cepat langsung melemparkan apa yang dia jumpai di dalam kamar itu, setidaknya memberikan pelajaran kepada manusia laknat untuk yang terakhir kali tidak lah masalah..
Brakk......
Sebuah lampu tidur mulai mengenai tubuh mereka berdua yang sedang bermain kuda kudaan, dan tentu saja hal itu membuat Dara terkejut karena merasakan sakit akibat benda yang di lempar oleh Aira...
"Kau... bukan manusia Arga, bahkan binatang pun lebih terhormat dari pada kau Arga, sekarang aku sudah memiliki bukti yang kuat untuk menuntut mu,karena detik ini juga aku meminta cerai dengan mu Arga, jangan temui aku dan juga anak anak, karena kami tidak sudi melihat sampah seperti mu"
Ucap Aira dengan sangat lantang membuat Arga mulai bangkit dari tubuh kekasih nya tersebut,
Dara langsung menutup tubuh polos nya menggunakan selimut yang ada di atas ranjang, sedangkan Arga dia dengan cepat menggunakan bokser celana milik nya..
"Tunggu Aira... aku mohon, jangan pergi Aira, jangan cerai dari ku, aku tidak bisa tanpa kamu Aira"
Teriak Arga mengejar Aira yang sudah keluar dari dalam kamar, ..
Aira dan Nadia berlari dengan sangat kencang, sehingga kini mereka sudah tiba di ruangan tamu di apartemen itu
__ADS_1
Greppp.....
Tangan Aira berhasil di cekal oleh Arga membuat wanita itu merasa marah dan minta di lepaskan..
"Lepaskan tangan mu Arga, aku tidak sudi di sentuh oleh mu lagi, lepas Arga"
Teriak Aira dengan sangat marah,
"Tidak Aira, kau tidak boleh cerai dari ku, sampai mati pun aku tidak akan menceriakan mu Aira"
"Jangan egois kau Arga, aku tidak akan menerima penghianatan apa pun alasan nya, kau benar-benar tidak punya hati dan juga otak, kau manusia keji Arga"
"Terserah kau mau memaki ku apa Aira, tapi satu hal yang kau ketahui, jika sampai kapan pun kau adalah istri ku,apa salahnya mendua Aira, aku janji akan berbuat adil dengan kau dan juga Dara, karena aku sangat mencintaimu dan menyayangi Dara, aku tidak bisa merelakan salah satu dari kalian Aira "
Jelas Arga dengan wajah memelas, membuat Aira semakin muak dengan pria yang ada di hadapan nya saat ini...
Sedangkan Nadia yang melihat situasi mulai tidak bisa di biarkan pun langsung menghubungi kakak nya Gio, agar mau membantu Aira untuk keluar dari cengkraman suami nya sendiri
"Hallo.... ada apa dik? "
Tanya Gio penasaran,
"Apa...! bagaimana bisa ini terjadi Nad..! Baik lah aku akan kesana sekarang juga"
Ucap Gio merasa sangat panik, dengan cepat pria macho itu langsung berlari keluar dari ruangan kerja nya yang baru enam bulan dia duduki .
Gio melajukan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi persis seperti para pembalap Formula...
Bagi nya Aira adalah wanita paling berharga yang tidak boleh di sakiti oleh siapa pun, termasuk suami nya sendiri...
"Bajingan kau Arga, aku tidak akan melepaskan Aira jika kau berani menyentuh dan menyakiti nya seujung jari pun"
Gumam Gio dengan geram, selama ini Gio berusaha untuk menjauhi Aira dengan bersikap dingin dan sombong kepada wanita itu, dan tentu saja itu semua Gio lakukan sebagai tameng untuk menjaga hati nya kepada Aira..
Gio mengenal pria bernama Arga itu Karena mereka satu angkatan di saat SMA dahulu, dan Gio sedari dulu sudah tidak menyukai Arga karena menurut nya Arga adalah pria yang suka mencari perhatian dari para guru...
Sedangkan di dalam Apartemen, pertengkaran masih terus terjadi, kini Nadia mulai berlari mendekati Aira yang sudah di pegang oleh suami nya...
"Lepas kan dia Arga... kau sudah menyakiti sahabat ku, "
__ADS_1
"Cih.. kau lagi rupanya Nadia, aku yakin kau lah dalang di balik pemberontakan istri ku bukan? kau sengaja membongkar perselingkuhan ku agar kau bisa membuat Aira menjadi seorang janda dan memberi peluang untuk kakak sialan mu itu kan? aku sudah bisa membaca semua rencana mu Nadia"
"Cukup....!!! jangan membawa orang lain di masalah kita Arga, sekarang kau lepaskan tangan ku, karena aku sangat jijik dengan mu Arga"
Ucap Aira membentak, membuat Arga mulai marah dan emosi..
"Tidak akan Aira, kau akan aku kurung jika itu bisa mencegah mu agar tidak pergi ke pengadilan, kau itu istri ku Aira, jadi kau harus menurut dengan ku, "
"Tidak... aku tidak mau Arga, kau benar-benar pria bajingan, lepaskan aku Arga"
Ucap Aira memberontak dan dengan cepat Aira langsung menyepak burung Arga membuat pegangan tangan nya terlepas..
"Akkhhh..... apa yang kau lakukan Aira, kau benar-benar membuat ku marah"
Arga langsung mengejar tubuh Aira yang sudah berlari mengikuti Nadia, hingga akhirnya Aira kembali tertangkap oleh Arga dan pria itu langsung memberikan tamparan yang keras di pipi Aira..
Plakk....
Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi Aira, membuat wanita malang itu langsung meneteskan air mata nya, rasa sakit akibat perselingkuhan dan rasa sakit akibat tamparan mulai menjadi satu..
Aira menatap wajah Arga dengan tatapan yang sangat tajam dan penuh dendam..
"Apa yang kau lakukan Arga, kenapa kau tega menampar ku! "
"Itu karena kau sudah membangkang ucapan suami mu sendiri Aira, bahkan kau sudah menyakiti senjata berharga milik ku, kau akan aku hukum Aira"
"Cih... aku tidak sudi menganggap mu suami Arga, aku sangat membenci mu, kau benar-benar manusia laknat Arga"
Ucap Aira memukul tubuh Arga dengan sekuat tenaga,
"Terserah kau mau berkata apa, tapi kau harus aku kurung Aira"
"Tidak ... aku tidak mau, lepaskan aku bajingan"
Arga terus menyeret tubuh Aira hingga hampir masuk ke dalam kamar tamu yang ada di lantai bawah, sedangkan Nadia sudah keluar untuk mencari bantuan atas keganasan Arga, , dan dari atas tangga Dara tersenyum menyeringai menyaksikan kekasih nya sedang menyiksa istri nya sendiri...
"Bagus Mas Arga, jika perlu kurung dia sampai dia mati mas"
Ucap Dara bahagia...
__ADS_1