Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Kehancuran yang mulai datang


__ADS_3

Tidak terasa siang sudah datang menyapa, dan Jason sudah keluar dari perkarangan sekolah nya,


Jason tersenyum senang saat melihat kakek dan juga adik kesayangan nya sudah berdiri menyambut kedatangan dirinya...


Dengan cepat pria tampan itu langsung berlari mendatangi mereka berdua..


"Kakak...!


Sapa Laura dari kejauhan, dia sudah merentangkan kedua tangan nya untuk menyambut kedatangan Jason


" Adik, apakah kau sudah lama menunggu kepulangan ku? "


"Tidak, kami baru saja tiba di sekolah kakak, kakak hari ini mami sudah pulang kerumah kakek, tadi nenek yang menelfon kakek, sekarang ayo kita segera pulang, Laura sudah sangat merindukan mami "


"Baiklah ayo kek kita pulang sekarang juga"


Ajak Jason dengan penuh semangat, mereka berdua benar-benar sudah merindukan sang mami dan dengan hati hati kakek Bimo sudah membantu kedua cucu nya untuk masuk ke dalam mobil milik nya..


"Sekarang, ayo kita pulang,gunakan sabuk pengaman nya ya sayang kakek"


Ucap Kakek dengan tersenyum,


Dan tak lama kemudian, mobil milik ayah Bimo mulai pergi meninggalkan perkarangan tersebut, tanpa mereka tahu jika sedari tadi ternyata sudah ada mata yang menatap mereka dari kejauhan..


Arga memutuskan untuk melihat putra nya yang masih berada di sekolah, niat hati ingin menjemput anak nya itu,, tapi sudah kedeluan dengan sang ayah mertua bermuka sangar yang telah menanti kan kepulangan putra nya tersebut .


"Sial... ternyata sudah ada ayah mertua ku yang menjemput Jason, seperti nya aku tidak mempunyai peluang untuk mendekati putra ku lagi, apalagi untuk mendekati istri ku Aira, tidak.. aku tidak boleh menyerah begitu saja, bagaimana pun cara nya aku harus bisa kembali mendapatkan mereka bertiga"


Ucap Arga dengan penuh keyakinan, setelah itu dia mulai kembali menaikki mobil milik nya,


Untuk menuju ke perusahaan, setiba nya di perusahaan, Arga langsung masuk ke dalam ruangan nya untuk mengecek proyek yang sedang dia tangani, hingga beberapa saat kemudian, masuk lah Pandi yang sudah kembali dari kota C untuk memberikan laporan keuangan..


"Selamat siang Pak Arga"


ucap Pandi dengan hormat, Arga hanya diam tidak menjawab, dia sedang fokus untuk melihat laporan yang sudah tersedia di atas meja milik nya..

__ADS_1


"Pak Arga, sebenarnya saya ingin menyampaikan masalah penting soal keuangan proyek di kota C yang sudah pak Arga gunakan"


Jelas Pandi kepada Arga, membuat Arga langsung menghentikan pekerjaan nya dan menatap manajer keuangan nya tersebut..


"Katakan Pandi, memang nya apa masalah nya, aku hanya menggunakan uang yang sudah semestinya menjadi keuntungan ku"


Ucap Arga dengan perasaan bertambah kesal, dengan cepat Pandi mengeluarkan data keuangan yang selama satu bulan ini telah di keluarkan


Dan hasil nya adalah, pengeluaran lebih besar dari pada bahan yang telah di beli, serta keuntungan lebih banyak di ambil dari hasil keuntungan nya sendiri...


Pandi sudah berkali kali sering memberikan informasi tersebut kepada Arga, tapi.. Arga selalu tidak mau tahu karena dia sedang memikirkan hal yang lain yang lebih indah untuk dia nikmati..


"Pak Arga, selama satu bulan ini, anda sudah menggunakan uang proyek hingga sampai setengah dari yang ada, sedangkan proyek belum terbangun sampai setengah nya, tapi uang sudah habis anda tarik hingga setengah, dan itu bisa berdampak dengan dana perusahaan pak Arga, yang harus menutupi dari kekurangan tersebut "


"Apa...! tidak.. bagaimana mungkin aku menggunakan uang hingga setengah nya Pandi, pasti kau sudah salah menghitung"


"Tidak pak.., saya tidak salah menghitung, Karena bukti transaksi penarikan langsung keluar dari bank Central, seperti nya mereka mulai mencurigai penarikan yang anda lakukan secara ugal ugalan pak Arga"


"Apa...! untuk apa mereka ingin mengetahui untuk apa saja uang yang sudah aku tarik, bukan kah mereka itu hanya tempat untuk penyimpanan uang, soal kegunaan uang nya mereka tidak perlu mengetahui nya Pandi"


Jelas Pandi membuat Arga merasa sangat terkejut , bagaimana mungkin pihak bank melarang perusahaan nya untuk menarik dana proyek, sedangkan Arga sudah tidak memiliki uang saat ini..


Itu sama saja, jika Arga harus memodali pembangunan proyek dengan uang pribadi yang dia punya sebagai ganti uang yang telah dia gunakan..


"Tidak.... ini tidak boleh terjadi, aku ingin sekali bertemu dengan presdir pemilik bank Central tersebut"


"Baiklah... saya akan mengatur jadwal pertemuan anda pak Arga,"


"Secepatnya Pandi, aku tidak mau jika sampai aku harus mengganti rugi uang yang sudah terpakai itu"


"Pak Arga, jika anda tidak bisa mengganti rugi uang proyek tersebut, seperti nya anda bisa di kenakan tindak kriminal dengan tuduhan melakukan korupsi pak Arga, dan Anda bisa di tuntut oleh pihak yang di rugikan"


"Apa...!!! tidak, itu tidak boleh terjadi Pandi, cepat kau kerahkan semua pekerja proyek untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, aku tidak mau jika sampai masuk ke dalam penjara Pandi"


Ujar Arga dengan wajah frustasi, baru saja dia di tinggalkan oleh sang istri, dan sekarang Arga telah mendapat kan kesialan dari proyek nya tersebut...

__ADS_1


Setelah itu Pandi langsung keluar dari ruang kerja milik bos nya tersebut, Sedangkan kan Arga dia mulai bangkit dan mondar mandir kesana kemari...


"Hancur.... hancur sudah perusahaan ku jika aku tidak bisa membayar uang proyek yang sudah aku pakai dan bagaimana mungkin aku tidak menyadari jika uang y yang aku tarik sudah melebihi dari yang seharusnya , pakai apa aku mengganti uang tersebut, sedangkan semua tabungan dan harta ku sudah di alih kan untuk kedua anak ku, tidak... seperti nya aku harus meminta tabungan milik ku kembali, bagaimana pun cara nya aku harus berbicara dengan Aira, aku tidak mau jika harus masuk kedalam penjara"


Ucap Arga benar-benar stress , tak lama kemudian terdengar pintu kerja milik nya mulai di ketuk dari luar..


Dan Arga mempersilahkan orang tersebut untuk segera masuk


"Masuk... "


Cklek....


Pintu mulai terbuka di susul dengan masuk nya karyawan wanita yang membawa sebuah amplop berwarna coklat..


"Ada apa hah? "


Tanya Arga dengan kesal..


"Pak Arga, ini ada surat dari anda yang di kirim oleh seseorang, seperti nya dia suruhan dari pihak pengadilan.."


Dehhh......


Jantung Arga langsung berdetak hebat saat mendengar nama pengadilan, siapa kira kira yang sudah mengundang Arga ke pengadilan, apakah perusahaan yang menuntut Arga, atau juga surat perceraian yang di urus oleh istri nya Aira.


"Bawa kesini"


Teriak Arga dengan jantung berdebar, dengan cepat pria itu langsung membuka amplop dan mengeluarkan isi di dalam amplop tersebut.


Dan benar saja dugaan nya, jika itu adalah surat perceraian yang telah di gugat oleh istri nya Aira...


Arga langsung meremas kertas putih tersebut dengan perasaan marah , tidak... sampai mati pun Arga tidak akan menyetujui perceraian tersebut...


"Tidak.... kau tidak bisa bercerai dari ku Aira"


Teriak Arga dengan sangat frustasi....

__ADS_1


__ADS_2