Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Ketegasan Aira


__ADS_3

Setelah persidangan selesai, Aira dan Nadia langsung bangkit dari kursi mereka..


Dan saat akan melangkah kan kaki untuk keluar dari barisan kursi tersebut tiba-tiba saja terdengar suara seorang pria yang sedang berjalan menuju ke arah dirinya,


Di temani oleh seorang wanita murahan yang terus mengapit tubuh pria tersebut.


"Apakah kau tidak ingin mengucapkan kata selamat perpisahan kepada ku Aira "


Ucap Arga memasang wajah sedih sekaligus mengejek..


Aira hanya diam tidak menjawab, dia berniat untuk mengabaikan mantan suami nya itu, apa lagi ada wanita j*l*ng tak tahu malu, yang terus saja tersenyum menatap Aira..


"Mbak Aira.... terimakasih ya karena kau sudah melepaskan mas Arga untuk diriku, bahkan kau juga sangat baik karena telah memberikan harta mas Arga kembali, jika begini kami bisa secepatnya segera menikah"


Ucap Dara yang telah berani mengeluarkan suara nya,


Aira langsung menatap tajam ke wajah wanita tersebut, sungguh ingin sekali Aira mencekik wanita itu sampai mati,


Tapi ... tentu saja itu bukan lah gaya Aira, yang melakukan kekerasan sehingga bisa merugikan dirinya sendiri..


"Apakah kau sedang berbicara dengan ku? seperti nya aku tidak mengenal mu, karena aku tidak suka berbicara dengan wanita J*l*ng seperti dirimu"


Ucap Aira menatap remeh ke arah Dara dan juga Arga,


Dan perkataan Aira tersebut benar benar membuat kedua orang tersebut merasa sangat marah..


"Jaga ucapan mu mbak Aira..! siapa yang kau sebut wanita ****** hah, aku adalah wanita terhormat, bahkan aku masih suci saat berhubungan dengan suami mu, salah kau saja karena kau tidak bisa menjaga mas Arga dengan baik... "


"Benarkah seperti itu..! sayang nya aku tidak mau mendengar penjelasan apa pun dari mu, sekarang minggir lah,karena aku mau lewat"


"Aira... kenapa kau sangat sombong dan sok hebat, jangan lupa Aira, kau hanya lah wanita rumahan yang tidak memiliki pekerjaan apa pun, tanpa aku kau akan hidup kesusahan Aira"


Ujar Arga yang merasa emosi..


Aira langsung tersenyum mendengar perkataan dari mantan suami nya tersebut,


Seperti nya Arga terlalu meremehkan dirinya yang selama ini hanya menjadi ibu rumah tangga, apakah Arga lupa jika itu semua Aira lakukan juga karena dirinya yang meminta nya...


"Jangan terlalu meremehkan mantan istri mu ini mas Arga, karena kau tahu sendiri bukan, jika nasib ku selalu berada di jalan yang baik, sekarang kita lihat saja apa yang terjadi dengan hidup mu setelah kita resmi berpisah, apakah rezeki mu akan sama seperti sebelumnya saat sedang bersama ku juga? tapi... seperti nya aku meragukan nya mas Arga... "


"Cih... jangan sombong mbak Aira, apakah kau kira semua kekayaan mas Arga itu karena dirimu , belum tentu mbak Aira, , itu semua karena mas Arga sendiri yang mau berusaha dan pintar dalam berbisnis"

__ADS_1


"Hahaha.... baiklah... terserah kalian berdua mau berkata apa, aku juga tidak mau tahu, sekarang ayo kita pergi Nadia"


Ajak Aira meninggal kan kedua orang tersebut..


Dari arah pintu, ternyata sedari tadi Gio terus memperhatikan pembicaraan mereka..


Gio tersenyum bangga karena Aira tidak terlihat menyedihkan di depan Arga, malah dia terlihat sangat kuat dan juga tegar.


"Bagus Aira, aku bangga kepada mu"


Gumam Gio tersenyum tipis hingga akhirnya Aira telah berada di dekat dirinya, Gio langsung menggenggam tangan Aira dengan erat...


"Ayo kita pergi"


Ucap Gio langsung menarik tangan Aira keluar dari gedung tersebut..


Aira di buat terkejut dengan tingkah laku Gio yang menjadi sangat dekat dengan nya, apakah Gio sengaja ingin membuat Arga menjadi panas melihat kedekatan mereka berdua..


Begitu juga dengan Nadia, dia tersenyum senang menatap kakak nya yang sudah berani menggenggam tangan Aira..


"Bagus kak, akhirnya kau mulai memberanikan diri untuk mendekati Aira, semoga saja kalian berjodoh kak"


Gumam Nadia di dalam hati..


"Lepas Dara, kau sudah membuat ku gerah"


Ucap Arga emosi , dia benar-benar merasa panas saat melihat Aira yang terlihat kuat dan tak merasa cemburu sedikit pun,


Di tambah lagi dengan Gio yang sudah berani menggenggam tangan mantan istri nya tersebut, benar benar membuat Arga merasa sangat kesal..


"Bangsat... bajingan...., kenapa bisa seperti ini, sekarang aku telah kehilangan Aira ku"


Ucap Arga membuat Dara menjadi ikut kesal


"Apa maksud mu mas Arga? apakah kau tidak ikhlas bercerai dengan mbak Aira? bukan kah kau sudah tidak menyukai nya lagi? "


Tanya Dara dengan wajah penuh kecewa


"Mana mungkin aku tidak menyukai nya lagi, apakah kau fikir kau bisa menggantikan Aira ku, kau itu hanya lah pemuas ku Dara, tidak akan bisa sama seperti Aira"


"Tutup mulut mu mas...,aku tidak suka mendengar kau berbicara seperti itu, sekarang tidak ada pilihan lain, kau harus segera menikahi ku"

__ADS_1


Ucap Dara penuh penekanan..


"Hahaha..... menikah, aku tidak janji Dara, karena aku masih belum menyerah untuk mendapatkan Aira kembali... "


"Mas Arga....!!! "


Teriak Dara emosi..


"Jangan meneriaki ku Dara, sekarang ayo kita pulang, aku benar-benar sangat kesal saat ini"


Ajak Arga menarik tangan Dara dengan paksa...


Dara meneteskan air mata nya, di dalam hati nya, Dara sudah bertekad agar bisa membuat Arga bertekuk lutut kepada dirinya.


"Kau harus mencintai ku mas Arga, apa pun yang terjadi, kau harus menikahi ku, semoga saja aku akan secepatnya hamil, dengan begitu mas Arga akan menikahi ku "


Gumam Dara di dalam hati nya,


Jangan sampai pengorbanan nya yang telah meninggal kan sang ibu di kampung menjadi sia sia,


Dara tidak mau jika dia harus di buang oleh Arga dan harus kembali ke kampung nya lagi,,,


Di sisi lain, Gio yang masih memegang tangan Aira dengan erat kini langsung melepaskan tangan wanita tersebut..


Sungguh Gio benar-benar malu karena sudah bersikap agresif dengan wanita yang baru berstatus janda itu


Jangan sampai Aira menjadi salah paham dengan sikap nya tersebut..


"Maaf, aku tidak bermaksud lancang, aku hanya ingin membuat Arga menjadi panas saja Aira"


Ucap Gio sambil masuk ke dalam mobil.. Meninggalkan Aira yang masih belum menjawab perkataan Gio tersebut...


"Ayo masuk"


Ajak Nadia kepada Aira...


"Nad... kakak mu terlihat sangat menyeramkan, aku.. benar-benar terkejut dengan sikap nya itu"


Bisik Aira di kuping Nadia, membuat Nadia langsung tertawa lucu..


"Kak Gio memang seperti itu, kau harus bisa memaklumi nya ya"

__ADS_1


Ucap Nadia membuat Aira menjadi terbengong


"Apa maksud dari memaklumi nya apakah kak Gio akan selalu bersikap seperti ini kepada ku"? ".. Tanya Aira di dalam hati


__ADS_2