
Di sebuah rumah mewah milik keluarga Fernandez terdengar suara hiruk piruk kebahagiaan dari para undangan dan juga para keluarga serta kedua mempelai..
Nadia sudah resmi menjadi istri dari seorang pengusaha sukses yang bernama Rendy Pratama,
Dan malam ini mereka sedang melakukan resepsi pernikahan di halaman rumah milik keluarga Fernandez...
Bukan nya tidak ingin menyewa hotel berbintang atau pun aula mewah, tapi entah mengapa bibi Sinta lebih suka jika setiap pernikahan putra putri nya akan di adakan di rumah nya saja agar terasa lebih dekat dengan keluarga dan para kerabat...
Malam ini para tamu undangan sangat lah ramai, membuat kedua anak Aira terpaksa di boyong pulang oleh Ayah Bimo,
Jadi kini tinggal lah Aira sendiri, yang masih setia menghadiri acara resepsi pernikahan sahabat nya tersebut...
"Hay.... apakah kau sendiri? "
Tanya seorang pria yang rupa nya sedari tadi terus memperhatikan Aira dari kejauhan..
Sedangkan Gio dia terpaksa meninggalkan Aira sekejap karena harus menemui para klien penting papa nya dan juga dirinya yang telah hadir sebagai tamu undangan...
Aira menoleh menatap sapaan dari suara tersebut, ini lah yang Aira tidak sukai jika sedang berada di tempat ramai dalam keadaan sendirian...
"Maaf...saya tidak sendiri, karena rekan saya sedang pergi sebentar"
"Benarkah...! tapi tidak ada salah nya bukan, jika aku menemani mu"
"Tidak perlu, karena Gio Fernandez sebentar lagi juga akan kembali untuk menemui saya"
Jawab Aira yang sengaja mengucapkan nama Gio agar pria itu merasa segan terhadap sang pemilik rumah...
"Hahaha.... jadi kau adalah pasangan Gio Fernandez, bagaimana mungkin kau mau dengan pria dingin dan kaku itu, aku rasa kau sudah salah memilih pasangan nona"
Kata pria tersebut yang malah menertawakan Gio dengan sangat lucu,
Aira terdiam mendengar ucapan pria tersebut, seperti nya perkataan Aira barusan benar-benar tidak membuat nya merasa segan sedikit pun
Setelah melihat situasi yang tak terkendali, Aira memutuskan untuk pergi dari tempat berdiri nya, seperti nya Aira akan mendekati tante Sinta agar lebih aman dan nyaman...
"Maaf, saya harus pergi sekarang juga, nikmatilah pesta nya"
Ucap Aira langsung melangkah kan kaki nya, hingga detik kemudian tiba-tiba saja Aira merasakan jika tangan kanan nya sudah di cekal oleh seseorang....
"Apa yang kau lakukan! kenapa kau memegang tangan ku tanpa izin?"
Tanya Aira dengan nada marah, pria itu tidak memperdulikan Aira, dia malah tersenyum dan mencoba menarik tangan Aira dengan kuat..
__ADS_1
Aira mencoba untuk memberontak, tapi dia berusaha agar tidak menimbulkan keributan agar tak menganggu acara sahabat nya tersebut..
Pria itu terus menarik tangan Aira, hingga kaki Aira mulai terseret ke arah taman belakang...
"Lepas... kau mau bawa aku kemana, jangan lancang, aku tidak mengenal mu, jangan sampai aku menjerit karena ulah mu"
"Lakukan jika kau mau, dan itu bisa menyebabkan keributan, apakah kau mau pesta anak dari pengusaha sukses menjadi berantakan karena ulah mu hah! "
Ancam pria tersebut, menatap tajam Aira, dan tetap menyeret tangan nya...
Aira tidak tinggal diam, dia menjerit pelan kepada orang-orang yang mereka lewati, tapi seperti nya orang yang melihat Aira hanya diam tak memperdulikan...
"Tolong.. tolong aku, pria ini adalah orang jahat, dia memaksa ku untuk mengikuti nya, tolong bantu aku"
"Hahaha.... percuma saja, kau berteriak seperti itu nona cantik, karena mereka tidak akan memperdulikan nya"
Tanpa sadar kini Aira sudah berada di taman paling belakang, tempat itu sangat jauh dari hiruk piruk keramaian, dan pria tersebut langsung menghempaskan tubuh Aira hingga menabrak dinding rumah tersebut...
Aira terlonjak kaget dengan perlakuan dari pria tersebut, hingga akhirnya pria itu kembali tersenyum menyeringai...
"Lihat lah, dengan mudah aku bisa membawa mu ketempat ini bukan"
"Sebenarnya kau mau apa, tolong jangan ganggu aku, karena aku tidak mengenal mu"
"Kau memang tidak mengenal ku nona, tapi Gio sangat mengenal ku, seperti nya kau adalah wanita yang di sukai oleh Gio, dan itu arti nya kau juga adalah wanita yang aku sukai saat ini"
"Tidak semudah itu nona, sebelum Gio merasakan mu, maka aku dahulu yang harus menyentuh mu"
Ucap pria tersebut langsung berusaha memeluk tubuh Aira,
Aira berusaha kuat untuk memberontak, dia bahkan berhasil menyepak burung pria itu agar bisa melarikan diri..
Dan detik kemudian..
"Bajingan kau bangsat, berani sekali kau menyentuh wanita ku"
Bukk..... buk.... bukkkk......
Gio datang dan langsung memberikan pukulan yang sangat keras ke wajah pria tersebut, membuat Aira merasa lega dan juga takut...
"Hahaha..... akhirnya kau muncul juga Gio Fernandez, aku benar-benar suka dengan wanita mu itu Gio"
Kata pria tersebut yang sudah terduduk di atas rerumputan..
__ADS_1
"Cih... siapa yang telah mengundang mu hah! aku benar-benar membenci mu, bahkan setelah aku keluar dari kelompok prajurit negara, kenapa kau masih sangat suka mengganggu ku brengsek, dan sekarang kau mau menyentuh wanita ku, akan aku bunuh kau sekarang juga Dimas sialan"
Teriak Gio yang sudah memeluk tubuh Aira dengan erat
Sungguh Aira tidak mengerti dengan apa yang terjadi, pria itu tampak menyeram kan begitu juga dengan Gio,
Tapi di balik itu semua, tersirat rasa rindu di mata mereka masing-masing...
"Aku sengaja menjebak mu, agar kau mau mengikuti langkah ku, jika tidak begini, aku yakin kau tidak akan menghiraukan kedatangan ku dan para prajurit yang lain, karena kau sangat sibuk dengan klien penting mu itu"
Jawab Dimas tertawa penuh arti, membuat Aira mulai mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh pria tersebut..
Seperti nya Aira telah lupa, jika Gio adalah mantan prajurit negara yang memilih pensiun di umurnya yang baru menginjak 35 tahun,
Dan tentu saja kedatangan mereka untuk menghadiri acara resepsi adik nya Gio serta bertemu dengan Gio sebagai kejutan...
"Siapa yang telah mengundang kalian semua? "
Tanya Gio menatap tajam
"Calon mertua mu yang mengundang kami, alias purnawirawan Bimo, yang tak pernah lupa dengan kami, tidak seperti mu, kacang lupa kulit nya"
Bukk....
Gio mulai melepaskan pelukan nya di tubuh Aira dan kembali memukul perut Dimas dengan kuat..
Mereka saling tertawa dan saling membalas layak nya anak kecil yang sedang bermain...
Dan ini lah sosok Gio yang tidak pernah Aira ketahui, jika dia adalah seorang pemimpin prajurit yang sudah mengundurkan diri...
"Sayang, perkenalkan dia adalah teman seangkatan ku, Dimas Prasetyo"
Ucap Gio kepada Aira,
Aira langsung mengangguk dan tersenyum kaku menatap pria tersebut...
"Maaf, jika sudah membuat mu takut, aku hanya mengetes mu saja tadi, ternyata kau sangat berani ya, bahkan kau telah menyepak senjata milik ku dengan sangat kuat"
Ucap Dimas membuat Aira merasa malu dan juga bar bar...
"Itu balasan yang pantas untuk mu Dimas, jika perlu aku akan memotong nya sampai habis sekalian"
"Jangan , aku kan juga belum menikah, sama seperti mu"
__ADS_1
Ucap Dimas langsung tertawa bersama dengan Gio,
Aira juga ikut tersenyum menatap kebahagiaan kecil dari mereka berdua, ternyata Gio memiliki sisi ceria saat bertemu dengan teman seperjuangan nya...