
Setelah puas saling mengejek dengan Pria yang bernama Dimas, Gio langsung mengajak Aira dan juga Dimas untuk kembali ke tempat di adakan nya resepsi pernikahan..
Kali ini Gio benar-benar erat menggenggam tangan Aira, jangan sampai wanita itu kembali terlepas dari genggaman nya dan di ganggu oleh pria lain lagi..
Walaupun Dimas teman seangkatan nya itu hanya sedang bercanda, tapi tetap saja Gio merasa tidak suka saat Dimas berani menyentuh tangan wanita pujaan nya dan menarik tangan tersebut dengan cara paksa...
Dimas yang mendapat kan amukan dari Gio pun hanya bisa pasrah ,walaupun saat ini wajah nya sudah penuh dengan lebam dan bekas bogeman mentah dari tangan Gio..
Sesampainya di tempat acara pernikahan, Gio dan Aira langsung di sambut oleh sekelompok orang orang berwajah tegas dan juga sangar
Mereka menunduk hormat kepada Gio sambil tersenyum bahagia..
"Hormat kami panglima,"
Ucap mereka dengan serentak..
Gio langsung tersenyum kaku, entah mengapa dia tidak suka jika jati dirinya yang sebagai seorang prajurit negara di ketahui oleh para undangan yang hadir di tempat tersebut...
"Iya, selamat bertemu kembali para sahabat ku, sekarang kalian bisa menikmati hidangan yang ada, aku akan pergi menemui mempelai pengantin terlebih dahulu"
Ucap Gio dengan sopan, salah satu prajurit langsung mendekati Gio dan memberikan salam dengan hormat,
Seperti nya Gio memiliki tugas dari pemerintah yang harus dia laksanakan
"Hormat saya panglima, sebenarnya kedatangan kami kesini bukan hanya untuk menghadiri acara pesta pernikahan adik panglima, tapi ada hal penting yang lain nya"
"Baiklah.. jika begitu kita akan bertemu sebentar lagi, berkumpul lah di dalam rumah ku, sebentar lagi aku akan menyusul"
"Siap panglima"
Ucap mereka dengan suara berbisik..
Setelah itu mereka langsung menikmati hidangan yang ada sebelum berkumpul di dalam rumah keluarga Fernandez..
Aira mengikuti langkah kaki Gio yang sudah menggandeng tangan nya, dan kedatangan mereka langsung di sambut bahagia oleh kedua orang tua Gio dan juga Nadia..
"Sayang... kamu kemana saja dari tadi, mama cari kamu lo nak? "
Tanya mama Sinta yang langsung memeluk tubuh Aira..
Membuat Aira tersenyum mendapatkan perlakuan sayang dari wanita tersebut..
"Aira habis pergi sama Gio mah, oya apakah acara foto foto nya sudah selesai? "
Tanya Gio yang ikut menimpali
__ADS_1
"Belum, kami kan sedang menunggu kedatangan kakak, ayo sekarang kita foto keluarga, aku ingin kita foto dengan saling berpasang pasangan"
Ucap Nadia dengan semangat, setelah itu mereka langsung melakukan foto keluarga yang tampak bahagia,
Hingga beberapa jam kemudian, pesta mulai tampak sunyi, karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam,
Aira yang awal nya akan pulang kerumah pun langsung di hadang oleh mama Sinta, yang telah bersekongkol dengan putra nya...
"Ma.. tapi Aira harus pulang sekarang, karena waktu sudah semakin malam"
Ucap Aira menatap mama Sinta..
Mama Sinta langsung memegang tangan Aira dan menuntun wanita itu untuk masuk ke dalam rumah mereka..
"Sayang... kamu pulangnya harus di antar oleh Gio, jangan pulang sendiri, "
"Iya... tapi kak Gio sedang mengadakan pertemuan dengan para angkatan nya, bagaimana jika Aira di antar oleh supir mama saja? "
"Tidak... jangan membantah sayang, Gio yang akan mengantarkan kamu, sekarang kamu beristirahat dulu di kamar tamu ya sayang,"
"Tapi ma..!
" Setelah Gio selesai, dia pasti akan langsung mengantarkan kamu pulang "
"Baiklah ma"
Kini Aira sudah tiba di kamar tamu yang ada di rumah keluarga Fernandez, sesampainya di dalam mama Sinta mengajak Aira untuk berbincang bincang sebentar,
Dan setelah itu mama Sinta pamit untuk keluar karena sudah merasa gerah dan ingin berganti pakaian..
Kini tinggal lah Aira sendiri, di dalam kamar tamu tersebut, sebelum membaringkan tubuh nya di atas ranjang, Aira menyempatkan diri untuk menelfon ibu Puja terlebih dahulu..
"Hallo sayang"
Ucap Ibu Puja di dalam telfon..
"Hallo bu, bu seperti nya Aira pulang nya sedikit terlambat karena kak Gio sedang ada tamu, mama Sinta memaksa Aira untuk menunggu kak Gio, apakah ibu tidak marah? "
Tanya Aira merasa tidak enak..
"Ya sudah tidak apa apa kok nak, lagian kedua anak mu sudah tidur, sekarang kamu istirahat saja terlebih dahulu, nanti nak Gio akan mengantarkan kamu pulang sayang"
"Iya.. Aira titip anak anak ya buk, Terimakasih buk karena sudah mau menjaga Laura dan Jason"
"Nak... mereka berdua adalah cucu ibu, jadi sudah sepantasnya kami menjaga mereka berdua, ya sudah ibu mau istirahat juga ya nak, nanti panggil saja kalau sudah tiba di rumah"
__ADS_1
"Iya bu, selamat istirahat bu"
Setelah menelfon Aira langsung membaringkan tubuh nya di atas ranjang yang ada di kamar itu
Sungguh mata Aira terasa sangat mengantuk dan juga lelah karena sedari pagi tadi Aira sudah menghadiri acara pernikahan Nadia..
Dan tanpa sadar, kini mata Aira telah terpejam dengan rapat,
Aira sudah masuk ke dalam mimpi yang sangat indah...
****
Sedangkan di ruangan lain, tepat nya ruangan tertutup di rumah keluarga Fernandez,
Saat ini Gio bersama angkatan nya sedang melakukan pembicaraan yang sangat serius..
Gio yang sebenarnya sudah mengundurkan diri, malah di minta oleh mentri pertahanan untuk melakukan misi yang sangat berbahaya
Gio ingin sekali menolak misi tersebut, tapi para prajurit milik nya terus memaksa dan memohon agar Gio mau menjalankan misi yang sangat berbahaya itu...
"Panglima, kami mohon... berjuang lah bersama kami, kami sangat membutuhkan dirimu panglima"
Ucap Dimas dengan wajah memohon..
Gio terdiam membisu, mendengar perkataan tersebut,
Niat hati ingin beristirahat agar bisa mengejar kekasih pujaan nya, tapi seperti nya Gio kembali di berikan cobaan dan ujian untuk hubungan nya tersebut..
"Apakah kalian tahu jika aku sedang melakukan misi percintaan ku, kenapa kalian selalu mengganggu rencana ku itu"
"Kami tahu panglima, tapi kami juga sangat membutuh kan kehadiran panglima, kami tidak ada apa apa nya tanpa anda panglima"
"Cih.... jadi kapan aku bisa pensiun jika kalian terlalu manja begini, baiklah. seperti nya aku harus mengambil keputusan yang terbaik, agar aku tidak kehilangan Aira lagi"
"Kami akan membantu Anda panglima , kira kira apa yang bisa kami lakukan? "
Tanya mereka dengan tatapan serius..
"Dua hari lagi siapkan pernikahan ku, aku mau kau yang mengurus data data pernikahan ku secara resmi di pengadilan agama, setelah aku sah menikahi Aira, maka seminggu kemudian aku akan ikut berperang bersama kalian"
"Benarkah Panglima..! baiklah akan kami lakukan dengan segera, terimakasih panglima"
Ucap mereka dengan serempak.....
Keputusan sudah Gio ambil, dan semoga saja Aira mau menerima ajakan nya untuk segera menikah...
__ADS_1
"Kau tidak boleh menolak ku Aira, apa pun yang terjadi, kau harus menjadi istri ku"
Gumam Gio tersenyum menyeringai