
Degghhhh.....
Jantung Arga langsung berdetak hebat setelah melihat segerombolan pria berpakaian seragam kepolisian,
Arga yang merasa memiliki kesalahan pun langsung berbalik untuk segera masuk kedalam lift kembali, .
Dengan cepat Arga berlari memutar tubuhnya, hingga beberapa saat kemudian, langkah Arga terhenti karena merasakan tarikan tepat di tangan kanan nya
"Tuan mau pergi kemana? "
Tanya satpam yang berada di samping tubuh Arga, membuat pria itu langsung mendengus dengan marah..
"Hey satpam bodoh, lepaskan tangan ku segera, jangan kau halangi aku, kau benar benar payah"
"Tuan Anda tidak bisa pergi, karena tamu anda sudah datang tuan"
"Tamu yang mana yang kau maksud hah! apakah para polisi itu yang kau sebut tamu, dasar satpam bodoh, aku tidak mau bertemu dengan mereka semua, sekarang kau usir mereka dari dalam kantor ku"
"Tidak bisa tuan, karena anda harus bertemu dengan mereka, sekarang tetap lah disini, jangan membantah"
Ujar satpam tersebut yang memasang wajah mengerikan
Arga terkejut kaget ketika melihat ekspresi dari satpam tersebut, bukan kah dia adalah bos nya, tapi kenapa satpam sialan itu malah menentang nya dengan keras..
Arga berusaha untuk segera memberontak, hingga tak lama kemudian terdengar suara para polisi yang mulai berlari ke arah dirinya..
Mereka menodongkan senjata ke arah Arga sambil mengelilingi dirinya hingga tidak bisa keluar dari tempat tersebut..
"Jangan bergerak, sekarang kau sudah kami kepung"
Teriak salah satu polisi,memberikan peringatan setelah itu dia langsung memberikan isyarat kepada teman nya yang lain untuk menangkap Arga secepat mungkin
Membuat Arga semakin panik dan berusaha untuk kabur dari tempat tersebut..
"Jangan, lepaskan aku, aku tidak bersalah, jangan tangkap aku"
Teriak Arga menggema di dalam kantor tersebut , hingga tak lama kemudian, para polisi mulai berhasil menangkap kedua tangan Arga dan Memborgol nya dengan sangat kuat
Arga terus berteriak histeris, dia tidak Terima atas perlakuan para polisi yang sudah memborgol dirinya
"Lepaskan aku, kalian benar-benar tidak bisa bekerja dengan baik, apa salah ku sehingga kalian berani menangkap ku seperti ini hah! aku bisa melaporkan kalian semua ke mentri dan juga pak presiden, aku tidak bisa menerima ini"
__ADS_1
"Tuan Arga, anda sudah menjadi tersangka dalam kasus penyelewengan dana dan juga korupsi secara besar besaran,jadi anda harus segera mempertanggung jawab kan kesalahan anda tersebut"
"Tidak.. itu bohong, aku tidak pernah melakukan korupsi, aku hanya memakai uang dari keuntungan usaha ku, kalian benar-benar telah di tipu, sekarang lepaskan aku brengsek"
"Diam, atau kau akan kami tahan dengan hukuman yang sangat berat"
Ucap salah satu polisi yang mulai ikut kesal terhadap pemberontakan Arga.
Hingga beberapa menit kemudian, Arga di kejutkan oleh kehadiran beberapa klien yang telah dia curangi, di susul dengan hadir nya para orang orang yang sangat dia kenal...
"Kalian..... jadi kalian semua sudah berencana untuk menjebak ku, kau.... kau sengaja bekerja sama dengan mereka bukan? "
Tanya Arga dengan sangat syok,
Mata nya kini sudah menuju ke arah Aira yang berdiri menatap ke arah Arga...
"Maaf... aku tidak pernah berencana untuk menjebak mu mas Arga, tapi... kau sendiri lah yang telah salah memilih jalan"
"Bohong.. kau pasti bohong Aira, katakan saja, jika kau masih dendam kepada ku, karena aku lebih memilih Dara di bandingkan dirimu, jadi kau berusaha membuat hidup ku hancur berantakan, benar bukan? "
"Terserah kau mau berkata apa mas Arga, tapi satu hal yang harus kau tahu, jika kau harus mempertanggung Jawabkan semua perbuatan jahat mu itu"
"Tidak... aku tidak mau, aku tidak bersalah, dan kau Pandi, kau pasti yang sudah membongkar semua perbuatan ku bukan, kau telah berkomplot dengan Gio brengsek itu, kau benar benar pria bajingan Pandi, kau tidak ada beda nya dengan Rio si bangsat itu"
Teriak Rio yang ikut tersulut emosi, melihat keadaan yang mulai tak terkendali, Gio langsung menyuruh para petugas kepolisian untuk segera membawa Arga menuju ke kantor polisi..
Setelah itu Gio mulai menenangkan Rio yang masih terlihat sangat marah, pria itu sampai berlari untuk mengejar Arga,
Karena dia sangat kesalahan terhadap pria licik tersebut..
"Jangan Rio, jangan kau kotori tangan mu untuk memukul Arga, kau tidak pantas menyentuh nya Rio"
Ucap Gio berusaha menenangkan...
Dengan cepat Rio mulai menetralkan emosi nya, dan membiarkan para petugas menarik paksa Arga yang terus saja memberontak..
Di sepanjang perjalanan menuju mobil petugas, Arga terus berteriak menyumpahi serapah mereka semua. yang menurut nya sudah berani menjebak dirinya...
"Aku benar-benar geram dengan dia Gio, bagaimana mungkin aku mempunyai seorang teman yang tidak tahu malu seperti dia"
"Ya... itu lah Arga yang sebenarnya, dari muda dulu dia tidak pernah berubah, "
__ADS_1
Jawab Gio menatap Rio setelah itu Rio mulai melihat ke arah Aira yang memasang wajah nanar dan penuh kekecewaan..
"Aira... kau jangan pernah menyesal dengan apa yang kau lakukan, saat ini pilihan mu sudah sangat tepat untuk meninggalkan pria seperti Arga dan membantu kami untuk menangkap pria bajingan tersebut, kau akan hidup damai bersama Laura dan juga Jason , aku jamin itu"
Ucap Rio dengan tatapan tulus, membuat Aira langsung tersenyum..
"Terimakasih mas Rio, karena sudah membantu ku selama ini, kau benar-benar seorang kakak yang baik"
"Tentu saja, aku adalah kakak angkat yang baik untuk mu, karena istri ku adalah sahabat mu juga, oya sebentar lagi masa idah mu telah usai, apakah kau mau aku carikan seorang jodoh? "
Tanya Rio menggoda, membuat sepasang mata langsung menatap tajam ke arah dirinya..
"Hehe... tidak perlu kakak, aku belum memikirkan hal seperti itu"
"Benarkah...! tapi aku memiliki kenalan orang orang kaya, termasuk duda duda tampan dan mapan, aku rasa kau cocok jika aku jodoh kan dengan mereka"
"Cukup...... "
Suara Gio mulai menggema di dalam loby kantor tersebut,
Membuat mereka semua langsung menatap ke arah Gio..
"Aira tidak perlu jodoh mana pun, karena jodoh nya yang baru sudah berada di depan mata nya, sekarang kau urus para klien itu, kau ku angkat sebagai asisten ku"
Ucap Gio dengan sangat tegas, sambil menarik tangan Aira dengan erat...
Rio tersenyum senang mendengar perkataan Gio barusan, akhirnya dia mendapatkan pekerjaan juga...
"Terimakasih Gio, aku do'akan agar kau bisa mendapatkan nya"
Teriak Rio menatap kepergian Gio yang sudah keluar dari kantor tersebut..
Aira menatap heran ke arah bos nya tersebut, kenapa juga Gio memegang tangan nya dengan sangat erat..
"Tuan... anda memegang tangan saya"
"Biarkan saja, jika perlu, aku akan melakukan nya setiap saat"
"Apa...!!! tapi.....
" Jangan banyak berbicara Aira, nikmati saja sentuhan ini"
__ADS_1
Kata Gio tersenyum