
Dengan cepat Aira langsung bangkit dari duduk nya, dan segera berdiri tepat di depan wajah Arga yang masih berada di depan pintu...
Kedua anak Aira hanya diam melihat kedua orang tua tersebut,niat hati ingin menyambut kedatangan papi mereka, tapi malah di urungkan karena merasa takut melihat wajah seorang pria yang tampak sangat menyeramkan...
"Mas... apakah kau tidak bisa berubah, aku mohon jaga sikap di depan kedua anak mu, lihat lah mereka menjadi takut saat menatap mu mas"
Ucap Aira memberikan peringatan..
"Ini semua karena ulah mu Aira, karena kau lebih memilih bercerai dari ku, sehingga aku harus mengalami nasib sial seperti ini, kenapa kau tidak bisa mengerti juga Aira, aku tidak suka dengan perpisahan kita"
"Tutup mulut mu mas, jangan suka menyalahkan aku dengan apa yang sudah terjadi, seharusnya kau itu menyesal dan bisa memperbaiki diri, bukan malah menyalahkan aku, jika kau tidak berkhianat, semua ini juga tidak akan menjadi seperti ini, lihat lah wajah kedua anak mu mas, mereka benar-benar takut saat melihat mu, mereka sudah jauh karena ulah mu sendiri "
"Bukan karena aku Aira, tapi karena Gio sialan itu, aku yakin pasti dia lah yang sudah memberikan racun untuk kedua anak ku agar mereka membenci ku Aira"
"Mas...... kau benar-benar tidak bisa berubah, selalu suka menyalahkan orang lain, sekarang kau mau bertemu dengan Laura dan juga Jason apa tidak, jika tidak maka aku akan segera pergi dari sini bersama mereka"
"Baiklah.. aku akan menemui mereka"
Ucap Arga sambil melangkah kan kaki nya ke arah meja tunggu tersebut...
Sesampainya di dekat meja itu, Laura yang awal nya sangat bersemangat untuk bertemu papi nya, kini malah memeluk tubuh Gio dengan sangat erat
Wajah Arga telah berubah sangat menyeramkan, di seluruh dagu dan atas bibir nya telah tumbuh rambut rambut halus yang menghiasi wajah nya tersebut,
Dan tentu saja hal itu membuat penampilan Arga tampak sangat berubah, Aira sendiri tidak pernah menyangka jika pria yang pernah dia cintai di masa lalu bisa mengalami nasib yang sangat menyedihkan seperti saat ini...
"Sayang... ayo salim sama papi, kamu juga ya Jason"
Ucap Aira dengan suara lembut, dengan cepat Jason langsung menyentuh tangan papi nya dan segera melepaskan dengan cepat
__ADS_1
Sedangkan Laura, gadis kecil itu masih betah berada di pelukan Gio membuat Arga menjadi merasa sangat kesal dan juga marah...
"Laura, ayo salim sama papi dulu nak? "
Ucap Aira sambil melerai pelukan di tubuh Gio, setelah itu Laura mulai menatap wajah Aira dengan perasaan takut, membuat Aira menjadi sedikit panik
"Laura kenapa nak? apakah kamu tidak mau salim sama papi, bukan kah Laura mengatakan jika Laura rindu dengan papi? "
"Iya.. Laura memang sudah rindu papi Mami, bahkan Laura sudah membelikan banyak makanan buat papi, agar papi tidak kehabisan makanan, tapi.... dimana papi Laura mami, kenapa om seram itu yang datang menemui kita, Laura takut mami"
Ucap Laura dengan suara berubah sedih dan juga takut, membuat mereka bertiga langsung terdiam membisu mendengar perkataan dari gadis kecil tersebut...
Degghhh....
Dada Arga seperti tertusuk dengan pisau yang teramat tajam, bagaimana mungkin putri nya sendiri, darah daging nya tidak mengenali sosok dirinya sebagai seorang ayah..
Tanpa terasa, air mata Arga sudah jatuh menetes membasahi pipi nya,
Sungguh rasa penyesalan memang selalu datang belakangan, teringat jelas di benak Arga, bagaimana dahulu dia memperlakukan kedua anak nya..
Arga tidak pernah menjadi seorang ayah yang baik, yang bisa memberikan waktu luang untuk kedua anak nya, bahkan di saat Laura menangis memohon pun, Arga selalu mengabaikan permintaan putri nya tersebut..
Hanya kebohongan dan janji palsu yang selalu Arga berikan untuk mereka bertiga, tapi.. Aira mantan istri nya sungguh adalah wanita berhati tulus, bahkan dia tidak pernah menaruh dendam untuk dirinya dan mengajarkan kebencian untuk kedua anak mereka...
"Hiks... hiks.... maaf kan papi nak, maafkan papi mu ini Laura, Jason, papi benar benar menyesal, andai semua bisa di ulang kembali, papi ingin memperbaiki semua nya nak"
Ucap Arga langsung luruh dari berdiri nya
Pria itu berlutut dan memohon ampun kepada kedua anak nya yang hanya diam menatap pria tersebut,
__ADS_1
Jason sudah mengetahui jika orang menyeramkan tersebut adalah ayah kandung nya, tapi entah mengapa rasa benci dan kecewa akibat kelakuan di masa lalu yang telah Arga gores kan di dalam hati dan juga benak nya,
Benar benar tidak bisa membuat Seorang Jason melupakan rasa sakit tersebut...
Sedangkan Laura masih diam membisu tanpa ingin tahu siapa pria yang sedang menangis di depannya saat ini..
Aira dan Gio ikut bersedih dengan penyesalan yang keluar dari mulut seorang Arga, akhirnya Arga bisa menyadari akan kesalahan yang dia perbuat di masa lalu kepada kedua anak anak nya..
"Hiks... hiks.. Aira... aku sungguh menyesali semua perbuatan ku di masa lalu, setelah mendekam di penjara seorang diri, aku bisa merenungi kejahatan yang telah aku lakukan kepada mu, sekarang kalian semua telah pergi meninggalkan aku, bahkan ibu ku sendiri memilih pulang ke kampungnya agar tidak bertemu lagi dengan ku, aku benar-benar sendiri saat ini Aira "
Ucap Arga penuh penyesalan,
"Aira,.. sebenernya aku terlalu gengsi untuk mengakui kesalahan ku, makan nya aku selalu menuduh orang lain atas kejahatan yang aku lakukan, kau adalah seorang wanita yang sangat baik Aira, dan kau tidak pantas bersanding sampai mati dengan ku, sedangkan aku, saat ini aku sudah mendapatkan ganjarannya,aku sudah miskin Aira, semua harta ku telah habis tak tersisa, hanya rumah dan perusahaan yang telah menjadi milik kedua anak kita yang tersisa,kau benar Aira, mungkin jika kau memberikan harta itu juga untuk ku, maka aku pasti sudah menjual nya hingga habis tak tersisa, sekarang aku sudah menyesali perbuatan ku, aku mohon, maafkan aku Aira , aku mohon "
Ujar Arga sambil mengatupkan kedua tangan nya..
Aira ikut meneteskan air mata mendengar penyesalan dari mantan suami nya tersebut..
Sebenci benci nya Aira, tetap saja masih tersimpan rasa sayang di hati wanita tersebut, karena hubungan yang mereka Jalani bukan hanya sekejap saja, tapi sudah hampir sepuluh tahun lama nya..
Gio yang melihat kerapuhan dari calon istri nya itu pun, langsung bangkit dari duduknya untuk mendekati tubuh Aira
Dengan cepat Gio memeluk tubuh Aira sambil mengelus tubuh wanita tersebut...
"Kau harus kuat sayang, lupakan semua masa lalu, karena kita memiliki masa depan yang sesungguhnya"
Bisik Gio tepat di telinga Aira, membuat wanita rapuh tersebut langsung membalas pelukan Gio dengan tak kalah erat
Dia menangis dengan terisak, membebaskan rasa sakit yang harus segera Aira lepaskan...
__ADS_1