
Tepat sore hari, Arga sudah tiba di apartemen milik nya, dengan membawa satu koper uang di tangan kanan nya, sedang kan uang yang lain nya ,sudah Arga pindah kan ke rekening pribadi nya sendiri...
Arga tersenyum puas saat telah masuk ke dalam Apartemen tersebut, dan tentu saja kedatangan Arga sudah sangat di nantikan oleh wanita bernama Dara yang sedari tadi sudah duduk menunggu di kursi ruang tamu..
"Mas Arga.... akhirnya kamu kembali juga mas"
Teriak Dara dengan kegirangan,
"Tentu saja sayang, lihat lah apa yang aku bawa di tangan ku ini Dara? "
"Itu koper mas, memang nya apa isi di dalam koper itu mas? "
Tanya Dara penasaran, Arga langsung duduk di kursi tamu tersebut, dan Dara mengikuti langkah kekasih nya itu..
"Apakah kau memang tidak mengetahui nya Dara? "
"Aku tahu mas... tapi aku takut salah menjawab nya"
"Jawab lah Dara, jangan ragu, apa menurut mu yang berada di dalam koper ini? "
"Uang... "
Jawab Dara dengan spontan, membuat Arga langsung menganggukkan kepala nya dengan tertawa bahagia..
"Aaaaa....... akhirnya kamu mendapatkan nya mas, aku benar-benar bahagia mas Arga. "
Teriak Dara langsung memeluk tubuh Arga dengan sangat erat, bahkan wanita itu sampai meloncat loncat di dalam pelukan Arga...
"Haha.... apakah kau sangat bahagia Dara? "
Tanya Arga menatap wajah Dara..
"Tentu saja mas, aku sangat bahagia, kau benar-benar pintar mas, aku sangat bangga dengan mu mas"
Ucap Dara memuji Arga membuat Arga menjadi sangat tersanjung dan juga bangga...
"Baiklah karena kau sudah memujiku, maka kau akan memberikan mu uang yang sangat banyak"
__ADS_1
Kata Arga sambil membuka isi dari koper tersebut, membuat Dara membulatkan mata nya dengan sangat sempurna, rasa nya dia benar-benar ingin pingsan, karena bisa menatap dan menyentuh uang sebanyak itu..
"Oh... mas Arga...., aku benar-benar senang, terimakasih karena kau selalu royal dengan ku mas"
Ucap Dara mencium seluruh wajah Arga dengan mesra dan tentu saja hal itu membuat Arga semakin merasa bahagia...
"Dara, ini untuk mu, dan kau bisa belanja sepuas mu Dara, belilah apa pun yang kau mau, mobil,tas, atau apa pun yang belum kau miliki"
"Terimakasih mas, oya apakah mas Arga tidak mau menemani aku untuk berbelanja besok? "
"Tidak bisa Dara, karena aku besok akan pergi ke kota C untuk mengecek proyek yang sedang berjalan, belum lagi aku harus mengejar target untuk menyelesaikan proyek yang lain nya, jadi... kau pergi lah sendiri, "
"Tapi mas..., kenapa mas Arga harus repot repot turun tangan sendiri, bukan kah mas memiliki anak buah, bayar dia dengan mahal, dan mas Arga bisa bersenang senang dengan ku mas"
Rayu Dara mengeluarkan jurus nya, membuat Arga menjadi dilema dan mulai termakan perkataan wanita tersebut...
"Tapi.. bagaimana dengan proyek nya Dara! aku hanya mempunyai waktu selama satu bulan saja"
"Mas, satu bulan itu adalah waktu yang sangat lama, mas bisa menyuruh para anak buah untuk bekerja hingga lembur, aku yakin proyek akan siap dengan cepat"
"Wah... bagus sekali ide mu itu sayang, baiklah.... akan mas lakukan semua yang kau saran kan itu sayang"
"Baiklah... aku setuju sayang, tapi kau harus bisa memuaskan aku ya"
Ucap Arga menatap Dara dengan tersenyum, membuat wanita itu langsung menyetujui permintaan kekasih nya tersebut...
Dan kini Arga mulai menghamburkan uang yang ada di dalam koper tersebut, bagaikan sedang hujan uang, itu lah yang Arga lakukan,
Sedangkan Dara dia mulai mengutip uang yang mulai berjatuhan di atas lantai dengan hati yang gembira...
Tidak terbayang kan oleh Dara, jika pengorbanan nya untuk meninggalkan sang ibu bisa membawa nya kepada kekayaan yang berlimpah, kini apa pun bisa Dara miliki, dan dia secepatnya akan mengajak Arga untuk menikah dengan dirinya...
*****
Sedangkan di tempat lain, saat ini Aira bersama Gio sedang masuk ke dalam cafe yang di tuliskan oleh Rio
Pria itu ingin segera bertemu dengan Aira karena dia akan memberitahu kan soal informasi perusahaan Arga yang mulai tak terkendali..
__ADS_1
"Selamat malam Mas Rio, apa kabar dengan mu mas? "
Tanya Aira yang sudah duduk di depan pria tersebut..
"Aku baik Aira, tapi... tidak dengan karir ku, karena aku sudah menjadi seorang pengangguran saat ini"
"Benarkah..! apakah kau telah mengundurkan diri Rio? "
Tanya Gio yang merasa terkejut, begitu juga dengan Aira, dia tidak pernah menyangka jika sahabat baik dari mantan suami nya itu akhirnya menyerah dan pergi meninggalkan Arga sendiri...
"Iya.. mau bagaimana lagi, Arga sudah tidak bisa di andalkan lagi Gio, dia itu sudah berbelok sangat jauh, bahkan sudah hampir masuk ke dalam jurang, aku tidak bisa bekerja dengan orang seperti dia "
Jelas Gio dengan wajah serius..
"Apa yang sebenarnya terjadi mas Rio? bukan kah mas Arga telah mengembalikan uang proyek yang dia gunakan? "
"Kau benar Aira, tapi bukan hanya itu saja masalah nya, Arga sudah tidak serius dalam memantau proyek yang sedang berjalan, sebagai seorang konsultan yang handal, dan senior, dia sudah melenceng sangat jauh dari tanggung Jawab nya tersebut Aira"
"Benar kah mas.., seperti nya mas Arga benar-benar sudah gila karena wanita itu, aku sungguh prihatin dengan nya, tapi.... dia sendiri yang memilih jalan tersebut, aku yakin jika dia terus seperti ini, maka perusahaan akan bangkrut dalam waktu sekejap"
"Kau benar Ai, bahkan dia selalu menggunakan bahan yang jelek untuk proyek ratusan milyar tersebut, Gio... bagaimana jika kita segera menghentikan kegilaan Arga, kita tidak bisa membiarkan nya membuat rugi para klien kau Gio"
Kata Rio memberikan saran kepada Gio, membuat Gio langsung manggut manggut menyetujui perkataan teman nya tersebut..
"Kau benar Rio, akan banyak kerugian jika kita membiarkan Arga menyelesaikan proyek tersebut, karena dia tidak jujur dalam penggunaan bahan dan alat bangunan yang dia pakai, "
"Gio, mulai besok kau hubungi pihak pemilii proyek, agar mereka mengirim orang orang mereka untuk memantau pekerjaan Arga secara diam diam, kita harus bermain cantik jika ingin membuktikan kejahatan Arga tersebut"
"Baiklah... mulai besok aku akan menghubungi para klien ku dan melakukan rapat darurat, seperti nya Arga memang harus segera di hancurkan... "
Kata Gio dengan mata memerah,
"Bagaimana dengan mu Ai, apakah kau setuju dengan rencana kami ini? "
Tanya Rio menatap Aira..
"Tentu saja mas Rio, jangan sampai perusahaan ku hancur lebur karena dirinya, lebih baik begerak sebelum semua hancur tidak bisa terselamatkan "
__ADS_1
Jawab Aira dengan penuh keyakinan....