
Setelah puas melihat loby kantor yang penuh dengan kenangan perjuangan,
Kini Aira mulai melangkah kan kaki nya untuk menuju ke lantai paling atas, disana terdapat ruangan kerja pemilik perusahaan yaitu mantan suami nya sendiri..
Yang kini sudah tidak memiliki hak apa pun lagi dengan perusahaan tersebut..
Arga sudah banyak menggunakan uang perusahaan untuk membayar ganti rugi atas kejahatan yang dia lakukan,begitu juga dengan semua aset milik nya yang telah dia jual sehingga perusahaan resmi menjadi milik Jason seutuhnya..
Seandainya Arga ingin merebut kembali pun, itu tidak akan bisa dia lakukan, karena seluruh saham dan juga modal yang ada di perusahaan tersebut berasal dari Aira bersama dengan Gio suami nya...
Ckleekk...
Suara pintu mulai terbuka dengan menggunakan tangan Aira
Wanita itu melangkah kan kaki nya secara perlahan ke arah ruang kerja yang tampak berserakan tersebut..
Ya.. masih ingat di benak Aira, jika pada saat sebelum kejadian penangkapan, Arga sempat berada di dalam ruangan tersebut, untuk menyelesaikan pekerjaan nya..
Aira mengambil beberapa berkas berkas yang berserakan di bawah lantai dan dia mulai membaca salah satu berkas tersebut...
"Mas Arga.., sungguh aku tidak pernah menyangka jika kehidupan kamu yang tampak sempurna dalam hal bekerja ternyata bisa hancur karena seorang wanita seperti Dara, aku yakin pasti kamu sangat menyesal saat ini mas"
Gumam Aira sambil melihat berkas berkas laporan perusahaan yang mulai bangkrut dan rugi secara besar besaran..
Sangat di sayangkan,jika bakat yang Arga miliki bisa hancur dengan seketika karena Aira adalah salah satu saksi atas perjuangan dari seorang Arga..
Jadi Aira mengetahui, bagaimana susah nya Arga dalam merintis karir milik nya,
Dan sekarang, Aira hanya bisa berusaha untuk membangkitkan perusahaan itu lagi, agar kelak Jason bisa menikmati jerih payah dari mami nya tersebut...
"Aku berjanji, akan membangun perusahaan ini kembali, walaupun aku tidak memiliki pengalaman dalam bidang konsultan dan juga pembangunan, tapi aku akan memperkerjakan para pekerja handal untuk memajukan perusahaan ini kembali, sekarang aku harus menelfon para karyawan terdahulu agar mereka mau bergabung kembali untuk membantu niat ku ini"
Kata Aira dengan semangat, setelah itu dia mulai mencari nomor kontak para pekerja yang telah di pecat secara tidak hormat oleh Arga
Aira akan membayar uang pesangon mereka yang belum sempat Arga berikan dan juga mengajak mereka agar mau bergabung kembali...
Kali ini Aira akan mempercayakan perusahaan kepada Rio dan juga Pandi
Sedangkan Aira akan memantaunya sebagai direktur besar dari perusahaan tersebut..
Setelah selesai menghubungi para pekerja, terdengar suara pintu yang di ketuk dari arah luar,
Aira langsung memberikan izin untuk orang tersebut agar masuk ke dalam ruangan nya..
"Masuk.. "
__ADS_1
"Terimakasih ibu Aira"
Ucap seorang pria yang tak lain adalah Rio
"Mas.. jangan panggil aku ibu, panggil saja Aira"
"Tidak bisa ibu Aira, sekarang kau adalah bos ku, dan kau harus memanggilku dengan sebutan Rio, agar kita terlihat kompak"
"Baiklah.. jika itu yang kau inginkan, oya bagaimana? apakah Pandi telah tiba? "
Tanya Aira menatap Rio dengan serius
"Sudah, dia sedang berada di bawah untuk membersihkan loby yang terlihat sangat berantakan, seperti nya kantor ini sudah sangat jorok, akibat di tutup selama empat bulan lebih"
"Kau benar Rio, dan aku membutuhkan OB untuk membersihkan nya, oya aku memiliki rencana untuk perusahaan ini Rio"
"Rencana apa ibu Aira? "
"Seperti nya aku menginginkan jika para karyawan kita yang lama bisa bekerja kembali di kantor ini lagi, bagaimana menurut mu? "
Tanya Aira menatap Rio dengan lama, membuat Rio langsung tersenyum menyetujui
"Itu adalah ide yang sangat bagus ibu Aira, jika begitu aku akan menelfon mereka kembali"
"Eits.... tidak perlu Rio, jangan menelfon mereka kembali"
"Apa maksud mu Aira, jika tidak menelfon mereka lalu bagaimana kita bisa mengajak mereka kembali? "
"Haha... kau tidak perlu menelfon nya karena aku sudah melakukan nya Rio, "
"Apa...!!! wah... kenapa tidak bilang sedari tadi, aku tidak menyangka ternyata kau selangkah lebih maju"
"Tentu saja, aku kan istri dari seorang panglima perang, jadi aku harus bisa berfikir cepat seperti suami ku"
Ucap Aira tersenyum bangga..
"Wah... kau mulai sombong ya sekarang, sangat berbeda dari yang dulu, oya ngomong ngomong soal suami mu, bagaimana dengan dia disana? apakah dia baik baik saja Aira? "
"Iya, mas Gio baik kok, tapi saat ini aku sedang tidak bisa menghubungi nya, soal nya mas Gio sedang berada di tempat yang tidak memiliki jaringan"
"Benarkah..! aku do'akan semoga misi nya bisa cepat terselesaikan, aku tidak menyangka jika kau bisa menikah dengan seorang prajurit, seperti nya ini balasan atas ketabahan mu karena telah di khianati"
"Haha... kau bisa saja Rio, sekarang ayo kita mengadakan rapat bersama Pandi"
Ajak Aira kepada Rio , setelah itu mereka berdua mulai turun ke lantai bawah untuk melihat keadaan loby kantor yang masih tampak kotor itu
__ADS_1
Setiba nya di bawah, Aira dan Gio di buat terkejut, saat melihat Loby sudah bersih dan juga rapi, bunga bunga telah kemabli terletak di tempat nya, dan dekorasi sedikit berubah,
Aira tersenyum senang melihat pemandangan tersebut, terlihat di setiap sudut ruangan terdapat para OB yang sedang bersih bersih
Seperti nya Pandi sangat peka dengan apa yang Aira butuhkan saat ini..
"Wah... ternyata Pandi sangat lah peka ya"
Ucap Aira tersenyum kepada Rio
"Kau benar, dia memang sangat peka, makan nya Pandi patut kita pertahan kan"
Kata Rio menyetujui.. Tak lama kemudian tiba-tiba saja mereka berdua mendengar suara keributan dari arah luar kantor
Aira dan Rio sempat bersitatap karena mendengar suara perkelahian tersebut...
"Itu suara apa Rio? kenapa Pandi seperti marah marah? "
Tanya Aira penasaran
"Kau benar, seperti nya Pandi sedang adu mulut dengan seorang wanita, ayo kita lihat ke arah luar Aira"
Ajak Rio kepada Aira, dengan cepat mereka sedikit berlari untuk menuju ke luar dari kantor tersebut, dan setiba nya di depan tiba-tiba saja langkah Aira dan Rio langsung terhenti saat menatap siapa orang yang sedang beradu mulut dengan Pandi...
"Dia..... "....
" Aira, lihat lah, apa kata ku, seperti nya dia memang benar benar tidak bisa berhenti menganggu kehidupan mu, walaupun semua yang kau miliki sudah dia rebut, tapi dia tetap saja datang untuk mengusik mu Aira "
"Kau benar Rio, dan kali ini aku tidak akan membiarkan nya terjadi, aku tidak akan memafkan dia dan membiarkan dia menganggu kehidupan ku lagi Rio"
Ucap Aira dengan suara penuh amarah, dengan cepat wanita itu mulai melangkah kan kaki nya menuju ke asal keributan,
Pandi yang sedang menahan tangan wanita itu pun langsung di lepaskan oleh Aira karena Aira telah menarik tangan wanita itu dengan sangat kuat...
Plakkk.....
Plakkkkk.....
Plakkk....
"Berani sekali kau menginjakkan kaki mu di depan perusahaan ku wanita J*l*ng"
Teriak Aira dengan kuat, setelah memberikan tiga kali tamparan di pipi milik Dara..
Dara langsung meringis kesakitan akibat tamparan tersebut, tapi dia masih belum kalah setelah melihat perusahaan milik suami nya kembali beroperasi...
__ADS_1
"Berani sekali kau menampar ku Aira, jangan kau kira aku takut dengan mu ya, kau... kenapa kau bisa berada di perusahaan suami ku, sekarang kalian semua pergi, karena aku yang akan menggantikan suami ku di dalam perusahaan nya"
Ucap Dara dengan tidak tahu malu, membuat Aira dan juga yang lain nya langsung tertawa mengejek terhadap wanita gila tersebut...