Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Pertemuan Arga dan Gio


__ADS_3

Tidak terasa pagi sudah datang menyapa, membangun kan seorang pria yang baru saja membuka mata nya..


Arga langsung terkejut saat menyadari jika dirinya saat ini sedang tidur di depan teras rumah milik nya, dan dengan cepat Arga langsung bangkit untuk melihat kembali melalui kaca jendela yang tertutup rapat...


Saat mengintip ke dalam, tidak terlihat kehidupan di dalam rumah tersebut...


Sunyi senyap itu lah yang terlihat membuat Arga merasa sangat stress karena tidak mendapat kan istri dan anak nya ada di dalam rumah tersebut


"Bangsat... kemana mereka pergi, apakah kerumah orang tua Aira, tidak... aku tidak mungkin mencari kesana, sedangkan kedua orang tua Aira sangat tidak menyukai diri ku"


Ucap Arga dengan sendiri nya, Arga mulai mondar mandir kesana kemari, karena bingung harus mencari solusi seperti apa,


Sedangkan hati nya sangat tidak ikhlas jika harus kehilangan mereka bertiga,


"Sial.... sial....., kenapa menjadi berantakan seperti ini, padahal aku sudah menyusun semua nya dengan sangat sempurna, dan Aira kenapa juga dia tidak mau aku madu, apa salahnya menjadi istri pertama, jika aku masih sanggup untuk menafkahi kalian semua, aku yakin ini semua karena Nadia dan juga Gio, yang telah mempengaruhi Aira agar tidak menerima jika aku mendua kan dirinya "


Ujar Arga dengan sangat kesal, hingga akhirnya dia memilih pergi untuk meninggalkan rumah tersebut dan menuju ke kantor milik nya...


Sedangkan di rumah keluarga Fernandez, saat ini Aira sudah berkumpul di meja makan bersama Nadia dan juga Gio,


Pria itu masih terlihat diam dan juga kaku, bahkan Aira sampai tidak berani untuk menatap ke arah dirinya...


Setelah menyelesaikan sarapan pagi, Gio langsung menatap ke arah wajah Aira, dia memasang wajah menyeramkan membuat Aira menelan ludah nya dengan kasar..


"Aku sudah membawa berkas perceraian mu kepada pengacara ku, dan kau tinggal menunggu persidangan nya saja"


Ucap Gio dengan wajah datar...

__ADS_1


"Iya, terimakasih kak Gio, oya aku ingin pamit dengan kak, karena aku ingin kembali pulang......


"Pulang...! memang nya kau mau pulang kemana Aira, jangan kembali kerumah pria brengsek itu lagi, karena itu akan membahayakan diri mu Aira"


Ucap Gio dengan berteriak membuat Aira menjadi terkejut dengan sikap pria tersebut...


"Kak.. jangan membentak Aira, dia masih sangat trauma dengan suaminya kak"


"Maaf... aku tidak bermaksud seperti itu"


Ucap Gio meraup wajah nya dengan kasar, sungguh dia tidak bermaksud untuk membentak Aira, hanya saja rasa takut nya benar benar membuat Gio tidak bisa berfikir dengan baik...


"Terimakasih karena sudah mengingat kan ku kak, tapi. aku memang tidak berniat untuk kembali kerumah itu, aku hanya ingin kembali keruma h ke-dua orang tua ku kak, karena disana aku akan aman dari pencarian mas Arga"


"Iya itu lebih baik, jika begitu aku pergi sekarang, "


Ucap Gio mulai bangkit dari duduk nya, setelah itu Gio mulai keluar dan menaiki mobil milik nya menuju ke perusahaan perbankkan milik keluarga nya..


"Bodoh kau Gio kenapa juga aku harus berteriak seperti itu, wanita itu pasti akan berfikir jika aku adalah pria yang kasar, Gio... kau harus bisa bersikap lebih lembut di depan dirinya, agar Aira bisa menerima mu suatu saat nanti"


Gumam Gio dengan sendirinya, hingga beberapa lama dia berjalan tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang telah memotong jalan Gio dan berhenti tepat di depan mobil milik nya...


Dengan cepat Gio langsung menghentikan mobil nya agar tidak menabrak mobil yang sudah menghadang di arah depan...


"Brengsek, siapa yang telah mengajak ku bermain main di pagi hari, apakah dia tidak tahu jika aku sedang merasa sangat kesal saat ini"


Gumam Gio langsung turun dari dalam mobil, Gio berjalan ke arah mobil yang menghadang jalan nya, hingga tak lama kemudian, keluar lah seorang pria yang sangat Gio kenali..

__ADS_1


"Cih... jadi kau yang mau mencari masalah di pagi hari dengan ku, apakah belum puas pukulan yang aku berikan kemarin hah? "


Tanya Gio dengan tersenyum mengejek...


Arga yang di hina oleh pria tersebut pun langsung merasa marah dan spaning, dia langsung berlari ke arah Gio dan mencengkram kerah baju pria tersebut dengan sangat kuat...


"Bajingan kau Gio, dimana kau menyembunyikan anak dan juga istri ku hah! aku tahu jika ini semua adalah rencan mu bukan, kau sengaja membongkar perselingkuhan ku agar kau bisa menjadikan istri seorang janda, dan kau akan merebut dia dari tangan ku, aku tahu semua nya Gio sialan"


Bukkkk.....


Arga langsung memberikan bogem mentah tepat di bibir Gio membuat pria itu sedikit mengeluarkan darah..


Dan setelah nya Gio mulai tersenyum menatap wajah Arga dengan tatapan mengejek,sambil menjawab tuduhan dari pria mengenaskan tersebut..


"Cih... jangan suka melempar kesalahan mu kepada orang lain Arga, jika Aira memilih pergi dari mu, itu karena ulah mu sendiri, aku hanya mengambil ke untungan dari nasib mu saja,sekarang kau pulang lah ke tempat selingkuhan mu itu, tunggu surat perceraian yang akan segera tiba"


"Tidak..... jangan mimpi kau bisa merebut Aira dari aku Brengsek, karena sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan istri ku Aira"


"Hahaha.... itu kan menurut mu Arga, terserah kau jika kau tidak mau bercerai dengan nya, tapi kami memiliki bukti yang kuat, sehingga hakim akan mengabulkan permintaan Aira untuk segera bercerai dari mu, dan setelah Aira menjadi seorang janda, maka aku yang akan menggantikan posisi mu itu Arga, "


"Jangan mimpi kau Gio sialan, sampai mati pun aku tidak akan menyerah, karena Suami Aira hanya aku seorang begitu juga dengan papi untuk kedua anak ku, Arga sadewa lah papi mereka. bukan orang lain"


"Baiklah.... terserah kau mau percaya atau pun tidak, aku juga tidak mau susah susah menjelaskan nya kepada mu, sekarang pindah kan mobil mu dengan segera, atau aku akan menabrak nya hingga hancur tak berbentuk, aku tahu jika itu adalah harta milik mu satu satu nya Arga, jadi jangan sok untuk melawan ku "


Ucap Gio membuat Arga menjadi terdiam membisu ,


Seperti nya Arga telah lupa jika dia memang tidak mempunyai banyak harta lagi, dan dengan cepat pria itu langsung berlari masuk ke dalam mobil, dan pergi dari tempat tersebut...

__ADS_1


"Dasar pengecut, kau benar-benar memalukan Arga, mau berbuat tapi tidak mau menerima konsekuensi nya, benar benar egois, lagian ini baru permulaan Arga, aku akan memberikan banyak kejutan untuk diri mu di setiap hari nya"


Gumam Gio dengan tersenyum menyeringai...


__ADS_2