Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Panggilan untuk Gio


__ADS_3

Setelah memberikan keterangan di Kantor polisi, akhirnya pak polisi membebaskan Dara karena wanita itu tidak terlibat dengan kejahatan yang Arga lakukan..


Bersyukur, Dara masih dua hari ini menjadi istri sah seorang Arga, karena jika sudah hampir sebulan lama nya, maka Dara juga bisa di kenai hukuman penjara seperti yang Arga alami..


Tepat malam hari, akhirnya Dara di bebas kan oleh para petugas tersebut, sebelum pergi tadi Dara sempat di pertemukan dengan suami nya Arga..


Pria itu memiliki luka lebam yang sangat banyak membuat Dara menjadi tidak tega dan juga kasihan,


Dan masih teringat di benak Dara dengan ucapan yang Arga katakan kepada nya..


"Dara.. kau kembali lah ke kampung mu, jangan tinggal di kota ini sendirian, karena itu tidak akan baik untuk mu, aku berjanji akan segera keluar dari sini, aku akan menjamin masa tahanan ku dengan sisa uang yang aku miliki"


"Tapi..... bagaimana dengan uang untuk ku mas, mereka tidak memberikan aku sepeser pun, bahkan mereka tidak memperbolehkan aku membawa uang ku, aku.. tidak mau pulang dengan keadaan menjadi gembel mas"


"Dara... jangan kau fikir kan soal uang, yang terpenting kau bisa pulang ke kampung mu lagi, tinggal lah bersama ibu mu, karena kau sedang hamil"


"Tidak... aku tidak mau kembali ke kampung, aku tidak mau mas... "


Dara langsung keluar dari ruangan pertemuan tersebut, dia benar-benar menolak keras dengan apa yang Arga perintah kan


Dan setelah kepergian Dara, Arga langsung mendengus dengan kesal, sungguh.. Dara sangat lah berbeda dengan Aira, yang penurut dan juga tidak pernah melawan..


"Akhhh....... kenapa dia sangat keras kepala, bagaimana mungkin aku memiliki seorang istri seperti dia, sekarang terserah dia mau pergi kemana, aku tidak akan perduli lagi"


Ucap Arga kembali di giring masuk ke dalam ruang tahanan...


Sedangkan Dara, setelah puas mengingat kembali perkataan Arga, wanita itu langsung menyeka air mata nya,


Dara sudah memutuskan jika dia tidak akan pulang kembali ke kota C, dan akan tetap menetap di kota A, apa pun yang terjadi...


"Aku tidak akan kembali ke kampung, dan aku akan membiarkan anak ini lahir, dan setelah itu, biar mas Arga yang mengurus nya di dalam penjara"


Gumam Dara sambil melanjutkan perjalanan nya yang tak tau entah akan kemana....


*****


Tidak terasa seminggu sudah berlalu begitu cepat, setelah semua masalah terselesaikan dengan baik, akhirnya kini Aira bisa bernafas dengan lega..

__ADS_1


Walaupun di dalam hati yang paling dalam Aira merasa kasihan terhadap Arga ayah dari kedua anak nya,


Tapi tetap saja hukum harus berlaku dengan adil, dan setiap perbuatan harus di pertanggung jawab kan dengan baik....


"Mami.. ....... "


Sapa seorang gadis kecil yang telah siap dengan stelan gaun nya yang indah...


Aira langsung menatap ke asal suara tersebut, hari ini adalah hari pernikahan Nadia sahabat nya, jadi Aira memutuskan untuk tiba lebih cepat bersama kedua anak nya ,


Karena Aira tak ingin melewatkan acara ijab kabul yang akan di ucapkan oleh Nadia bersama calon suami nya..


"Sayang... kamu cantik banget nak? "


Tanya Aira langsung memeluk tubuh putri nya tersebut, tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang kembali masuk kedalam kamar Aira..


Membuat kedua wanita berbeda usia itu pun langsung melihat ke arah depan..


"Wah.... kak Jason keren dan tampan sekali, mami lihatlah kak Jason sangat persis seperti papa Gio"


"Apa....! papa Gio? "


"Sayang... siapa yang mengajarkan kamu memanggil paman Gio dengan sebutan papa? "


Tanya Aira menatap tajam


"Laura dan kaka Jason yang menyuruh nya, karena kami suka dengan papa Gio"


"Jason.... "


Aira kembali menatap ke arah Jason, pria berumur 10 tahun tersebut, langsung tersenyum dengan sangat tampan sambil memberikan tanda vis di kedua tangan nya...


Jason memakai pakaian pesta stelan jas lengkap serta dasi kupu kupu, persis seperti Gio yang selalu berpenampilan sempurna di setiap hari nya...


Aira yang melihat tingkah putra nya itu pun langsung memicingkan kedua mata nya,


Perasaan Aira tidak pernah membelikan pakaian mahal tersebut, apakah Jason mendapatkan pakaian itu dari kedua orang tua nya?

__ADS_1


"Sayang... sekarang tatap mata mami! kamu mendapatkan pakaian sebagus ini dari mana nak? mami belum pernah membelikan kamu pakaian jas lengkap ala ala remaja seperti ini, apakah nenek yang membelikan nya? "


Tanya Aira dengan wajah penasaran, Jason kini sudah duduk di kelas 2 SD tapi perawakan nya yang tinggi besar, membuat dia tampak seperti seorang remaja berumur belasan tahun..


"Tidak mami, ini papa Gio yang membelikan nya"


"Apa..! kapan dia membelikan nya untuk mu sayang, kenapa mami tidak tahu? "


"Mami.... Jason dan papa Gio kami memiliki sebuah kerja sama rahasia, jadi setiap apa yang Jason lakukan bersama Papa Gio, mami tidak boleh tahu"


"Benarkah seperti itu? lalu kenapa sekarang kalian berdua memanggil Paman Gio dengan sebutan papa, apakah kalian berdua tidak malu, memanggil pria lain sebagai papa kalian, sayang... mami tahu jika papi Arga sudah tidak bisa menemui kalian berdua lagi, tapi.. mami Mohon, jangan menganggap orang lain sebagai papa kalian nak..., om Gio itu masih lajang, bahkan dia belum menikah, mami tidak mau jika harus membuat status orang lain menjadi jelek karena anak anak mami"


Ucap Aira memasang wajah sedih,


Membuat Laura dan Jason langsung memeluk tubuh wanita itu dengan erat...


"Mami... jangan bersedih, kami hanya menuruti apa yang papa Gio perintah kan"


Jawab Jason membuat Aira langsung melerai pelukan tersebut..


"Apa...!! jadi ini adalah perintah dari Paman Gio? "


"Iya mami, kata papa Gio, kami harus memanggil nya dengan sebutan papa Gio, karena mulai dari kemarin papa Gio sudah menjadi papa Laura dan juga kak Jason"


Deghh.......


Aira langsung merasakan debaran jantung yang sangat kencang, bagaimana mungkin bos kerja nya itu malah menyuruh kedua anak nya untuk memanggil Gio dengan sebutan papa...


Apakah benar yang selama ini Aira rasakan, jika Gio masih menaruh hati untuk dirinya, alias menyukai nya sama seperti puluhan tahun yang lalu...


Tapi.... apakah pantas wanita janda beranak dua seperti dia di cintai oleh seorang pria tampan dan juga kaya.bernama Gio Fernandez...


Sungguh Aira tidak bisa membayangkan nya, dan tiba-tiba saja pikiran Aira langsung blenk saat mendengar suara seorang pria yang sedang ada di dalam benak nya saat ini...


"Anak anak... ayo kita pergi, sedari tadi papa sudah menunggu kalian berdua"


Teriak pria tersebut tepat di depan pintu kamar milik Aira...

__ADS_1


Laura dan juga Jason langsung berteriak kegirangan, dan mereka mulai berlari memeluk pria tersebut, sedangkan Aira masih terdiam membisu dengan apa yang dia lihat saat ini...


"Ya Tuhan.... apakah ini mimpi.... "


__ADS_2