Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Keberanian Gio


__ADS_3

Keesokan hari nya, Gio benar-benar menepati janji kepada Aira untuk menjemput diri nya dan juga mengantarkan kedua anak Aira yang akan pergi ke sekolah


Entah mengapa, Gio sangat menyukai kegiatan nya tersebut, seperti seorang pria dewasa yang sudah berumur 35 tahun, Gio benar-benar mengeluarkan sifat seorang ayah yang telah keluar dengan sendirinya,


Setiba nya di dalam rumah Aira, Gio menyempatkan diri untuk masuk kedalam, karena ayah Bimo telah mempersilahkan Gio untuk mampir terlebih dahulu,


"Nak Gio, Terimakasih banyak ya karena kamu sudah memberikan putri om sebuah pekerjaan, dan kamu juga sangat baik dengan dia bahkan mau mengantarkan kedua anak nya Aira untuk pergi kesekolah"


Ucap Ayah Bimo dengan perasaan tulus


Gio langsung tersenyum tipis menjaga imeg kepada pria paruh baya tersebut, agar tidak terlalu terlihat jika sebenarnya di dalam hati nya saat ini Gio benar-benar merasakan kebahagiaan yang teramat sangat...


"Iya, kebetulan rumah saya melewati rumah om, jadi tidak ada salah nya jika saya sekalian mengajak mereka pergi bersama om"


Jawab Gio membalas perkataan ayah Bimo,


Hingga tak lama kemudian, terdengar suara Laura dan juga Jason yang sudah siap dengan stelan seragam sekolah nya..


"Paman Gio..., terimakasih ya karena sudah mau mengantarkan Laura"


Ucap gadis kecil itu langsung menempel di samping tubuh Gio..


Dan tentu saja hal itu membuat Gio merasa sangat senang...


"Sama sama Laura cantik, apakah kalian berdua sudah siap untuk berangkat? "


Tanya Gio mencubit pipi Laura dengan gemas, lalu menatap ke arah wajah Jason


"Sudah paman, kebetulan Jason hari ini ada piket paman"


"Benar kah! itu artinya kamu harus berangkat sekarang juga Jason"


"Iya paman, seperti nya mami juga sudah siap kok paman, "


"Oh iya, lalu dimana mami kamu? "


Tanya Gio mulai menatap ke arah ruang keluarga, hingga tak lama kemudian, mata Gio di kejutkan dengan pemandangan yang membuat jantung nya langsung berdebar tidak karuan


Aira keluar dari ruangan tersebut dengan stelan kantor yang telah dia gunakan...


Rok sebatas lutut yang mengekspos lekuk pinggul nya dan juga baju kemeja berwarna biru navy yang dia masukkan ke dalam rok,


Sungguh penampilan Aira benar-benar terlihat sangat lah seksi, membuat Gio tidak bisa berkedip dan membulatkan kedua mata nya dengan sempurna...


Aira tersenyum menatap mereka semua, dan dia mulai berjalan ke arah kedua anak nya...

__ADS_1


"Selamat pagi anak anak mami"


Ucap Aira membungkukkan tubuh nya, ke arah wajah Laura..


Sungguh perlakuan Aira tersebut benar-benar membuat Gio menjadi senam jantung,


Karena tanpa sengaja rambut panjang Aira sudah menerpa wajah Gio yang berada di samping Laura,


bahkan wajah mereka terlihat sangat lah dekat, membuat Gio bisa mencium dengan dalam aroma tubuh Aira yang sangat memabukkan...


Deeghhh......


Sesuatu di bawah sana tiba-tiba langsung naik tanpa permisi membuat Gio menjadi sadar dan kewalahan sendiri, jangan sampai kelakuan dari jagoan merah milik nya terlihat oleh orang lain, atau Gio bisa malu seumur hidup..


"Mami... kenapa mami sangat cantik,apakah mami sudah mulai bekerja hari ini? "


Tanya Jason yang sedari tadi terus menatap ke arah Aira..


Aira langsung menegakkan tubuh nya kembali, dan memutar ke arah belakang menatap sang putra, sungguh Putra nya ini adalah seorang pria yang sangat pecemburu,


Sangat berbeda dengan ayah nya, yang dahulu terlihat cuek dan tidak perduli dengan penampilan Aira...


"Sayang.. mami hari ini sudah mulai bekerja di kantor milik paman Gio, apakah mami terlihat berlebihan sayang? "


Tanya Aira sambil memegang bokong milik nya dari arah belakang membuat Gio yang melihat hal itu kembali terasa panas..


Dan hal itu tentu saja membuat sang pria karatan alias jomblo ngenes itu merasa sangat lah tidak tenang..


"Mami.... kalau kerja jangan nakal ya, mami harus berada di dekat paman Gio saja"


ucap Jason memperingatkan, membuat kedua kakek dan nenek nya langsung tertawa lucu...


"Baiklah... akan mami lakukan putra tampan ku"


Jawab Aira membungkuk kan tubuh nya dan dia mulai memeluk tubuh Jason dengan sayang.


Sungguh hal itu membuat Gio menahan nafas dengan lama, bagaimana mungkin Aira memberikan bokongnya tepat di depan wajah Gio, apakah wanita itu sudah melupakan dirinya...


Hingga tak lama kemudian, Aira mulai melangkah untuk pergi dari ruangan tersebut, dia merangkul kedua anak nya sambil berjalan ke arah depan pintu...


Sedangkan Gio langsung menghirup nafas dengan cepat, dia benar-benar syok atas apa yang Aira lakukan tanpa sengaja....


"Kau kenapa Gio? apakah kau sakit? "


Tanya seorang wanita yang tak lain adalah ibu Aira...

__ADS_1


"Eh.. tidak bibi, aku... aku hanya sedang menghirup nafas dalam dalam, seperti nya aku Susah bernafas bibi"


"Benarkah..! apakah kau terkena asma Gio, apa perlu bibi panggil kan dokter? "


Tanya bibi Puja mulai panik


"Tidak, aku sudah sehat sekarang bibi, jika begitu aku pamit sekarang bibi, aku akan menyusul Aira dan juga anak anak nya"


Kata Gio mulai berlari keluar dari rumah..


Setiba nya di luar, Gio langsung menatap wajah Aira yang sudah tersenyum manis menyambut diri nya..


Dan hal itu membuat Gio kembali merasakan perasaan tak menentu, seperti nya Gio bisa terkena diabetes dan juga penyakit jantung secara mendadak jika dia tidak bisa mengontrol perasaan nya sendiri terhadap Aira...


"Gio, paman titip mereka bertiga ya, tolong antar kan mereka ketempat masing-masing, om percaya kepada mu"


Ucap paman Bimo menepuk punggung Gio


Dengan cepat Gio tersenyum mengangguk, hingga tak lama kemudian, kini mereka semua sudah masuk ke dalam mobil tersebut...


"Dada kakek dan nenek, Laura kesekolah dulu ya"


"Iya hati hati ya cucu kakek, nanti siang kakek jemput"


Ucap ayah Bimo melambai kan tangan nya..


setelah itu Gio mulai menjalankan mobil nya, dengan jantung yang terus berdebar, Gio mencoba untuk tetap bersikap biasa di depan Aira...


"Kak... makasih ya, sudah repot repot mau mampir dan mengantarkan aku dan juga anak anak ku"


Ucap Aira tersenyum ramah


"Iya, tidak masalah, lagian kita kan satu arah,mulai besok dan seterusnya kau tidak perlu membawa mobil mu Ai, karena aku yang akan menjemput kalian setiap hari nya.. "


Ujar Gio. membuat Aira menjadi sangat terkejut..


"Maksud kakak, jadi ini bukan hanya hari ini saja mengantarkan kami, tapi seterusnya begitu? '


" Iya, jangan menolak nya Ai, aku hanya ingin melindungi kalian saja"


"Benar kah...! memang nya aku mempunyai musuh ya kak, sehingga harus di lindungi segala? " tanya Aira heran


"Ada..., makan nya saya ingin melindungi kamu dan juga kedua anak mu, sekarang jangan banyak bertanya, aku tidak akan meminta bayaran apa pun kok Ai"


Jawab Gio yang tanpa sadar mulai tersenyum menatap Aira , membuat Aira langsung terdiam membisu..

__ADS_1


"Wah.. kak Gio tersenyum lagi kepada ku, kenapa aku menjadi merasa aneh ya"


Ucap Aira di dalam hati....


__ADS_2