Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Tingkah konyol Gio


__ADS_3

Jika pagi hari ini hati seorang Gio sedang berbunga bunga, begitu juga dengan Arga yang tak kalah jauh berbeda dari dirinya..


Arga pagi pagi sekali sudah tiba di kantor milik nya untuk melakukan rencana nya dalam menjalankan korupsi di setiap proyek yang sedang dia tangani..


Arga sudah selesai memalsukan data data keuangan dan keperluan yang harus di keluarkan oleh pihak bank Central, selaku pemegang terbesar uang milik para klien nya..


Dan Arga yakin, jika kali ini pihak Bank tidak akan berani menolak permintaan nya dalam menarik jumlah uang yang sangat besar,


Sekalian melakukan pengembalian uang Proyek di kota C yang telah dia gunakan, kepada pihak bank Central


Jadi tepat pukul sebelas Siang nanti Arga dan pihak Bank central akan mengadakan rapat pertemuan, agar masalah penyalahgunaan tersebut bisa teratasi dengan resmi...


"Huh.... tidak sia sia jika aku harus bangun sepagi ini, sekarang aku bisa menjebak bank Central dengan berbagai data pengeluaran yang aku miliki"


Gumam Arga sambil tersenyum menyeringai..


Dia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan pemilik bank Central tersebut untuk merayu dan menipu pemilik nya lagi...


Arga yakin jika pemilik nya hanya lah pria berusia tua renta yang bisa dia tipu dayai oleh dirinya.....


Tepat pukul sebelas siang, Arga bersama Pandi manajer keuangan di perusahaan milik nya telah keluar menuju ke arah mobil,


Arga tersenyum bahagia saat membayangkan jika uang yang akan di tarik oleh nya akan menjadi milik pribadi dirinya,


Sedangkan Pandi hanya diam tak berbicara, karena dia sudah sangat kesal dengan bos nya tersebut..


"Pak Arga, apakah ini tidak akan berbahaya? "


Tanya Pandi merasa tidak tenang..


Arga yang duduk di samping pria itu pun langsung menatap nya dengan tatapan tajam


"Lakukan sesuai perintah ku Pandi? apakah kau mau keluar juga seperti Rio, ini adalah bisnis ku, proyek ku dan tanggung jawab ku, semua yang aku lakukan akan aku tanggung dengan sendirinya, tanpa kau yang terkena dampak nya pandi"


"Tapi pak Arga... bukan kah sangat terlihat jika anda bisa mengembalikan uang proyek di kota C, lalu melakukan penarikan kembali untuk proyek proyek yang lain nya, "


"Kenapa harus panik Pandi, bukan kah semua proyek yang aku pegang memang sedang dalam masa pembangunan, jadi tidak ada yang salah jika aku menarik uang dengan jumlah yang banyak"


Jelas Arga sedikit kesal, Pandi langsung terdiam kembali setelah mendengar nada bicara pak bos nya tersebut..


Sebagai anak buah, dia hanya bisa mengikuti nya saja, dan tanpa Arga tahu, jika Pandi juga lah yang sudah menjadi mata mata untuk Gio agar pria itu bisa mengetahui semua rencana jahat Arga..


****

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain, tepat nya di perusahaan besar milik Bank Central yang ada di kota A,


Saat ini Aira sudah mulai bekerja di meja nya sebagai seorang sekretaris dari Gio sang CEO perusahaan Bank Central Grup ..


Tepat di depan meja kerja Gio, Aira sedang fokus mengerjakan pekerjaan yang Gio berikan untuk nya,


Aira yang sudah berpengalaman menjadi seorang sekretaris pun, terlihat sangat mahir dan juga cekatan, wanita itu dengan fokus menyalin data data penting yang akan di bahas untuk rapat yang akan di adakan satu jam lagi...


"Wah... ternyata pekerjaan ini sangat lah menyenangkan,membuat ku menjadi teringat akan masa lalu"


Ujar Aira tersenyum sendiri..


Tanpa dia tahu, jika sedari tadi sudah ada sepasang mata yang menatap dalam ke arah dirinya...


Gio tidak bisa berpaling dari pemandangan yang sangat menyejukan mata dan juga hati nya tersebut..


Tidak sia sia jika dia sudah menyuruh para OB untuk memindahkan meja sekretaris nya ke dalam ruangan milik nya, dan berada tepat di depan meja kerja nya juga..


Dengan begitu Gio bisa menikmati kecantikan Aira yang sudah lama dia damba dambakan...


"Kenapa dia terlihat semakin cantik setelah resmi menjadi janda? apakah pesona janda mulai keluar dari wajah nya? "


Tanya Gio tersenyum sendiri...


"Apakah tuan membutuhkan sesuatu? "


Tanya Aira dengan spontan..


Membuat Gio menjadi ikut terkejut dan tersadar dari tatapan nya kepada wanita tersebut..


"Eh... iya... aku seperti nya... aku membutuhkan minum Aira"


Jawab Gio menutupi ke gugupan nya , Aira langsung berdiri dan berjalan ke arah pantry yang ada di dalam ruangan tersebut,


Dan tak lama kemudian, dia kembali dengan membawa secangkir teh hangat yang Aira buatkan untuk Gio..


"Ini, coba di minum dulu teh hangat ini Tuan Gio, agar bisa mengembalikan konsentrasi tuan kembali"


Ujar Aira menatap wajah Gio


Dengan cepat Gio langsung menerima minuman tersebut, bahkan tanpa sadar Gio telah habis meneguk minuman itu hingga tandas..


Aira terdiam membisu menatap ke arah tuan nya tersebut, apakah Gio benar-benar sedang kehausan saat ini...

__ADS_1


"Seperti nya tuan Gio haus berat ya? "


Tanya Aira tersenyum manis,


"Hahaa... iya, seperti nya begitu, oya kenapa kau memanggil ku dengannya sebutan tuan Aira, kenapa tidak seperti biasa nya saja? "


"Tidak boleh seperti itu tuan, saat ini kita sedang berada di kantor, dengan status menjadi bos dan juga karyawan, jadi sudah sepantasnya jika saya menghormati anda tuan Gio"


Jelas Aira membuat Gio merasa tersanjung..


"Tapi... ini sangat berlebihan Aira., aku tidak terbiasa mendengar mu memanggilku dengan sebutan tuan"


"Nanti juga terbiasa kok tuan, oya, apakah rapat nya sebentar lagi akan di mulai tuan? "


"Iya, ayo kita bersiap siap Aira"


Ajak Gio sambil bangkit dari duduknya, Aira yang melihat hal itu pun merasa sangat terkejut, kenapa juga bos nya malah bangkit dan berjalan mendekati nya..


"Tuan kenapa anda malah berdiri? tanya Aira menatap heran...


Gio yang mulai tidak fokus pun langsung menggaruk rambut nya dengan kasar, seperti nya Gio kembali merasakan debaran jantung yang membuat dirinya menjadi salah tingkah..


Dengan cepat Gio berjalan melewati tubuh Aira, membuat dirinya tanpa sengaja malah menubruk tubuh wanita itu sehingga Aira hampir terjatuh..


"Aaakhhh............


Greeppp........


Gio dengan cepat langsung memeluk tubuh Aira agar dia tidak jatuh ke bawah lantai..


Dan tentu saja hal itu membuat mereka terlihat seperti sedang berpelukan dengan sangat mesra...


" Aira apakah kau tidak apa apa? "


Tanya Gio dengan wajah terkejut..


Aira masih diam membeku sambil mengedip ngedipkan kedua mata nya , jantung Aira terasa sangat berdebar , karena hampir terjatuh ke atas lantai..


"Aku tidak apa apa tuan Gio"


Jawab Aira pelan.. membuat Gio langsung memeluk Aira dengan erat..


"Maaf... seperti nya aku telah teledor Aira"

__ADS_1


Ucap Gio menyesal.. membuat Aira membulatkan kedua mata nya..


__ADS_2