Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Penyesalan Arga 2


__ADS_3

Setelah menjelaskan kepada Laura secara perlahan, dengan memberitahu kan jika pria yang ada di depan nya saat ini adalah Arga Sadewa papi kandung Laura dan juga Jason


Akhirnya gadis kecil itu mulai mau mendekati pria berwajah seram tersebut,


Arga yang masih berlutut di bawah lantai, mulai tersenyum dengan senang saat melihat putri kecil nya mulai berjalan menuju ke arah dirinya..


Sesampainya di depan Arga, tangan mungil Laura langsung menyentuh bulu bulu halus yang menghiasi wajah pria tersebut..


Sungguh hati Aira langsung tersentuh melihat kebaikan dari putri kecil nya


"Papi"


Ucap Laura dengan suara bergetar, mungkin putri kecil itu mulai meluapkan kerinduan yang selama ini dia pendam, bohong jika seorang anak tidak merindukan ayah nya, walaupun ayah nya tidak pernah bersikap baik kepada dirinya...


"Laura putri papi, sini sayang, peluk papi mu ini nak"


Ucap Arga meneteskan air mata, dengan cepat Laura masuk kedalam dekapan pria tersebut,


Laura menangis terisak dengan sangat menyedihkan, begitu juga dengan Jason yang ikut berjalan mendekati mereka berdua


"Apakah papi tidak merindukan Jason juga? "


Tanya Jason yang mulai tersentuh oleh perlakuan dari adik nya tersebut..


Selama ini, Jason lah yang menjadi saksi bisu kesedihan seorang Laura, gadis kecil itu selalu menangis di pangkuan kakak nya jika sedang merindukan papi mereka..


Jason sengaja tidak ingin memberitahu kan hal tersebut kepada Aira, karena Jason menyimpan rasa benci serta kecewa terhadap pria yang menjadi papi nya itu..


Tapi... setelah melihat kerapuhan Laura, kini Jason mulai Sadar, jika sebenci benci nya dia tetap saja rasa rindu dan sayang masih sangat besar di hati Jason...


Arga yang mendengar pertanyaan dari putra nya itu pun langsung merentang kan sebelah tangan nya ke arah Jason


Dia memeluk kedua anak nya dengan sangat erat, sambil saling menangis mencurahkan isi hati masing-masing..

__ADS_1


Aira dan Gio juga ikut meneteskan air mata, sungguh Aira merasa sangat bersyukur karena bisa membuat Arga kembali kejalan yang benar..


Semoga saja setelah ini, Arga bisa meng ikhlas kan semua yang telah terjadi, termasuk mengizinkan jika Gio akan menjadi papa sambung untuk kedua anak mereka...


Setelah hampir setengah jam lama nya, mencurahkan kerinduan akhirnya kini Arga telah duduk di kursi tunggu tersebut..


Mereka saling berhadapan antara satu sama lain, terutama dengan Gio dan juga Aira,


Arga berusaha untuk tidak bersikap arogan seperti tadi, karena dia ingin membuat keadaan menjadi aman dan damai...


"Terimakasih Aira, karena kau sudah membawa kedua anak kita untuk menjenguk ku"


Ucap Arga menatap Aira dengan tatapan tulus..


"Sama sama mas, sudah sewajarnya mereka menemui mu, tidak perlu ada yang di tutupi dari mereka berdua, karena itu tidak akan baik untuk kedepan nya"


"Kau benar benar wanita berhati mulia Aira, sungguh aku sangat menyesal telah meninggal kan berlian seperti mu"


Kata Arga memasang wajah sedih, membuat Gio merasa tidak menyukai nya..


Jelas Aira membuat Arga merasa terkejut dan menatap wajah mantan istri nya dengan intens...


"Apa maksud mu Aira,? apakah kau akan menikah dengan Gio? "


"Iya mas,dan pernikahan nya akan dilakukan besok"


"Apa.....!!!! bagaimana mungkin kau bisa secepat itu melupakan aku Aira! bahkan kita belum setahun berpisah, dan sekarang dengan mudah nya kau ingin menikah dengan pria ini,Aira... coba fikir kan sekali lagi, aku tidak rela jika kedua anak ku memiliki ayah sambung"


"Mas..... jangan egois seperti itu,lagian kenapa kau marah, anak anak jadi kembali takut dengan mu"


Ucap Aira memberi peringatan, Gio yang melihat amarah dari mata Arga pun langsung memerintah kan Aira agar membawa kedua anak nya untuk keluar dari ruangan tersebut..


"Sayang... tunggu lah di luar, ajak kedua anak kita, mereka tidak pantas mendengar perkataan Arga"

__ADS_1


"Baik mas, tapi aku mohon jaga emosi ya"


"Pasti sayang"


Ucap Gio kepada Aira, dengan cepat Aira memboyong kedua anak nya keluar dari ruangan tersebut..


Hingga kini tinggal lah Arga dan Gio yang berada di dalam ruangan itu, sedangkan pak polisi yang bertugas hanya memantau dari depan pintu...


Arga menatap Gio dengan tatapan membunuh, sungguh pria itu benar-benar tidak rela jika mantan istri dan kedua anak nya harus menjadi milik pria tersebut...


"Jangan menatap ku seperti itu Arga, karena sebentar lagi, kedudukan kita telah sama yaitu menjadi ayah untuk Laura dan juga Jason"


"Cih.... jangan mimpi kau Gio sialan, kau benar-benar licik dan picik, kau memanfaatkan perselingkuhan ku dan membantu Aira untuk memergoki ku kan, lalu kau juga yang meracuni Aira agar dia mau bercerai dengan ku, kau semua dalang di balik penderitaan ku ini Gio, dan karena kau juga aku harus di tahan selama satu tahun lama nya di dalam penjara busuk ini, kau bangsat Gio, aku benar-benar ingin membunuh mu"


"Lakukan jika kau mampu Arga, sungguh kau adalah pria paling pengecut di muka bumi ini, karena bisa berfikir seburuk itu untuk ku, asal kau tahu, semua yang terjadi dengan kehidupan mu itu adalah ulah dari diri mu sendiri, andai saja kau tidak selingkuh, aku yakin Aira akan tetap menjadi istri mu, begitu juga dengan Laura dan Jason, aku datang sebagai dewa penolong untuk mereka bertiga, yang menjauhkan mereka dari pria jahat seperti mu"


"Tidak.... aku memang menyesal dengan perbuatan ku di masa lalu, tapi aku tidak rela jika harus kehilangan mereka bertiga, aku mohon jangan kau nikahi mantan istri ku Aira, karena aku masih ingin rujuk dengan nya"


Teriak Arga dengan nada frustasi, membuat Gio langsung tertawa dengan lucu..


"Hahaaha..... dasar gila kau Arga, apakah kau tidak punya otak untuk berfikir, sekarang kau urus saja istri pelakor mu itu, setelah kau jatuh miskin, aku yakin dia akan pergi meninggalkan mu dan kembali mencari mangsa baru, iklhas kan Aira kepada ku, karena dia sudah menjadi jodoh ku yang tertunda"


Ucap Gio sambil menepuk punggung Arga, setelah itu Gio mulai berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut..


Untuk menyusul Aira dan juga kedua anak nya, sedangkan Arga, pria pecundang itu langsung luruh dari berdiri nya..


Kini semua yang dia miliki telah hilang dan tak akan pernah kembali lagi...


Dan penyesalan selalu datang belakangan, karena kalau datang dari depan itu adalah pendaftaran, bukan penyesalan,


Ucap salah satu readers setia ku di kolom komentar untuk babang Arga yang sudah mendapatkan karma nya...


Arga memukul lantai tersebut dengan sangat keras, bahkan sampai melukai tangan nya, dan membuatnya menjadi terkilir..

__ADS_1


"Aaakkkkk........... maaf kan aku Tuhan, aku sungguh menyesal, tolong kembalikan mereka semua kepada ku lagi, aku mohon, aku sangat mencintai mereka bertiga Tuhan, aku mohon"


Tangis Arga dengan suara sesegukan....


__ADS_2