
Setelah terlepas dari pelukan Gio, Aira langsung mundur kembali ke meja milik nya,
Entah mengapa, saat mendapatkan perlakuan seperti itu, Aira merasa tidak siap dan juga tidak dapat menerima nya,
Harus kah dia menjauhi pria bernama Gio tersebut, tapi Aira juga masih sangat membutuhkan pekerjaan untuk menyambung kehidupan nya bersama kedua putra dan putri nya
"Jangan menyerah Aira, mungkin tadi tuan Gio sedang replek melakukan nya, aku harus pintar jaga jarak mulai saat ini"
Gumam Aira di dalam hati..
Gio yang melihat perubahan dari wajah Aira pun merasa sangat tidak enak, bagaimana mungkin dia memeluk wanita yang baru saja berstatus janda tersebut..
Gio sangat mengerti jika Aira belum bisa membuka hati nya untuk pria mana pun, karena rasa trauma dan sakit yang Aira rasakan masih basah dan belum kering,
Dan Gio benar-benar menyesali perbuatannya tersebut ,harusnya dia dapat menahan diri agar bisa bersikap sopan dan tidak membuat Aira Menjadi takut....
"Bodoh kau Gio... karena sikap konyol mu barusan, kau telah membuat Aira menjadi takut dan merasa tidak nyaman dengan mu, sekarang kau harus bisa bersikap dewasa, buat dia merasa terlindungi dan juga nyaman bersama mu Gio"
Hati Gio di dalam hati terus berbicara merutuki kebodohan nya sendiri...
Hingga detik kemudian, mereka berdua di kejutkan oleh suara pintu yang di ketuk dari arah luar..
Gio langsung mempersilahkan orang tersebut untuk masuk ke dalam....
"Selamat siang tuan Gio"
Ucap asisten pribadi Gio yang bernama Dino..
"Siang, ada apa Dino? "
Tanya Gio dengan wajah dingin dan tidak ramah sama sekali..
"Tuan pemegang proyek dari perusahaan " Arga konsulting grup"sudah tiba di di loby tuan"
"Benarkah...! berikan mereka sambutan yang layak ,setelah itu bawa mereka masuk ke dalam ruang rapat,, aku dan sekretaris ku akan menyusul sebentar lagi'
" Siap tuan, segera laksanakan "
Jawab asisten Dio langsung keluar dari ruangan tersebut...
Kini mata Aira sudah menatap ke arah Gio dia benar-benar terkejut saat mengetahui siapa yang akan datang untuk mengadakan rapat bersama dirinya dan juga Gio...
__ADS_1
"Apakah mas Arga yang tuan maksud? "
Tanya Aira dengan tatapan penasaran...
Gio langsung mengangguk kan kepala nya, dan mulai berdiri sambil memasukkan kedua tangan nya ke dalam saku celana...
Gio menatap kaca jendela tersebut dengan tatapan nyalang, tidak ada yang salah jika suatu saat nanti Gio akan memasukkan Arga ke dalam penjara,
Karena pria serakah itu sendiri yang sudah menggali kuburan untuk dirinya sendiri...
"Tuan Gio , apakah ada sesuatu yang sedang anda rencana kan untuk mas Arga? "
Tanya Aira berdiri dari duduk nya , sambil berjalan ke arah Gio...
"Aku tidak merencanakan apa pun Aira, aku hanya bertugas dengan semestinya, bank Central adalah tempat dimana para klien Arga menyimpan uang proyek mereka, dan Arga datang ke perusahaan untuk melakukan penarikan slip uang yang sangat banyak, jadi kami harus mengadakan rapat terlebih dahulu, agar kami tidak di salahkan Aira"
"Aku tahu tuan, tapi... bagaimana jika mas Arga malah kembali menyalahgunakan uang proyek tersebut, apakah kalian pihak Bank dan juga klien yang bekerja sama dengan perusahaan akan menuntut mas Arga ke dalam penjara? "
Tanya Aira memasang wajah panik..
"Tentu saja Aira, aku tidak bisa menahan uang proyek, karena uang itu memang harus di keluar kan untuk pembangunan, tapi jika Arga menyalahgunakan nya, maka dia sendiri yang akan bertanggung jawab Aira"
Ucap Aira yang merasa kasihan dengan nasib kedua anak nya, Aira sangat takut jika suatu saat kejahatan ayah mereka akan berimbas kepada kehidupan mereka berdua...
Mereka putra putri yang tidak bersalah dan tak tahu apa apa, malah akan mendapatkan cemohan dari orang orang yang mengetahui identitas asli mereka berdua...
Gio bisa memahami apa yang sedang Aira pikirkan saat ini, tapi hukum tetap lah hukum, yang harus di lakukan dengan seadil adil nya...
"Jika kau mau, kau bisa memberikan peringatan keras kepada Arga Aira, tapi jika dia tidak mendengar kan mu juga, maka jangan panik ataupun takut, aku yakin orang orang di luar sana, tidak akan memandang rendah kedua anak mu Aira"
"Baiklah... aku akan mencoba menasehati mas Arga, tapi... bisa kah tuan menemani ku, aku.... merasa tidak tenang jika berada berdua saja dengan nya"
"Tentu saja aku akan menemani mu Aira, aku juga tidak sudi meninggal kan mu berduaan dengan pria bajingan seperti dia"
"Terimakasih kak Gio"
Ucap Aira tersenyum senang...
Gio langsung terdiam melihat senyuman tersebut, seperti nya Aira sudah tidak marah lagi kepada dirinya...
Setelah selesai melakukan pembicaraan, Gio langsung mengajak Aira untuk turun menuju ke ruang rapat...
__ADS_1
Kali ini, mereka akan mengadakan rapat secara tertutup, yang akan di hadiri oleh Arga bersama Pandi, sedangkan Gio bersama Aira...
Gio akan memberikan peluang agar Aira bisa memberikan peringatan untuk pria serakah tersebut, karena walau bagaimana pun Arga tetap lah ayah kandung dari Laura dan juga Jason..
Yang nama nya akan selalu di kenal hingga akhir hayat tiba...
"Apakah kau sudah siap Aira? "
Tanya Gio menatap Aira dengan tajam
Aira langsung mengangguk kan kepala nya, kini mereka berdua mulai membuka pintu ruangan tersenyum dan melangkah kan kaki secara bersama sama....
Clekkkk....
Pintu ruangan mulai terbuka dengan sempurna, menampilkan dua orang yang sangat Arga kenal....
Tentu saja hal itu membuat seorang Arga langsung membulatkan mata nya dengan sempurna, kenapa juga salah satu rival yang sangat dia benci bisa berada perusahaan besar tersebut bersama dengan mantan istri nya sendiri...
Degghhhh........
Jantung Arga langsung berdetak dengan sangat hebat, jangan sampai rencana nya gagal dengan seketika, karena kehadiran mereka berdua...
"Selamat siang bapak Arga yang terhormat"
Sapa Aira dengan memasang wajah ramah,
Membuat Arga terdiam membisu...
"Tuan Gio, bapak Arga adalah salah satu pemegang proyek terbesar di perusahaan kita, dan dia ingin mengajukan pengambilan dana proyek dalam jumlah yang sangat besar, mari kita mulai pembahasan nya sekarang tuan Gio Fernandez"
Jeduar.......
Bagai tersambar petir di siang bolong, itu lah yang Arga rasakan saat ini,. bagaimana mungkin orang yang sangat dia benci adalah pemilik Bank yang akan dia tarik dalam jumlah besar...
Apakah tidak berbahaya jika dia melakukan rencana ya itu, tapi.... Arga tidak bisa menghentikan nya lagi, karena rasa serakah dan jahat sudah memenuhi hati dan jiwa Arga saat ini,
Dia ingin membuktikan kepada wanita yang ada di depan nya, jika Arga Sadewa bisa bertambah kaya tanpa dirinya...
"Selamat datang tuan Arga Sadewa, aku tidak menyangka jika para klien ku telah memberikan kepercayaan proyek mereka kepada perusahaan milik mu"
Ucap Gio tersenyum sinis
__ADS_1