
Dara terus menjerit kesakitan saat merasakan peralatan medis yang menusuk di tubuh milik nya,
Entah apa yang harus Dara ucapkan saat ini, karena rasa sakit di dalam bagian perut bawah nya serta bagian intim nya sungguh denyut dan juga nyeri tak tertahankan..
Dara ingin menjerit histeris, tapi apa mau di kata, tubuh nya sudah tidak memiliki tenaga yang banyak,
Para perawat mulai bingung melihat pasien yang sedang mereka tangani, begitu juga dengan para dokter, yang baru saja memeriksa penyakit Dara menggunakan alat yang super cepat..
Dan sungguh mencengangkan, ketika alat itu mulai mendeteksi penyakit yang Dara derita..
Menurut hasil tes dari darah yang di jadikan sampel, Dara di diagnosa mengidap penyakit kelamin yaitu HIV dan juga AIDS,
Para Dokter dan perawat langsung menggunakan pakaian khusus agar tidak tertular oleh penyakit pasien tersebut,
Mereka akan memberikan perawatan sebisa mungkin agar pasien bisa kembali sehat, tapi belum bisa memastikan jika penyakit mematikan itu akan sembuh dan hilang dengan sempurna..
Kini Dara sudah terbaring lemah di atas ranjang yang ada di ruang isolasi, wanita itu hanya bisa menangis dalam diam sambil mengingat semua kesalahan yang dia perbuat di masa lalu...
"Ibu... maafkan aku... aku sungguh menyesal ibu"
Gumam Dara dengan lirih, dia meremas sprei tersebut dengan kuat untuk menetralisir rasa sakit yang dia derita
Sejujurnya Dara sudah beberapa Minggu ini merasakan perbedaan di bagian intim nya, tapi Dara selalu mengabaikan nya demi pundi pundi uang yang dia cari...
"Mas Arga... tolong aku mas, aku sendiri saat ini, aku takut mati mas, aku belum mau mati"
Lirih Dara terus menyesali perbuatannya..
Sedangkan di luar ruangan, para anak buah Gio mulai memberikan kabar mencengangkan tersebut kepada bos mereka...
"Hallo! untuk kau menelfon ku,aku ingin segera beristirahat saat ini"
Ucap Gio dengan kesal...
"Maaf tuan, tapi ini gawat, apakah tuan mengenal wanita yang kita bawa kerumah sakit tadi? "
"Iya... aku dan istri ku mengenal wanita itu, tapi dia bukan lah wanita yang baik, karena dia sudah membuat istri ku menjadi menderita"
"Tuan... dokter baru saja memeriksa penyakit dari wanita itu, dan ternyata wanita itu sedang mengidap penyakit mematikan tuan, HIV dan AIDS"
"Apa...!!! apakah kau tidak salah dengar hah! "
Teriak Gio langsung keluar dari kamar nya.., kini Gio sudah berdiri di atas balkon, jangan sampai istri nya Aira merasa terganggu dengan apa yang sedang Gio bicarakan di telfon..
"Tidak tuan, kami mendapatkan konfirmasi ini dari dokter nya langsung, tuan kami sangat takut jika sampai tertular dengan penyakit mematikan itu tuan, jadi kami minta untuk undur diri sekarang juga tuan"
"Kau benar, penyakit kelamin itu adalah penyakit menular, jika begitu kalian urus semua pembayaran nya, setelah itu kalian bisa pergi, oya satu lagi, buang mobil yang suram di gunakan untuk membawa wanita itu, aku tidak mau jika virus itu mengenai istri ku"
__ADS_1
"Baik tuan, laksanakan"
Jawab para anak buah Gio dengan hormat...
Setelah itu mereka langsung melakukan pembayaran, dan meminta izin untuk pergi dari rumah sakit tersebut....
*****
Sedang kan di wilayah lain, tepat nya di kampung yang menjadi tempat tinggal Arga bersama putri nya,..
Tiba-tiba saja bayi kecil tersebut mengalami panas yang sangat tinggi,..
Arga yang mendengar tangisan dari bayi nya itu pun langsung bangkit untuk memeriksa keadaan Putri nya..
"Ya Tuhan, kenapa tubuh mu sangat panas nak"
Ucap Arga mulai panik, suara tangis dari bayi kecil tersebut mulai menggema di dalam kamar, membuat ibu Puja langsung bangkit dari tidur nya dan mendatangi cucu nya itu...
"Arga, ada apa dengan bayi mu nak? kenapa dia menangis dengan sangat kencang? "
Tanya ibu Puja menggendong bayi mungil itu
Oekkk..... oekkk... oekkk.....
"Ibu, panas nya sangat lah tinggi, bagaimana jika kita pergi ke rumah bidan terdekat"
Iya bu"
Jawab Arga panik, dengan cepat mereka mulai mengendarai motor menuju ke rumah bidan terdekat, sedangkan rumah sakit sangat jauh dari kampung mereka...
Setiba nya di rumah bidan, Arga langsung mengetuk pintu dengan kencang, Arga tahu jika dia sudah mengganggu ketenangan orang lain..
Karena waktu sudah menunjukkan pukul Dua dini hari...
Tokk..... tokk....
"Bu Bidan, aku mohon bantu anak ku bu! anak ku sedang sakit, badan nya panas sangat tinggi, aku mohon bu"
Ucap Arga sedikit berteriak, tak lama kemudian, pemilik rumah itu mulai membuka pintu,
Dan melihat ke arah Arga dan bayi nya..
"Ada apa mas Arga? apakah anak mu sedang sakit? "
Tanya Bidan itu ikut terkejut..
"Iya, tolong periksa anak ku bu, panas nya sangat lah tinggi, dan sedari tadi dia terus menangis bu"
__ADS_1
"Baiklah, ayo masuk kedalam"
Kini bayi kecil tersebut sudah terbaring di atas ranjang yang ada di dalam ruang pemeriksaan, Arga terlihat sangat cemas begitu juga dengan ibu Puja..
"Bu Bidan, sebenarnya ada apa dengan cucu saya, Tiba-tiba saja dia mengalami demam tinggi dan terus menangis"
"Ibu Puja, menurut analisa saya, seperti nya cucu ibu telah terkena penyakit demam berdarah, dan harus segera di bawa kerumah sakit yang ada di kota secepatnya ibu, atau jika tidak, trombosit nya akan menurun drastis dan akan mengalami kritis, "
"Apa...! lalu apa yang harus saya lakukan bu Bidan, bagaimana cara nya agar saya bisa sampai kerumah sakit dengan cepat, sedangkan saat ini waktu sudah menunjukkan pukul dua dino hari, tolong saya bu Bidan"
Ucap Arga meneteskan air mata,
Ibu Bidan tersebut langsung merasa iba dengan apa yang menimpa Arga saat ini, dengan cepat dia keluar dari ruangan tersebut dan kembali lagi dengan membawa sesuatu di tangan nya..
"Pakai mobil saya Mas Arga, cepat bawa lah anak mu ke rumah sakit dengan segera"
"Terimakasih ibu Bidan, saya akan segera pergi sekarang juga"
"Iya, hati hati mas Arga, semoga bayi mungil ini bisa cepat mendapatkan pertolongan, saya sudah memberikan obat penurun panas nya, Untuk berjaga jaga agar tidak kejang"
"Sekali lagi terimakasih bu Bidan, jika begitu kami pergi sekarang juga"
Ucap Ibu Puja menggendong tubuh putri nya,
Mereka mulai mengendarai mobil tersebut dengan kecepatan lumayan kencang..
Arga sangat tidak ingin jika sampai terjadi apa apa oleh anak ketiga nya,
Dan Arga sudah berjanji jika dia akan menjadi ayah yang baik untuk putri tak sempurna nya tersebut..
"Sayang, papi mohon, bertahan lah, papi akan berusaha menyelamatkan mu nak"
Ucap Arga meneteskan air mata..
Tidak pernah terbayang kan jika kehidupan nya yang awal nya sangat sempurna kini telah berubah dengan drastis,
Dan Arga telah menerima takdir tersebut dengan hati yang ikhlas...
Hingga hampir tiga jam mengendara, akhirnya Arga telah tiba di rumah sakit yang ada di kota tersebut
Arga langsung menggendong tubuh bayi kecil itu dengan berlari kencang, begitu juga dengan ibu Puja yang ikut berlari sambil membawa tas yang dia bawa..
"Suster, tolong anak saya segera, anak saya sakit suster"
Teriak Arga menjerit panik, hingga tak lama kemudian para perawat mulai membawa bayi kecil tersebut ke ruang UGD..
"Ya Tuhan, aku mohon, selamat kan lah anak ku Tuhan"
__ADS_1
Doa Arga di dalam hati nya...