Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Pertengkaran Dara dan Arga


__ADS_3

Malam hari nya, kini Gio sudah tiba di kediaman keluarga Fernandez, seminggu lagi Nadia adik nya akan melangsungkan acara pernikahan..


Dan tepat pada malam itu, Gio berencana akan mengutarakan isi hati nya kepada wanita yang sangat dia sukai...


Gio akan mengungkapkan perasaan yang sudah lama dia simpan kepada Aira, agar wanita itu bisa mengetahui jika Dia Gio Fernandez benar-benar tulus mencintai Aira Saraswati sejak puluhan tahun yang lalu, ...


Dan sebelum semua itu Gio lakukan, pria tampan tersebut harus menyelesaikan rencana awak nya terlebih dahulu..


Yaitu menjebloskan Arga Sadewa kedalam jeruji besi yang sudah menanti kedatangan nya..


Malam ini Gio sudah menyiapkan semua bukti serta senjata ampuh yang akan membungkam mulut Arga agar tidak bisa berkilah dan juga membantah tuduhan yang telah Arga lakukan..


Gio serta Pandi dan juga Rio telah bekerja sama untuk membongkar kebusukan Arga yang telah berani memanipulasi data pengeluaran keuangan serta melakukan penyelewengan dalam jumlah yang sangat besar...


"Cih... dasar pria bodoh, apa sebenarnya yang dia cari dari seorang wanita murahan seperti Dara, Arga telah banyak mengorbankan orang lain, demi kesenangan nya bersama wanita itu, dan aku akan segera mengakhiri perbuatan licik mu itu Arga"


Gumam Gio berbicara sendiri,


Dia benar-benar kesal terhadap pria pengecut tersebut yang lebih memilih orang lain di bandingkan kedua putra dan putri nya..


"Arga besok adalah hari terakhirmu untuk menghirup udara bebas, karena setelah beberapa jam kemudian, maka kau akan terpenjara di dalam jeruji besi Arga"


Tak lama kemudian terdengar suara pintu ruangan kerja Gio yang terbuka dengan perlahan...


Hingga tampak lah seorang wanita cantik yang tak lain adalah Nadia yang sudah berdiri sambil tersenyum menatap ke arah dirinya...


"Ada apa Nadia? kenapa kau tersenyum mengejek seperti itu? "


Tanya Gio dengan wajah penasaran..


"Kakak... apakah kau sudah berhasil mendekati Aira? seminggu lagi acara pernikahan ku akan di laksanakan di rumah ini, dan aku sangat ingin jika kau bisa mengungkapkan perasaan mu kepada Aira kakak"


Ucap Nadia dengan nada mengintimidasi, membuat Gio langsung menatap tajam ke arah wanita tersebut..


"Apakah kau kira semudah itu meluluhkan hati sahabat mu, aku rasa Aira seperti menjaga jarak dengan ku, karena dia selalu mengatakan jika dia belum bisa membuka hati untuk pria mana pun"


Jawab Gio dengan tatapan kosong mengarah kedepan


Nadia sedikit terhenyak dengan perkataan kakak nya tersebut,

__ADS_1


"Lalu... apakah kau menyerah begitu saja kak! pliss...... ini adalah kesempatan kedua untuk kakak, jangan di sia sia kan lagi, kakak sudah menjadi dewa penolong untuk nya, jadi tidak akan susah untuk masuk kedalam kehidupan nya kak"


"Aku juga tidak akan menyerah Adik, mana mungkin aku menyerah begitu saja, lagian aku sudah mendapatkan restu dari kedua orang tua Aira, dan itu adalah salah satu nilai plus untuk usaha ku ini"


"Benarkah kak..! apa kah kau sudah mengatakan niat mu kepada paman dan bibi? "


"Sudah, dan mereka sangat mendukung niat ku ini"


Ucap Gio tersenyum tipis


Nadia langsung berlari mendekat kakak nya tersebut, dan dia memeluk Tubuh Gio dengan membungkukkan badan nya.


"Waahh...... aku sangat bahagia mendengar nya kak, selamat ya kak Gio "


"Iya, tapi kau jangan memeluk ku seperti ini Nadia, sebentar lagi kau akan menikah, jadi kau harus bisa bersikap dewasa"


"Tidak apa apa, kau kan kakak ku, jadi sah sah saja jika aku memeluk mu, oya besok malam mama dan papa sudah tiba dirumah, bagaimana jika kita mengundang Aira untuk makan malam bersama? "


Ucap Nadia memberikan ide nya kepada Gio dengan cepat Gio langsung bangkit dari duduknya, sungguh dia sangat menyukai dengan ide dari adik nya tersebut..


"Ide bagus Nadia , aku sangat setuju dengan ide mu itu, besok kau bisa menelfon Aira , "


"Tentu saja, dia sangat pantas mendapat kan balasan nya , anggap saja aku adalah perantara dari tuhan untuk menghancurkan kehidupan nya"


"Hebat... kakak benar benar mantan prajurit sejati, baiklah jika begitu aku permisi sekarang juga, bay kakak"


"Hemmm...... "


Jawab Gio tersenyum senang, tidak sabar rasanya untuk bertemu Aira kembali, entah mengapa walaupun setiap hari nya Gio selalu bersama wanita itu, tapi tetap saja Gio selalu merasa rindu disetiap detik nya...


*****


Lain hal nya di apartemen milik Arga dan Dara, tepat pukul sembilan malam, mereka baru saja tiba di unit tersebut..


Dara langsung membaringkan bokongnya di kursi tamu yang ada di ruangan, dan dia mencoba meluruskan kaki yang sudah terasa sangat kram sejak berada di pesawat...


"Ukh..... kaki ku sangat sakit..., mas Arga bisa kah kau memijat kaki ku mas,"


Teriak Dara membuat Arga yang sedang mengangkat koper mereka berdua langsung menatap dengan tatapan tajam

__ADS_1


Dia benar-benar kesal dengan situasi saat ini, entah mengapa kehamilan Dara sedikit pun tidak bisa membuat diri nya merasa bahagia..


"Apakah kau tidak bisa melakukan nya sendiri hah! aku sudah lelah Dara, kau urus kaki mu sendiri"


Jawab Arga berteriak


Dara langsung ikut kesal dengan suami nya tersebut, bagaimana mungkin Arga yang awal nya terlihat baik serta lemah lembut sekarang telah berubah menjadi pria yang tempramen dan suka marah marah..


"Kenapa kau selalu marah kepada ku mas? apakah kau benar-benar tidak menyukai kehamilan ku ini? "


"Aku tidak menyukai kau hamil Dara, karena itu membuat ku semakin bertambah repot, apakah kau tidak sadar jika kau hanya aku butuhkan untuk melampiaskan nafsu ku saja, bukan untuk melahirkan anak ku Dara"..


Plakkkk......


Tanpa sadar Dara sudah menampar wajah pria itu dengan keras, membuat Arga menjadi spaning dan marah besar


Arga langsung mencengkram rahang Dara yang sedang duduk di kursi tamu tersebut..


Hingga Dara menjerit karena kesakitan...


" Apa yang kau lakukan mas"


"Berani sekali kau menampar ku Dara, apakah kau tahu jika kau itu benar-benar sangat berbeda dengan Aira istri ku, dia bahkan tidak pernah berkata kasar apalagi menampar ku Dara,sedangkan kau.... sangat pantas jika kau di sebut batu kali seperti yang mereka katakan kepada ku"


Tesss........


Air mata Dara langsung jatuh membasahi pipi nya, sungguh Arga telah berubah dengan cepat, karena kehamilan yang tidak mereka rencanakan...


"Lepas mas, sakit"


Brakkkk......


Dengan kuat Arga menghempaskan tubuh Dara hingga menabrak kursi tersebut , membuat tubuh nya merasa sedikit sakit..


"Apakah kau tidak bisa untuk tidak membandingkan aku dengan mantan istri mu itu mas, aku adalah wanita baik baik, sama seperti mbak Aira, bahkan aku rela berkorban untuk mu mas Arga, kenapa kau tidak bisa menghargai nya"


Teriak Dara menjerit histeris...


Membuat Arga langsung meraup wajah nya dengan kasar...

__ADS_1


"Bangsat... kenapa jadi seperti ini"


__ADS_2