Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Kenyataan yang menyakitkan


__ADS_3

Tepat pukul tujuh pagi, akhirnya para dokter yang menangani bayi kecil tersebut sudah keluar dari ruang perawatan ICU..


Mereka langsung bertemu dengan keluarga untuk memberi tahu tentang penyakit yang sedang di derita oleh bayi malang itu...


"Apakah kau orang tua dari pasien? "


Tanya Dokter menunjuk ke arah Arga..


"Iya dokter, saya adalah ayah kandung pasien, bagaimana dengan putri saya Dokter? "


"Tuan putri anda mengalami penyakit demam berdarah, dan saat ini trombosit nya sudah sangat menurun, begitu juga dengan darah di tubuh nya, jika di biarkan maka putri anda akan meninggal dunia tuan, "


"Tidak... saya mohon, bantu putri saya dokter, pasti ada solusi yang terbaik dokter"


Ucap Arga memohon dia sudah menangis meneteskan air mata dengan sangat deras


Begitu juga dengan ibu Puja yang berusaha tegar untuk menyemangati putra nya...


"Kami mohon Dokter? selamat kan cucu saya, "


"Baiklah, masih ada satu cara yang bisa kita lakukan, yaitu melakukan transfusi darah, apakah tuan siap mendonorkan darah untuk putri anda? "


"Tentu saya siap dokter, ayo lakukan sekarang juga, berapa pun banyak nya, ambil saja dokter"


"Baiklah.. mari kita lakukan pemeriksaan ulang terlebih dahulu"


Ajak Dokter tersebut dan menyuruh Arga untuk mengikuti salah satu perawat yang ada disamping mereka...


Hingga tepat setengah jam lama nya, pemeriksaan sudah selesai di lakukan, dan dokter tersebut mulai memberi tahu hasil nya..


"Tuan Arga, jika saya boleh tahu, apakah putri anda masih memiliki seorang ibu? "


"Masih dokter, tapi ibu nya telah pergi meninggalkan nya dokter"


"Lalu apakah anda tahu, golongan darah dari istri anda? '


" Saya tahu dokter, dan seingat saya, istri saya memiliki golongan darah AB dokter "

__ADS_1


"Baiklah.... jika begitu, sudah bisa di ambil kesimpulan, jika putri anda bukan lah anak kandung dari tuan Arga, dan itu artinya tuan Arga tidak bisa melakukan transfusi darah untuk bayi mungil itu"


"Apa...!! apa maksud perkataan mu Dokter? kau jangan mengada ngada, mana mungkin putri ku bukan darah daging ku, sedangkan aku adalah orang pertama yang menyetubuhi ibu nya, aku adalah pria yang memecah keperawanan milik Dara istri ku Dokter, aku yakin mau pasti sudah salah memeriksa nya"


Teriak Arga tidak Terima


Bahkan dia berniat ingin mencengkram kerah baju dokter tersebut tapi langsung di hentikan oleh sang ibu...


"Arga kau harus tenang nak, jangan menyakiti dokter, kau bisa di penjara lagi Arga"


"Tapi dia sudah melakukan pemeriksaan secara salah ibu, aku yakin alat di rumah sakit ini pasti pada rusak semua nya"


"Tuan Arga, jika anda tidak percaya maka anda bisa pergi dari rumah sakit ini, saya mengatakan hal yang sebenarnya, jika putri anda bukan lah darah daging anda tuan, tapi dia anak dari pria lain, sekarang masalah nya kita harus bisa mendapatkan donor darah secepatnya, atau putri anda tidak dapat tertolong"


"Lalu aku harus apa dokter? aku benar-benar. di tipu saat ini, kenapa cobaan ku terlalu berat ibu, bagaimana mungkin anak yang sudah aku sayangi ternyata bukan lah darah daging ku sendiri, hiks.... hiks... lalu anak itu anak siapa bu"


Ucap Arga langsung tersungkur di atas lantai rumah sakit...


Sungguh tidak pernah terbayang kan jika dia sudah di tipu oleh wanita yang telah dia bela mati matian, bahkan Arga lebih memilih wanita itu di banding kan anak dan istri nya sendiri..


"Sabar Arga, mungkin ini adalah salah satu cara Tuhan untuk memperlihatkan kebusukan istri mu itu, dia benar-benar bukan manusia Arga, tapi dia adalah seorang iblis"


"Nak.. bagaimana jika kau meminta bantuan kepada Aira saja, ibu yakin dia. pasti akan membantu kesusahan mu bu".


" Tidak.... aku tidak bisa melakukan nya bu, aku. sangat malu untuk melakukan hal. itu"


Ucap Arga mulai berputus asa..


Hingga tak lama kemudian, para suster tampak berlarian untuk masuk kedalam ruangan


ICU itu, membuat Arga dan ibu Puja langsung bangkit melihat situasi tersebut..


"Suster! ada apa dengan putri ku, kenapa kalian tampak sangat panik? "


"Maaf tuan Arga, kami tidak bisa menyelamatkan putri anda, "


"Apa maksud perkataan mu suster? memang nya kenapa dengan putri ku hah? "

__ADS_1


Tanya Arga mulai marah..


"Putri anda sudah tidak ada tuan, dia telah pergi untuk selama lama nya"


Jeduarrr.............


Arga langsung jatuh kembali dari berdiri nya, kejutan apa lagi yang Tuhan berikan untuk nya,


Setelah mengetahui kenyataan jika anak yang dia sayangi ternyata bukan lah anak kandung nya, kini tuhan dengan cepat langsung mengambil bayi mungil itu untuk di bawa ke alam syurga milik nya...


Arga menangis dengan sangat menyedihkan, semua berawal dari penghianatan yang dia lakukan yang telah berimbas dengan kehidupan nya yang kini menjadi hancur lebur..


"Hiks... hiks... apakah ini yang dinamakan karma ibu, apakah ini karma atas perbuatan ku untuk istri dan anak ku ibu, aku sungguh merasa sakit ibu, Dara telah menipu ku dan meninggal kan ku begitu saja, dan sekarang anak yang aku sayangi telah di ambil oleh sang Maha Kuasa, kenapa sangat kejam ibu, apakah ini yang di alami Aira dahulu, aku sungguh tidak sanggup ibu"


Ucap Arga menangis dengan menyedihkan..


Ibu Puja langsung memeluk tubuh Arga dengan perasaan kasihan...


Sungguh ini adalah karma terindah yang Arga Terima dari segala perbuatan jahat nya di masa lalu...


"Sabar nak.. ibu yakin kau pasti kuat, jangan menyerah dengan cobaan ini nak, semua sudah menjadi takdir mu"


"Ibu.. ini semua karena wanita iblis itu, aku ingin sekali membunuh nya ibu"


"Jangan Arga, jangan kau lakukan hal keji seperti itu, sekarang ayo kita lihat putri mu untuk yang terakhir kali nya, kita doakan agar dia masuk kedalam syurga nak"


Ajak ibu Puja membantu Arga untuk berdiri, dengan lunglai Arga mulai berjalan memasuki ruangan tersebut...


Kini sudah tidak ada lagi bayi kecil tak sempurna yang menemani diri nya,..


Arga telah resmi sendiri, di tinggalkan oleh orang orang yang dia sayangi...


"Nak... walaupun kau bukan anak ku, tapi aku sungguh menyayangi mu, sekarang tenang lah disana, papi akan selalu mendoakan mu nak"


Ucap Arga di dalam hati nya, sambil memeluk tubuh bayi mungil tersebut...


Ibu Puja sungguh tidak tega menyaksikan kehancuran putra nya yang datang secara bertubi-tubi, semoga saja dengan ini semua Arga bisa menjadi pria yang lebih baik lagi...

__ADS_1


"Bertobat lah Arga, jadi lah pria yang baik, serta ayah yang baik untuk kedua anak mu"


Ucap ibu Puja menasehati....


__ADS_2