Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Dara terkena batu nya


__ADS_3

Brukkkk......


Terdengar suara orang yang tersungkur ke atas lantai parkir dengan begitu keras


Di iringi dengan jeritan histeris dari seorang wanita yang baru saja terjatuh tersebut...


"Aaakkkhhh.... tolong.... tolong aku, ini sangat menyakitkan, aku benar-benar tidak bisa menahan nya"


Ucap seorang wanita yang sudah bergulung di atas lantai....


Aira dan Gio langsung berlari mendekati wanita tersebut, Aira merasa sangat penasaran,. dengan wanita yang sudah mengganggu kesenangan mereka berdua..


"Mas... ayo. kita lihat wanita itu terlebih dahulu, aku rasa dia sedang menjerit kesakitan"


"Baiklah... tapi kau jangan berlari sayang, aku tidak mau kau kenapa kenapa"


"Iya mas, ayo kita mendekati nya"


Ajak Aira kepada suami nya Gio, dengan beriringan mereka mulai mendekati wanita yang sedang bergulung di atas lantai, dia memegang perut nya seperti sedang kesakitan


"Nona, kau kenapa? apakah kau sedang merasa sakit? "


Tanya Aira berjongkok mencoba menatap wajah wanita itu, hingga detik kemudian, Aira terkejut setengah mati saat mengetahui siapa yang sedang berada di depan mata nya saat ini...


"Kau.... bagaimana bisa mau berada di kota ini hah!"


Teriak Aira merasa kesal, dengan cepat dia menarik tangan Gio agar membantu nya untuk berdiri kembali, sedang kan Gio mulai merasa heran setelah melihat perubahan pada wajah istri nya saat ini


"Ada apa sayang? apakah kau mengenali wanita ini? "


"Iya.. dia Dara mas, Dara sang pelakor, ayo kita pergi mas, aku tidak mau melihat wajah nya lagi"


"Baiklah... itu lebih baik untuk kehamilan mu saat ini sayang"


Ucap Gio menyetujui, dengan cepat Gio langsung menggenggam tangan Aira erat, dan mereka melangkah kan kaki menuju ke arah mobil kembali..


Hingga beberapa menit kemudian, Aira kembali di kejutkan dengan suara teriakan Dara yang meringis menahan sakit, wanita itu memohon dengan suara bergetar agar di tolong oleh Aira...


"Aira.... aku mohon, tolong aku, jangan tinggalkan aku Aira, aku mohon, aku benar-benar merasa kesakitan saat ini"

__ADS_1


Ucap Dara mulai meneteskan air mata, Aira merasa tidak tega saat mendengar suara tersebut, dan dia mulai menatap Gio dengan lama...


"Mas.... aku masih sangat trauma dengan dirinya, karena dia berkali-kali sudah berniat merusak pernikahan kita, jadi aku tidak bisa mempercayai nya begitu saja, bagaimana jika kau menyuruh orang untuk membawa nya kerumah sakit terdekat mas"


"Baiklah.. aku akan menelfon salah satu anak buah ku Aira"


Jawab Gio mengelus pipi istri nya tersebut..


Gio sangat mengerti dengan apa yang Aira rasakan saat ini, rasa benci dan trauma terhadap seorang Dara, kini sudah membuat nya menjadi sangat waspada,


Dara terus menjerit kesakitan, wanita itu sudah hampir kehilangan tenaga nya, keringat dingin mulai mengucur deras di tubuh Dara,


Membuat Aira merasa sangat prihatin, hingga beberapa menit kemudian, para anak buah Gio mulai berdatangan untuk mengangkat tubuh Dara masuk kedalam mobil...


Dan mereka membawa Dara menuju kerumah sakit terdekat, begitu juga dengan Aira dan Gio


Mereka memutuskan ikut kerumah sakit, untuk memastikan jika Dara mendapatkan pertolongan pertama..


"Sayang... kita jangan terlalu lama berada di rumah sakit, aku tahu kau sangat merasa kelelahan, aku tidak mau terjadi apa apa dengan mu sayang"


Ucap Gio khawatir...


"Mungkin saja dia sudah tidak mau bersama Arga lagi, karena Arga sudah jatuh miskin saat ini, sekarang kau tidak usah memikirkan orang jahat seperti Dara, karena aku tidak mau kau terlalu banyak fikiran sayang"


"Baiklah... terimakasih mas, karena kau sudah sangat perhatian kepada ku,".


" Tentu saja sayang, aku adalah suami siaga jadi aku harus ekstra perhatian dengan mu"


Jawab Gio tersenyum, begitu juga dengan Aira yang merasa bersyukur telah mendapat kan suami sebaik Gio...


Setelah hampir setengah jam menempuh perjalanan akhirnya mereka telah tiba di rumah sakit terdekat,.


Para anak buah Gio sudah mengangkat tubuh Dara untuk di bawa ke ruang UGD, mereka berdua juga mengikuti langkah kaki ke-tiga pria tersebut...


"Selamat malam tuan dan nyonya, apakah ada yang bisa kami bantu? "


Tanya para perawat yang melihat kedatangan mereka semua


"Suster tolong wanita yang sedang sekarat itu suster, dia seperti nya sangat kesakitan"

__ADS_1


"Baiklah, kami akan memeriksa nya terlebih dahulu, ayo tidur kan di atas brangkar.... "


Ucap suster itu, dengan cepat para anak buah Gio mulai membaringkan tubuh Dara di atas Brangkar, dan membawa Dara ke ruang UGD.


"Aira, ayo kita pulang, biarkan anak buah ku yang menjaga Dara untuk mengetahui kondisi dari wanita itu"


"Baik mas, sebenarnya aku tidak suka jika kita berurusan dengan wanita licik itu lagi, tapi... aku sangat penasaran dengan apa yang terjadi, aku rasa dia itu baru saja menghadiri acara pesta kita, dan dia berada di dekat kita, seperti nya Dara sedang menguntit kita mas, lalu tiba-tiba saja Dara merasa kesakitan dan jatuh secara tiba-tiba, sungguh... aku merasa penasaran. dengan wanita itu"


"Sayang... kau sudah seperti seorang detektif saja, sekarang ayo kita kembali ke hotel"


Ajak. Gio menggandeng tangan istri nya, jujur saja jika hari ini tubuh Aira terasa sangat lelah..


Karena dia belum sempat beristirahat saat tiba di kota D, dan malam ini Aira berencana akan menghabiskan waktu nya untuk tidur,


Agar tubuh nya bisa Vit kembali,


*****


Sedang kan di rumah sakit, keadaan Dara benar-benar sungguh memprihatinkan, wanita itu terus menjerit kesakitan sambil menekan bagian bawah perut nya...


Baju seksi yang Dara kenakan kini sudah basah dan kotor, rambut nya yang awal nya rapi juga sudah acak acakan, Dara persis seperti orang gila yang menahan sakit...


"Dokter... tolong aku Dokter, sakit Dokter"


Rintih Dara menjerit, para suster dan juga Dokter mulai curiga mentap wanita yang ada di depan mereka saat ini


Dari fisik, Dara terlihat baik baik saja, dan jika di lihat dari gejala, seperti nya Dara sudah terkena penyakit yang mematikan...


"Suster bawa pasien ini keruang isolasi, aku rasa dia telah mengidap penyakit mematikan"


"Baik Dokter"


Dengan cepat mereka mendorong brankar milik Dara menuju keruang isolasi, membuat anak buah Gio terkejut menyaksikan hal tersebut...


"Dokter, kenapa pasien itu di pindah kan dengan begitu cepat? "


"Maaf tuan, jika dari gejala yang saya lihat, seperti nya pasien tersebut telah mengidap penyakit mematikan yaitu HIV dan AIDS".


" Apa....!!!! ayo kita segera mandi sekarang juga, bagaimana jika tertular oleh wanita itu"

__ADS_1


Ajak Anak buah Gio dengan wajah panik....


__ADS_2