
Kini Arga sudah di tetap kan sebagai tersangka, dengan bukti bukti kuat yang di siapkan oleh para pengacara Gio, tentu saja tidak ada hukum yang bisa membela Arga sedikit pun
Arga menjadi tersangka atas kasus penggelapan uang dan juga penyelewengan dana alias korupsi, dia akan mendapatkan hukuman yang lumayan lama jika tidak bisa membayar ganti rugi dengan jumlah yang sudah di tentu kan...
Dan saat ini Arga telah mendekam di dalam jeruji besi yang terdapat beberapa orang penghuni, mereka semua menyambut penghuni baru yang baru saja tiba tersebut..
Arga di buat terkejut, saat menyaksikan para tahanan yang lain nya mulai menatap tajam dan tersenyum menyeringai kepada dirinya.
Sungguh kejadian saat ini benar-benar tidak pernah terbayang kan oleh Arga walaupun di dalam mimpi..
"Selamat datang penghuni baru, kami sudah mendengar semua kejahatan yang kau lakukan, aku rasa kau sangat hebat teman"
Ucap salah satu pria yang berbadan paling besar,
Arga diam membisu mendengar perkataan dari pria tersebut, dengan bersusah payah Arga mencoba menelan ludah nya sendiri.
"Wah... jadi kau ya orang yang bernama Arga, kau pasti menjadi kaya kan karena telah melakukan korupsi secara besar-besaran, sekarang kau akan kami jadikan penghuni spesial asal kan kau mau memberikan kami uang yang banyak"
Kata pria satu nya lagi langsung berjalan ke arah Arga dan mencengkram kerah baju yang dia gunakan...
"Lepaskan aku..., jangan ganggu aku, aku akan memberikan apa yang kalian mau, tapi tolong jangan sentuh aku"
Teriak Arga mulai panik...
Mereka para tahanan langsung tertawa terbahak, hingga akhirnya salah satu dari mereka mulai memberikan bogem mentah tepat di wajah Arga sebelah kanan..
Bughhh.......
"Aaakh...... kenapa kau memukul ku bajingan, apakah kalian tidak tahu siapa aku hah! "
"Kami tidak perlu tahu siapa kamu, karena yang kami tahu kau adalah seorang tahanan saat ini, sama seperti kami, ayo kita beri sambutan untuk pria ini"
Ajak pria yang satu nya langsung di setujui oleh tahanan yang lain nya..
Hingga beberapa detik kemudian, Arga langsung merasakan sakit yang teramat sangat akibat siksaan yang mereka semua berikan..
Sungguh Tuhan benar-benar tidak adil dengan nya, hanya kebahagiaan sesaat yang dia rasakan dan sekarang Arga harus menerima penderitaan yang cukup lama..
__ADS_1
"Tolong... tolong aku... lepaskan aku dari sel ini"
Teriak Arga menggelegar...
Sedangkan di tempat lain, tepat nya di dalam apartemen, Dara sedang fokus menghitung uang yang baru saja dia curi dari lemari Arga...
Wanita itu tersenyum senang karena tabungan milik nya sekarang sudah banyak dan bisa dia manfaat kan untuk membeli perhiasan dan juga barang barang mewah..
Sungguh hati Dara benar-benar tidak merasa menyesal sedikit pun, setelah menjadi seorang pelakor dan mengobrak abrik kehidupan dua orang anak yang tidak bersalah...
"Hahaha....... akhirnya aku memiliki uang yang sangat banyak, mas Arga tidak akan tahu jika aku telah mengambil uang milik nya, karena uang yang dia simpan juga lumayan banyak, hemm..... terimakasih mbak Aira, karena kau telah menyerah kan mas Arga untuk ku,sehingga dia bisa menjadi suami dan juga ayah untuk anak yang sedang aku kandungan saat ini"
Ucap Dara tersenyum senang, sambil mengelus perut nya yang sedikit membuncit...
Setelah selesai menyimpan uang tersebut, Dara langsung bergegas keluar dari kamar, kebetulan hari sudah menjelang Sore, jadi Dara ingin bersiap siap untuk menyambut kepulangan suami nya..
Hingga tak lama kemudian, terdengar suara pintu yang di ketuk dari luar, membuat Dara tersenyum karena mengira jika itu adalah Arga...
"Wah... mas Arga seperti nya mau main main sama aku, kenapa juga mas Arga tidak langsung masuk , Baik lah aku akan menyambut kepulangan mu mas"
Dan saat pintu terbuka, Dara langsung di kejutkan dengan berdiri nya beberapa orang polisi bersama seorang pria yang Dara kenal..
"Mas Rio... ! kamu mau ngapain ke apartemen ku mas, dan kenapa bawa polisi segala, pergi sana"
Ucap Dara yang sedikit panik..
Dara berusaha menutup pintu nya dengan rapat, tapi Rio langsung mencegah dan menahan nya..
"Jangan lancang Dara, berani sekali kau mau masuk dan meninggal kan kami"
"Apa maksud perkataan mu hah! aku tidak memiliki masalah dengan mu, pergi sekarang juga"
Teriak Dara mulai tersulut emosi,membuat Rio menyunggingkan senyuman nya dan berusaha keras mendorong pintu apartemen tersebut...
"Keluar... jangan berani berani nya kau masuk ke dalam apartemen ku Mas Rio, kau bukan lagi anak buah suami ku, kau sudah di pecat oleh mas Arga.. "
"Apa... suami! apakah kau yakin jika Arga adalah suami mu? "
__ADS_1
Tanya Rio dengan tatapan mengejek
"Ya.. dia memang suami ku, beberapa hari yang lalu kami baru saja menikah, sekarang kau keluar lah, bawa para polisi itu"
"Hahaha....... baiklah.. karena kau adalah istri dari Arga, maka kau juga harus dimintai keterangan"
Ucap Rio menatap para polisi, dengan cepat mereka langsung memegang tangan Dara secara paksa, membuat wanita tersebut menjerit histeris..
"Lepas... kenapa kalian menangkap ku, aku tidak memiliki salah apa pun"
"Nyonya Dara, sekarang anda akan kami bawa ke kantor polisi, untuk memberikan keterangan atas kejahatan yang suami anda lakukan, dan satu lagi yang harus anda tahu, jika Apartemen ini sudah kami sita beserta dengan isi nya, jadi anda tidak boleh keluar dengan membawa satu pun barang yang ada di dalam Apartemen"
"Apa...!!! tidak.... tidak... aku tidak mau, sekarang lepaskan aku, aku berjanji akan pergi tapi biarkan aku membawa pakaian dan barang barang ku yang lain nya"
"Kami akan memberikan pakaian Anda, tapi rekan saya akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, sekarang ayo ikut kami"
Ajak polisi tersebut langsung menarik tangan Dara secara paksa...
Dara terus menjerit histeris, baru saja tertawa bahagia, kini penderitaan akan kembali datang menyambangi kehidupan seorang Dara...
Sedangkan di kampung, ibu Ningsih yang akan mengambil minum menggunakan gelas, langsung menjatuhkan gelas itu tanpa dia sengajai
"Ya Tuhan... perasaan apa ini, kali ini perasaan ku sangat kuat dan tidak enak, aku takut terjadi apa apa dengan Dara"
Ucap Ibu Ningsih meneteskan air mata nya...
Istri dari pak Kasmin yang mendengar suara pecahan gelas dari arah dapur pun langsung menyambangi wanita tua tersebut..
"Ada apa mbak... kenapa mbak Ningsih menangis, sudah biarkan saja gelas nya, biar saya yang bereskan"
Ucap Istri pak Kasmin.
"Aku... aku tiba-tiba saja teringat dengan Dara "
"Sudah lah, lupakan dia, aku yakin dia tidak mengingat mbak lagi, sekarang mbak sudah hidup dengan kami, jadi jangan ingat ingat lagi anak mbak yang durhaka itu"
Ibu Ningsih langsung menganggukkan kepala nya dengan terpaksa, setelah kepergian Dara, ibu Ningsih mengalami sakit yang bertambah parah, sehingga pak Kasmin yang merasa kasihan dengan beliau langsung membawa ibu Ningsih untuk tinggal di rumah milik nya bersama istri nya ibu Aisyah
__ADS_1