Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Aira menjalankan rencana


__ADS_3

Saat ini keluarga kecil Aira sudah berkumpul di meja makan,


Jason dan juga Laura sedang menikmati makanan mereka dengan sangat lahap, begitu juga dengan Arga, dia sungguh sangat rindu dengan makanan yang di masak oleh sang istri


Sedangkan Aira, dia mulai melakukan rencana awal yang sudah dia fikir kan sedari tadi malam,


Aira yang melihat suami nya sedang makan dengan terburu buru pun langsung mengeluarkan dua lembar kertas putih yang akan dia berikan kepada Arga..


"Mas.. aku mau minta tanda tangan kamu boleh ya? "


Tanya Aira dengan sangat lembut,


"Buat apa sayang? mas lagi terburu buru ini, jadi harus cepat segera pergi"


"Buat keperluan sekolah Jason dan juga Laura,butuh tanda tangan kamu mas"


Jawab Aira dengan meyakinkan,


Arga langsung mengelap bibir nya dengan tisu, setelah itu dia menatap ke arah kertas kosong yang belum terisi oleh apa pun..


"Masih kosong sayang?"


Tanya Arga sambil menandatangani dua lembar kertas tersebut.


"Iya, belum sempat aku ketik mas, nanti juga akan aku ketik"


"Ya sudah, sayang, hari ini kamu anter anak anak ya, mas sudah tidak sempat, karena banyak pekerjaan di kantor"


"Okey, gak masalah kok mas, mas pergi aja"


Jawab Aira dengan tenang, begitu juga dengan kedua anak nya, mereka kini sudah tidak seperti biasa nya yang suka merengek dan menangis kepada papi nya,


Karena mereka sudah tahu jika papi nya selalu sibuk dan tidak mempunyai waktu,


"Sayang, papi pergi duluan ya, kalian berdua sama mami"


Ucap Arga sambil mengecup kedua kening anak nya, setelah itu Arga langsung keluar dari ruang makan tersebut,


Dan berlalu pergi menggunakan mobil nya, Aira hanya menatap sedih melihat kepergian suami nya, dan dia berusaha untuk tetap tegar agar bisa menjadi kuat hingga waktu yang sudah di tentukan

__ADS_1


Aira sengaja meminta tanda tangan Arga menggunakan kertas kosong, untuk berjaga jaga jika saja Arga tidak menyetujui permintaan Aira yang beberapa hari lagi akan dia layangkan yaitu mengajak Arga untuk mengalih kan semua aset mereka berdua menggunakan nama kedua anak mereka...


"Mami.... papi udah gak sayang sama Laura dan kak Jason"


Ucap Laura membuyarkan lamunan Aira, dengan cepat dia langsung menatap putri nya tersebut dan tersenyum memberikan semangat.


"Sayang... mulai hari ini kita biarkan saja papi menyelesaikan pekerjaan nya ya sayang, Laura harus menjadi anak yang tidak manja dan juga mandiri, karena papi tidak akan bisa untuk selalu bersama kita sayang


" Iya mami, Laura juga udah besar sekarang, Laura gak mau sedih karena papi lagi".


"Jason juga mi, Jason gak akan ajak papi untuk main bola lagi, karena papi sangat sibuk dengan pekerjaan nya"


"Iya..., kita berdo'a saja semoga papi mempunyai waktu untuk kita bertiga ya sayang, dan berdoa juga agar pekerjaan papi bisa cepat selesai"


"Iya, mami jangan sedih lagi ya, ada Jason yang akan ajak adik dan mami untuk main dan jalan jalan"


"Terimakasih kak Jason, Laura sayang banget sama kak Jason"


Ucap Laura memeluk Jason dengan erat, membuat Aira langsung tersenyum sambil meneteskan air mata nya..


Aira sudah siap jika harus hidup tanpa Arga di samping mereka, karena Aira tidak akan mempertahankan seseorang yang sudah menghianati hati, cinta, dan kepercayaan nya, bahkan dengan darah daging nya pun Arga tega tidak memperdulikan mereka berdua..


Setelah selesai berpelukan, Aira langsung mengajak kedua anak nya untuk berangkat ke sekolah, dan setelah itu Aira akan menyuruh orang yang ahli dalam pemasangan CCTV untuk memasang di sekitar rumah nya,


Dan dia memberikan kecupan kepada putri nya tersebut,


"Sayang, nanti mami jemput ya, jangan nakal ya sayang, belajar yang pintar agar kamu menjadi anak yang pintar dan juga sukses"


"Iya mami, Laura masuk ke kelas dulu ya, mami hati hati di jalan"


Ucap Laura mencium tangan Aira,


Setelah itu Aira langsung pergi untuk melakukan rencana nya,


*****


Sedangkan di kantor milik Arga, dia langsung menyelesaikan segala pekerjaan nya yang sudah sangat menumpuk,


Siang ini juga Arga harus sudah selesai melakukan tanda tangan dan juga pemeriksaan banyak nya proyek yang sedang dia tangani

__ADS_1


Arga sudah tidak sabar ingin menunggu kedatangan Dara yang sudah berada di dalam kereta,


Tepat pukul 12 siang nanti, Dara akan tiba di apartemen yang sudah dia beli, dan pada pukul 2 siang baru lah Arga akan keluar dari kantor untuk menjumpai kekasih nya tersebut..


Hingga tidak terasa hari sudah menjelang siang, dan Dara baru saja turun dari kereta yang dia tumpangi tersebut


Dara yang baru pertama kali nya menginjak kan kaki di stasiun kereta pun, mulai melihat kesana kemari, sambil memperhatikan setiap orang yang juga baru turun seperti dirinya..


"Habis ini aku harus segera mencari taksi, seperti nya aku harus mengikuti ibu ibu yang juga baru turun itu, "


Ucap Dara bersemangat, dengan cepat Dara melangkah kan kaki nya mengikuti ibu tersebut, dia sangat malas untuk bertanya karena Dara bukan tipe orang yang ramah tamah,


Hingga setiba nya di sebuah tempat yang sunyi, Dara melihat jika itu adalah toilet umum, dengan terpaksa Dara menunggu ibu tersebut yang sedang masuk ke dalam toilet


"Sial... ternyata dia mau ke toilet, aku kira dia akan keluar mencari taksi, sekarang tunggu saja sebentar"


Ucap Dara sambil mengirim pesan kepada Arga,dengan memberitahu jika dia sudah tiba di dalam stasiun kereta...


Setelah itu Dara mengantongi kembali handphone milik nya, kebetulan hari ini Dara mengenakan celana jeans ketat serta baju kemeja ketat..


Penampilan Dara terlihat sangat seksi dan juga mencolok, membuat para pria yang menatap ke arah Dara langsung merasa terpesona..


Hingga detik kemudian, Tiba-tiba saja ada dua orang pria brandal yang melihat ke arah Dara


Mereka seperti nya sedang mengincar Tas yang di pegang oleh wanita tersebut.


"Lihat lah... ada korban disana? seperti nya dia baru tiba di kota ini, karena wajah nya tampak seperti orang ke bingungan"


Ucap salah satu pria tersebut kepada teman nya


"Kau benar, ayo kita ambil tas milik nya, aku yakin dia akan mengejar kita"


"Iya, sayang sekali wanita secantik seperti dia di sia sia kan begitu saja"


Ucap rekan nya menyetujui, dan mereka berdua mulai berjalan melewati Dara yang sedang celingukan menatap ke arah toilet..


Hingga beberapa menit kemudian,


Tas Dara sudah berhasil pria brandal itu tarik secara paksa membuat Dara terkejut dan berteriak histeris

__ADS_1


"Tolong... tas ku di jambret"


Ucap Dara mengejar penjambret tersebut....


__ADS_2