Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Impian Gio


__ADS_3

Malam yang dingin sangat terasa menyelimuti kota A saat ini, dan hujan rintik rintik mulai menghiasi perjalanan Gio dan juga Aira , menambah kesan romantis di dalam mobil yang sedang di kemudikan oleh pria tampan tersebut..


Gio diam diam berusaha menatap wajah Aira yang sedang tersenyum menatap ke arah depan dan kesamping kaca mobil


Wanita itu sangat suka dengan hujan, karena menurut Aira hujan adalah anugrah yang sangat berlimpah dari sang Maha Kuasa..


Gio yang mendengar perkataan dari Aira pun langsung tersenyum senang, Aira benar-benar wanita yang sangat menyenangkan dan juga penuh dengan kata syukur, bahkan setelah di tinggal kan oleh suami nya pun Aira mencoba untuk tetap tegar walau hati nya terasa sangat sakit dan terluka...


"Tuan..... apakah tuan menyukai hujan? "


Tanya Aira menatap ke arah Gio,


Membuat Gio menjadi terkejut dan kembali memasang wajah dingin..


"Tidak... aku tidak menyukai hujan"


Jawab Gio membuat wajah Aira menjadi sedikit tercengang, benarkah pria dingin ini tidak menyukai hujan? tapi.. bukan kah Gio adalah seorang pria yang dingin,


Aira langsung tertawa kecil mendengar Jawaban dari pria tersebut, seperti nya sikap dingin seorang Gio benar-benar tidak ada kaitan nya dengan hujan ataupun keadaan dingin lain nya..


"Kau kenapa tertawa Aira? apakah ada yang lucu? ".


Tanya Gio merasa penasaran...


Sedangkan Aira dia masih tertawa dengan pemikiran nya saat ini,.


"Maaf tuan, seperti nya saya sudah salah sangka, saya kira tuan sangat menyukai hujan, makan nya tuan memiliki sikap yang sangat dingin dengan semua orang"


Jelas Aira membuat Gio langsung menatap ke arah dirinya, bagaimana mungkin Aira bisa berfikir sekonyol itu, mengaitkan hujan dengan sikap dingin yang dia miliki..


"Tidak Aira, jangan suka menerka nerka tentang diriku, karena kau tidak mengetahui seperti apa aku Aira"


"Iya.. anda benar tuan, tapi... seperti nya tidak ada salah nya, jika aku mengetahui seperti apa tuan sebenernya, karena saat ini saya adalah sekretaris dari tuan Gio"


"Baiklah.... akan aku beritahu rahasia ku soal hujan kepada mu Aira, sebenarnya aku sangat menyukai hujan, tapi.. tidak untuk saat ini Aira"

__ADS_1


"Hah.... apa maksud nya tidak untuk saat ini, apakah tuan memiliki waktu tersendiri untuk menyukai hujan"


"Iya, kau benar Aira, dan waktu itu seperti nya akan segera tiba sebentar lagi, tepat nya beberapa bulan kedepan, "


"Wah... memang nya apa penyebab nya tuan? ada apa dengan bulan depan, kenapa tuan mengatakan nya secara setengah setengah"


"Aira... beberapa bulan kedepan aku akan sangat menyukai hujan, karena di saat hujan tiba itu akan menambah kesan romantis dan juga kesan saling mencari kehangatan, dan di saat itu juga lah menjadi waktu yang tepat untuk melepaskan sesuatu yang sudah tak tertahan kan, aku yakin pasti keadaan itu benar-benar akan terkesan sangat indah Aira "


Ucap Gio sambil fokus menyetir membuat Aira terdiam mencerna perkataan dari pria tersebut...


Aira tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Gio, karena menurut Aira Gio sangat aneh dan juga tidak nyambung..


"Hahaha..... Baik lah jika begitu, aku akan menunggu dimana waktu itu tiba tuan Gio, agar kita bisa ber sama-sama menyukai hujan"


Gio tersenyum bahagia mendengar perkataan Aira, seperti nya Aira tidak mengerti dengan maksud dari ucapan dirinya barusan


Semoga saja waktu itu menjadi kenyataan, karena Gio sangat menginginkan nya..


Setelah hampir satu jam mengendara, akhirnya mereka telah tiba di kediaman keluarga Aira...


Gio langsung masuk ke dalam mengikuti langkah wanita cantik tersebut, membuat Aira sedikit heran menatap ke arah Gio


"Iya... aku ingin bertemu dengan kedua orang tua mu Aira, ada hal penting yang ingin aku sampai kan kepada mereka"


"Benarkah...! oh... baiklah, jika begitu ayo kita masuk ke dalam"


Ajak Aira mulai mengetuk pintu rumah yang tertutup dengan rapat,,


Hingga tak lama kemudian, pintu mulai terbuka dengan lebar, di iringi oleh suara teriakan dari seorang gadis kecil yang tersenyum bahagia...


"Yea... akhirnya mami pulang juga, mami ayo ikut Laura, kita main di dalam kamar mami, Laura memiliki mainan baru"


Ajak Laura dengan semangat, gadis itu menarik tangan Aira dengan kuat hingga detik kemudian mata Laura menatap ke arah sosok pria yang sangat dia sukai..


"Eh... paman Gio, wah.. paman disini juga sama mami? "

__ADS_1


Tanya Laura menatap Gio dengan bahagia


Dengan cepat Gio langsung mengangkat tubuh Laura ke dalam gendongan nya,


Hingga beberapa menit kemudian, Aira bersama Laura mulai pergi meninggalkan Gio bersama kedua orang tua Aira..


Paman Bimo menatap intens kearah wajah Gio, begitu juga dengan istri nya ibu Aira


Yang sudah tidak sabar ingin mendengar kan apa yang di sampaikan oleh pria tersebut..


"Ehmm.....


Suara Gio mulai terdengar untuk mentralkan perasaan nya hingga beberapa detik kemudian


Kedua orang tua Aira langsung terdiam membisu saat mendengar perkataan yang di ucapkan oleh Gio


" Paman dan bibi, sebenarnya aku ingin mengatakan jika setelah Aira selesai dengan masa idah nya, maka pada bulan kedepan nya aku Gio fernandez akan segera melamar Aira saraswati untuk menjadi kan dia istri ku selama nya, aku berjanji akan mencintai nya seumur hidup ku paman, bibi"


Deghhh......


Kedua orang tua Aira merasa sangat terkejut, dengan apa yang di sampai kan oleh pria tampan tersebut..


Tidak pernah mereka sangka, jika Gio ternyata masih memiliki perasaan untuk putri mereka walaupun Aira telah menjadi seorang janda beranak dua..


Apakah selama ini Gio memang sengaja tidak menikah karena menunggu Aira, tapi..


Mana mungkin juga Gio bisa mengetahui jika Aira akan menjadi seorang janda,apakah ini juga yang di namakan jodoh tidak akan kemana..


Paman Bimo menarik nafas panjang dan menghela nya, seperti nya tidak ada alasan untuk menolak permintaan dari pria tersebut,


Tapi... sekali lagi paman Bimo akan menyerah kan segala keputusan kepada putri nya Aira...


"Nak Gio, paman benar benar merasa sangat bahagia, dengan niat baik yang kau utarakan ini, tapi... paman tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak, karena ini menyangkut hati dan juga pilihan dari Aira sendiri"


"Iya.. aku mengerti paman, tapi jika boleh tahu apakah paman dan bibi merestui ku untuk mendekati putri kalian? "

__ADS_1


"Tentu saja nak, jika kau memang tulus dengan Aira, maka kejar lah nak, kami juga sangat ingin melihat Aira bisa bahagia dengan pria yang tulus dengan nya, sembuh kan luka di hati nya itu Gio, agar dia bisa kembali percaya untuk menjalin rumah tangga kembali"


Ucap Ibu Puja dengan perasaan sedih


__ADS_2