
Tepat pukul sepuluh pagi, mobil milik Nadia sudah terparkir di dalam basement apartemen tersebut.
Mereka sedang menunggu kedatangan Arga yang sedang dalam perjalanan,
Hingga tak lama kemudian, tampak lah mobil hitam kilat yang masuk ke dalam parkiran tersebut,
Arga memarkir kan mobilnya tepat di depan mobil Nadia, yang baru lagi dia gunakan, jadi sudah pasti Arga tidak akan tahu jika itu adalah mobil milik teman Aira...
Saat ini Arta sudah turun dari mobil, dia langsung celingukan kesana kemari melihat keadaan dan situasi kondisi...
Terlihat aman dari hadir nya sang istri tercinta, hingga tak lama kemudian, terlihat Arga yang merogoh saku celana nya untuk mengambil handphone..
Dan detik kemudian handphone milik Aira bergetar tanpa suara,, membuat wanita itu langsung menatap ke arah sang penelfon...
"Dia menelfon ku Nad? "
Tanya Aira terkejut,
"Wah .... seperti nya suami mu ingin memastikan jika kau sedang memastikan jika kau sedang di rumah saat ini, "
"Iya... sungguh pintar akal manusia itu Nad"
Ucap Aira dengan bersedih sambil mengangkat telfon tersebut
"Hallo mas, ada apa? "
Tanya Aira menahan rasa kesal
"Sayang, apakah kau sudah tiba di rumah? ak hanya merindukan mu saja sayang, "
"Cih... untuk apa kau merindukan ku mas , aku juga sudah tidak mengharapkan mu lagi mas"
"Jangan bicara seperti itu sayang, mas sedang bekerja keras untuk keluarga kita saat ini, mas di kantor memiliki banyak pekerjaan, jadi butuh dukungan dari mu sayang"
"Aku tidak perduli kau berada di mana mas, yang jelas aku sudah tidak mau tahu lagi dengan diri mu, sekarang bekerja lah mas, jangan menelfon ku lagi"
Ucap Aira benar benar merasa sangat kesal, bisa bisa nya pria yang di anggap seorang dewa untuk nya malah berkhianat dan membohongi dirinya hingga berkali-kali
__ADS_1
Setelah telfon itu mati, Aira kembali menatap wajah Arga dari kejauhan , tampak dengan jelas jika pria itu langsung tersenyum ke arah handphone milik nya..
"Maaf ya sayang... jika lagi lagi aku harus berbohong, tapi... semua yang aku lakukan ini telah membuat diri ku merasa bahagia sayang, jadi aku tidak dapat menghentikan nya lagi"
Gumam Arga sambil berlalu dari tempat berdirinya,menuju ke arah lift untuk naik ke lantai atas
Aira yang menyaksikan hal tersebut pun langsung menangis dengan sangat kencang, suami nya benar benar jahat dan juga keji, bahkan dia rela menipu istri nya hingga berkali-kali..
"Hiks... hiks... sakit banget rasa nya Nad..., kenapa aku bisa menikah dengan pria se munafik dia, aku.. aku benar-benar sudah tidak sanggup Nad"
Ucap Aira meluapkan kesedihan nya, membuat Nadia langsung memeluk tubuh sahabat nya tersebut...
"Ai.. kamu harus kuat Ai, jangan nyerah dan rapuh, ingat masih ada kedua anak kamu yang membutuhkan mami nya, pria brengsek itu harus kamu buang jauh jauh Ai, setelah bukti kita dapat kan, maka kau harus mengurus surat perceraian secepatnya "
"Iya... Nad, aku akan berusaha, secepatnya aku bakal urus surat cerai Nad , aku gak sudi mempunyai suami jahat seperti dia, sakit banget di tipu setiap hari Nad"
Aira terus meluapkan kesedihan dan juga emosi di hati nya, sambil menunggu waktu yang tepat untuk menggebrak pria munafik tersebut..
Sedangkan di lantai atas Apartemen, tepat nya di unit bernomor 85, Arga baru saja di buka kan pintu kamar oleh sang kekasih hati...
Dan ketika melihat wanita muda tersebut yang sudah mengenakan lingerie seksi milik nya, Arga langsung terdiam membisu..
Dan hal itu benar benar telah berhasil, bagaikan anjing di beri tulang, itu lah yang Arga lakukan saat ini
Dia benar-benar tergoda dengan wanita yang menjadi kekasih nya tersebut
"Sayang.... apakah kau sengaja ingin menggoda ku? ini kan masih pagi sayang, kau benar-benar membuat ku gila Dara"
Ujar Arga langsung memeluk tubuh seksi tersebut, dan hal itu membuat Dara langsung membangkitkan gairah Arga,
Dia langsung meliak liukan tubuh nya tepat menempel di tubuh Arga agar pria itu bisa merasakan pergerakan dari Dara yang terlihat sangat lah menggoda..
"Aku memang sengaja ingin menggoda mu sayang, agar kau selalu mencintai ku selama nya"
"Tentu saja aku mencintaimu selalu Dara, kau adalah wanita yang bisa membuat ku candu Dara, sungguh aku sudah tidak tahan sekarang"
Ucap Arga dengan wajah memerah,dengan cepat pria tersebut mulai mengangkat tubuh Dara agar naik ke gendongan nya persis seperti anak koala..
__ADS_1
Dan Arga memberikan ciuman panas yang sudah lama dia rindukan, begitu juga dengan Dara, mereka saling membalas satu sama lain, membuat keadaan semakin panas tak terkendali
hingga detik kemudian, Arga mulai menuruni tubuh Dara dan dia membuka seluruh tubuh nya hingga polos tanpa busana,
Dara langsung di buat terpanah dengan kekasih nya tersebut, dan dia tersenyum miring saat menatap gairah cinta di mata Arga kekasih nya..
Kreeekkkkk.....
Baju haram yang di pakai oleh Dara sudah koyak tak berbentuk, dan Arga membuang nya secara asal hingga menampakkan dua gundukan tak berpenghalang oleh apa pun
Seperti nya Dara memang sudah mempersiapkan dirinya dengan sangat matang, agar Arga tidak bisa berpaling lagi dari dirinya
Dan Arga yang telah di ambang gelora api nafsu setan pun langsung menyerang Dara tanpa jeda sedikit pun,
Dia menikmati hamparan kenikmatan yang sangat menggoda tersebut
"Sayang... kau benar benar sudah membuat ku gila sayang"
"Kau juga sayang, ayo kita saling memuaskan, aku sangat rindu dengan permainan ganas mu itu"
Ucap Dara tersenyum bergairah hingga akhirnya pertempuran sengit mulai terjadi dengan sangat hot,
Arga dan Dara sudah di kuasai dengan nafsu setan yang menyesatkan, mereka saling bersahutan mengeluarkan suara des*h*n yang menggema di dalam ruangan tersebut, hingga tanpa sadar jika saat ini,
Pintu kamar milik Dara sudah terbuka dengan handphone yang berdiri tegak di pintu tersebut..
Nadia dan Aira sudah masuk kedalam apartemen milik nya, dengan menggunakan kode yang di berikan dari pengurus Apartemen,
Dan saat ini mereka berdua sudah berada di balik pintu kamar tersebut..
Aira benar-benar tidak mampu melihat kegilaan suami nya yang ternyata sangat lah buas, walau hati mencoba untuk kuat
Tapi kenyataan itu benar benar sangat menyakitkan, setelah hampir tiga puluh menit merekam kegiatan gila mereka, Nadia mulai menyudahi video tersebut, dan langsung menyimpan handphone milik nya ke dalam tas...
Dan dia mulai menatap ke arah Aira yang sudah berderai dengan air mata..
"Aira ini saat nya untuk kamu Aira"
__ADS_1
Ucap Nadia menberikan semangat