Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Dara melahirkan


__ADS_3

Malam telah datang menyapa begitu cepat, dan saat ini Aira masih betah duduk disamping ranjang suami nya...


Aira hanya menatap intens ke arah pria yang terlihat bertambah hitam dan juga sangar, seperti nya Gio telah melewati hari hari di panas yang sangat terik sehingga mengubah warna di kulit nya yang putih..


Aira tersenyum tipis saat mengingat perkataan Gio tempo hari saat di dalam telfon, dia sempat mengatakan jika setelah mereka bertemu nanti maka, suami nya tersebut tidak akan pernah melepaskan Aira lagi..


Karena dia ingin segera membuat Aira menjadi hamil dan mengandung seorang malaikat kecil untuk nya..


Gio sudah sangat menginginkan menjadi seorang ayah yang sempurna, karena umur nya sudah menginjak kepala tiga ke atas, dan hal itu benar-benar membuat Gio harus bisa mengejar waktu dengan cepat...


"Mas... cepat lah sadar, apakah kau tidak ingin melakukan apa yang sudah kau rencana kan tempo hari, aku sudah sangat siap mengandung seorang anak untuk kamu mas..., jadi cepat lah sadar, suami ku sayang"


Gumam Aira sambil mencium kedua telapak tangan Gio...


Mama Sinta hanya menatap dari kursi yang sedang dia duduki saat ini, sungguh... hati Mama Sinta benar-benar merasa bahagia, karena Gio telah mendapat kan seorang istri yang sangat lah sempurna...


"Gio putra ku, ternyata pilihan mu tidak lah pernah salah, Aira adalah wanita yang sangat baik, kau sungguh beruntung telah mendapat kan dirinya nak"


Ucap mama Sinta dengan pelan sambil terus menatap ke arah menantu nya tersebut...


****


Lain hal nya di tempat lain, tepat di sebuah kamar kos yang Dara tempati saat ini, saat sedang ingin berbaring di atas ranjang mini milik nya, Tiba-tiba saja Dara merasakan kram perut yang teramat sakit...


Dara langsung menjerit dengan histeris sambil ******* ***** perut nya yang terlihat sangat membuncit..


"Akh.... ada apa dengan anak sialan ini, kenapa perut ku terasa sangat sakit"


Jerit Dara membahana di dalam kamar tersebut, hari ini tepat sembilan bulan lebih masa kehamilan Dara,


Dan tentu saja Dara tidak mengetahui nya, karena wanita itu tidak pernah melakukan pemeriksaan di bidan terdekat untuk kandungan nya tersebut


Dara terlalu malas dan tidak perduli dengan kehamilan nya saat ini, karena yang dia ingin kan hanya lah segera melahirkan anak di dalam perut nya dan segera memberikan nya kepada suami nya Arga..


Dara terus meremaa remas perut nya yang sudah sangat menyakitkan, dia menjerit sekuat tenaga sehingga para tetangga yang ada disamping kamar nya mulai berdatangan mengetuk pintu kamar tersebut...


"Dara... ada apa! kau kenapa berteriak seperti itu? apakah kau baik baik saja Dara? "

__ADS_1


Tanya seorang wanita yang sudah merasa khawatir..


"Iya.. tolong perut ku terasa sangat sakit, aku benar-benar sudah tidak bisa menahan nya lagi, aku mohon tolong aku, masuk lah, aku mohon"


Teriak Dara dengan sangat histeris, kini darah segar mulai keluar dari arah selangkangannya..


Seperti nya Dara telah mengalami kontraksi yang sangat hebat karena ulah nya sendiri...


Dengan cepat para tetangga kamar kos mulai mendobrak pintu kamar Dara..


Hingga detik kemudian pintu itu sudah terbuka dengan lebar,


Memperlihatkan seorang wanita yang sudah merintih kesakitan..


"Tolong aku... seperti nya aku akan segera melahirkan"


Ucap Dara dengan merintih


"Ya Tuhan, ayo kita bawa Dara kerumah sakit, seperti nya dia sudah mau melahirkan , lihat lah Darah mulai mengalir dari selangkangannya"


Ucap salah seorang wanita yang melihat prihatin ke arah Dara...


Mereka membawa Dara menggunakan salah satu mobil milik tetangga nya,


Dara terus menjerit dengan sangat hebat, rasa nya tubuh nya bagaikan di patahkan dengan secara bersamaan, ingin sekali Dara menumbuk anak yang ada di dalam perut nya tersebut, agar tidak menyebabkan rasa sakit kembali..


"Akhhh.... aku sungguh tidak kuat, aku ingin anak ini mati saja, aku tidak kuat menahannya"


Teriak Dara, sambil berusaha ******* ***** perut nya kembali, dengan cepat para wanita yang ada di dalam mobil langsung memegang kedua tangan Dara..


Mereka tidak akan membiarkan Dara melakukan hal bodoh yang dapat membahayakan sang jabang bayi


"Tenang Dara, kau tidak boleh seperti ini, anak mu bisa mati jika kau terus menyiksa nya"


"Biarkan saja dia mati, aku tidak sudi memiliki anak ini, karena dia aku mengalami rasa sakit yang teramat sangat, aku sungguh tidak tahan lagi"


"Dara... ingat lah, jika anak ini mati di dalam perut mu, maka ada kemungkinan kau juga akan mati, karena kau masih berada dalam satu nyawa dengan dia, bersabarlah sebentar lagi kita tiba di rumah sakit"

__ADS_1


Ucap wanita itu mencoba menenangkan Dara..


Dara langsung terdiam mendengar perkataan tersebut, tidak... dia tidak ingin mati dengan cepat, karena masih banyak cita cita yang belum tercapai...


Dara berusaha keras menahan rasa sakit di dalam perut nya,di iringi dengan kata umpatan yang kasar keluar dari mulut nya...


Hingga hampir setengah jam kemudian, kini mereka telah tiba di perkarangan rumah sakit..


Dengan cepat Dara mendapatkan pertolongan dari dokter yang langsung menangani nya..


"Ibu Dara, dimana keluarga anda? "


Tanya Dokter tersebut setelah memeriksa keadaan Dara..


"Saya tidak mempunyai keluarga Dokter, saya anak yatim piatu, sedangkan suami saya sedang berada di negara yang jauh"


"Lalu bagaimana dengan tindakan yang harus kami ambil, secepatnya ibu harus segera di operasi"


"Lakukan saja Dokter, saya memiliki uang yang cukup, jadi saya mohon lakukan operasi secepatnya, agar rasa sakit ini bisa hilang, saya mohon dokter"


"Baiklah.. jika begitu, kami akan mempersiapkan ruangan nya dengan segera"


Jawab dokter tersebut, Dara terus menjerit kesakitan, dia tidak bisa melakukan lahiran secara normal karena sudah mengalami pendarahan serta pecah ketuban...


Di tambah lagi dengan remasan yang Dara berikan di perut nya, tentu saja hal itu membuat kondisi perut nya menjadi sakit tidak karuan..


Hingga beberapa menit kemudian, kini Dara sudah di masukkan kedalam ruangan operasi, tidak ada yang menunggu nya, karena para tetangga yang mengantarkan Dara sudah pulang ke kosan mereka masing-masing...


Dara hanya sendirian menjalani persalinan nya, bahkan ibu kandung nya pun tidak pernah Dara hubungi, bagaimana mungkin kini ibu Ningsih mengetahui jika Dara sudah hamil dan akan segera melahirkan...


Obat bius kini sudah menjalar di bagian bawah tubuh wanita tersebut, dan dokter bersama tim nya mulai bekerja dengan baik untuk mengeluarkan sangat jabang bayi yang ada di dalam perut Dara..


Hingga hampir setengah jam kemudian, kini terdengar suara tangisan dari bayi tersebut, Anak Dara telah lahir kedunia dengan keadaan yang selamat...


Setelah membungkus tubuh sang bayi, kini dokter tersebut mulai berjalan mendekati Dara, dan dia memperlihatkan sang bayi yang tampak sedikit mempunyai kelainan di tubuh nya..


"Dokter.... ada apa dengan anak itu,? kenapa tangan dan kaki nya terlihat kecil sebelah? " tidak ... anak ku tidak mungkin cacat Dokter "

__ADS_1


Jerit Dara dengan histeris...


__ADS_2