
Tidak terasa hari pernikahan yang di tunggu tunggu oleh semua orang telah berlangsung dengan sangat meriah..
Tepat pukul sembilan tadi pagi, Gio dan Aira telah resmi menjadi pasangan suami istri...
Dan kali ini acara resepsi di lakukan di rumah keluarga Aira, banyak tamu yang hadir, dari kalangan pengusaha, para pejabat negara, anggota kepolisian dan juga para tentara, mereka berbondong bondong untuk menghadiri undangan pernikahan dari seorang pensiunan jendral tersebut...
Dahulu saat menikah dengan Arga, pihak keluarga Arga tidak mau jika di adakan nya sebuah resepsi pernikahan, jadi ayah Bimo terpaksa menuruti kemauan dari pihak menantu nya tersebut karena Aira telah menerima Arga dengan apa adanya..
Jadi ketika ayah Bimo mengadakan resepsi pernikahan untuk putri satu satu nya seperti saat ini, tentu saja banyak tamu yang datang menyambut kebahagiaan itu, terutama para warga yang tinggal di wilayah kampung tersebut...
Mereka berbondong bondong pergi ke acara pernikahan Aira dan Gio yang telah di buka secara umum...
Dan tanpa sengaja tingkah laku ibu ibu sekitar kampung yang tampak berjalan bersama sama dengan pakaian semewah mungkin itu pun membuat seorang wanita yang tak lain adalah Dara merasa sangat penasaran..
Dengan gaya sok kenal dia langsung mencegat ibu ibu yang sedang melewati dirinya..
"Tunggu... kalau boleh tahu, ibu ibu semua mau pada kemana ya? kenapa kalian berpenampilan sangat mewah seperti ini? "
Tanya Dara kepada salah satu ibu tersebut...
"Kami mau menghadiri pernikahan anak bapak Bimo, salah satu konglomerat di kampung kita ini, kamu kan masih baru tinggal disini,,jadi mana kenal sama keluarga pak Bimo itu"
"Benarkah...! memang nya pak Bimo itu kaya banget ya buk, kira kira umur nya sudah berapa?"
Tanya Dara bertambah penasaran..
"Kok kamu tanyak umur sih, pak Bimo itu baru umur sekitar 60 tahun gitu, memang nya kenapa? kamu jangan gatel ya ingat perut kamu itu, sudah belendung seperti itu"
"Hahaa.... mana mungkin saya gatel sama bapak bapak tua bangka seperti pak Bimo, lagian suami saya itu orang kaya ibu ibu, dia sedang pergi ke Arab, saya itu hanya sementara saja tinggal disini"
"Yah.. itu sih terserah kamu ya, kami juga gak suka ikut campur, ya sudah kami pergi dulu ya, bay"
Ucap Ibu ibu tersebut langsung pergi meninggalkan Dara yang sedang berbelanja roti di warung dekat kamar kos nya...
Dara telah memilih tempat persembunyian, tepat nya di kampung perumahan orang tua Aira..
__ADS_1
Dan dia benar-benar tidak mengetahui, jika Aira juga tinggal di daerah tersebut...
Niat jahat mulai merasuki hati Dara, Tiba-tiba saja dia menjadi sangat penasaran dengan pria tua bernama bapak Bimo tersebut..
Yang terkenal dengan sebutan konglomerat di kampung itu, Dara tiba-tiba langsung berlari ke arah kamar nya, untuk mengubah penampilan agar layak menghadiri acara resepsi putri bapak Bimo...
Setelah hampir setengah jam mengikuti jejak kaki para warga yang hadir di pernikahan tersebut, kini langkah Dara sudah tiba di dalam perkarangan acara...
Dara di buat terpaku saat menatap foto besar yang terpampang di depan mata nya...
Bagaimana mungkin, anak pak Bimo sang konglomerat yang ibu itu katakan adalah wanita yang telah dia rusak rumah tangga nya..
Aira tampak sangat cantik, bagaikan seorang putri raja yang duduk dengan di dampingi oleh seorang pria tampan yang sangat berwibawa, mereka mengunakan baju yang sangat kompak serta sangat serasi, membuat hati seorang Dara merasa terbakar dan juga cemburu..
Apa benar yang di ucapkan suami nya Arga, tempo dulu, yang mengatakan jika Aira adalah wanita pembawa keberuntungan, karena benar jika wanita itu bukan lah anak dari keluarga sembarangan,
Kedua orang tua nya, adalah salah satu orang yang di segani di negara tersebut, sedangkan ibu nya juga adalah seorang aktivis wanita yang selalu di sanjung oleh banyak orang..
Satu kata yang Dara ucapkan di dalam hati nya,
Tapi satu hal juga yang membuat Dara menjadi sangat percaya diri, karena Arga telah memilih dirinya di banding kan wanita sesempurna Aira, itu artinya, sempurna bukan lah kata yang puas untuk setiap pria, tapi.. nafsu lah yang pria pilih dari setiap para wanita,
"Jangan bangga Aira, walaupun kau lebih cantik dan memiliki segalanya, tapi tetap saja aku adalah pemenang nya, karena aku bisa merebut suami mu serta mendapatkan harta milik nya, "
Gumam Dara berbicara sendiri, sambil menatap intens ke arah foto pria yang ada disamping Aira..
"Gio.. ya aku ingat nama nya, dia adalah Gio yang pernah aku temui di pengadilan agama beberapa bulan yang lalu, wah... ternyata dia sangat lah tampan sekarang, bagaimana jika aku mulai mendekati nya juga, tapi tidak sekarang, tunggu aku sampai melahirkan anak haram ini, aku yakin... kau juga akan berlutut di kaki ku mas Gio tampan"
Ucap Dara tersenyum menyeringai,
Setelah puas berbicara sendiri, kini wanita itu dengan nekad langsung melangkah kan kaki nya menuju ke tempat acara pernikahan..
Dara menikmati makanan yang tersaji, sambil menatap dari kejauhan ke romantisan seorang Gio untuk istri nya....
Aira kini sedang melakukan foto mesra bersama suami baru nya, Gio benar-benar memperlakukan Aira seperti sebuah berlian,
__ADS_1
"Mas... jangan terlalu mesra, aku malu tahu"
Bisik Aira di telinga Gio.. membuat Gio langsung mencium pipi Aira dengan sayang..
"Jangan malu sayang, aku yakin mereka semua pasti sedang iri melihat kita, aku sengaja memberitahu semua orang jika kau adalah istri ku Aira, kau adalah wanita milik ku"
"Hahaa.... semua juga udah tahu mas, kan hampir satu negara pada dateng ke acara pernikahan kita, "
"Itu bagus sayang, aku gak mau jika mereka menyangka kau masih lah istri dari Arga Sadewa, makan nya aku ingin memberi tahu kepada dunia jika Aira Gio Fernandez adalah istri sah dari Gio Fernandez"
"Terimakasih mas... kau benar-benar sangat menghargai ku"
Ucap Aira dengan tersenyum haru....
Gio langsung memeluk tubuh Aira dengan erat, membuat para tamu mulai bersorak dengan kegirangan...
Tapi tidak dengan salah satu wanita yang sedang menatap mereka dengan sangat intens..
Setelah menghabiskan makan nya hingga tandas tak tersisa, Dara langsung berdiri sambil menatap benci ke arah pengantin tersebut...
"Cih... menjijikkan, kau tidak pantas mendapat kan kebahagiaan Aira, akan ku rebut suami kaya mu itu, tunggu saja tanggal main nya"
Gumam Dara tersenyum menyeringai sambil melangkah pergi dari tempat resepsi tersebut..
Hingga sampai di depan pintu gerbang, Tiba-tiba saja ada seorang pria yang menabrak tubuh Dara...
"Kau... mau apa kau kemari hah? ".
Tanya pria itu dengan tatapan penuh kebencian,
Dara langsung berlari dengan sangat kencang, meninggal kan tempat tersebut sampai melupakan perut nya yang sudah membuncit...
" Akh..... hampir saja, sial kenapa aku bisa bertemu dengan mas Rio"
Ucap Dara yang mulai mengistirahatkan tubuh nya di samping rumah orang lain....
__ADS_1