
Setelah puas memberikan bogem mentah di bibir Arga, serta mengancam pria itu agar mau mengembalikan uang milik nya, setelah itu Rio langsung pergi meninggalkan mereka berdua..
Dara masih syok setelah mendengar teriakan dari pria tersebut, sedangkan Arga dia mulai meremas rambut nya dengan kuat, sambil memukul dinding Apartemen...
"Bangsat.... bajingan kau Rio, kenapa jadi seperti ini aku benar-benar tidak bisa berpikir saat ini"
Ucap Arga frustasi..
Dara hanya diam tidak berani bergerak, dia ingin menyentuh punggung Arga, tapi lagi lagi dia urungkan...
"Tidak.. aku tidak boleh hancur, perusahaan ku tidak boleh hancur, sekarang juga aku harus pergi ke kota C"
Setelah itu Arga langsung berbalik dan menatap ke arah Dara dengan tatapan tajam
"Ayo , kemasi barang barang mu, kita kembali ke kota C"
Ajak Arga membuat Dara merasa terkejut, dia tidak mau kembali lagi ke kota tersebut, apalagi ke kampung halamannya...
"Tidak mas... aku tidak mau kembali ke kota C, aku disini saja mas"
"Kenapa...! bukan kah disana masih ada ibu mu? apakah kau tidak mau menemui nya Dara? "
"Enggak aku gak mau bertemu dengan dia mas, pokoknya aku gak mau"
Jawab Dara langsung masuk ke dalam apartemen nya kembali..
Arga mengikuti langkah Dara, sungguh dia sangat kesal dengan wanita muda ini, kenapa dia sangat pembangkang, tidak seperti Aira yang selalu menurut dengan dirinya..
"Jadi kau melawan perintah ku Dara? apakah kau tidak mau menuruti ucapan ku? "
"Aku tidak mau mas, jika kau memaksa juga, maka aku akan pergi dari apartemen ini mas"
Ancam Dara membuat Arga langsung terdiam..
Tidak,... jangan sampai Dara pergi meninggalkan dirinya, sedangkan dia sudah hancur karena memilih wanita tersebut..
__ADS_1
Arga langsung meraup wajah nya dengan kasar, seperti nya dia harus segera mencari orang yang bisa di percaya untuk menggantikan pekerjaan Rio
"Akh....... kenapa kau sangat keras kepala sekali Dara, baiklah... kita tidak akan pergi ke kota C, kau tetap di apartemen, karena aku akan menyelesaikan pekerjaan ku"
"Mas... tapi ini sudah mulai petang, kenapa tidak besok saja.., malam ini, habis kan waktu bersama ku mas, biarkan saja pekerjaan mu, bukan kah kau masih memiliki banyak harta"
Ucap Dara mulai merayu Arga membuat Arga menjadi menghentikan langkah nya..
"Tapi Dara... aku takut jika perusahaan ku akan bangkrut, apakah kau tahu jika aku sudah banyak menggunakan uang proyek untuk dirimu Dara, dan aku harus segera mengganti nya"
"Kenapa harus di ganti mas..., tidak kau ganti pun aku yakin orang luar negeri itu tidak akan mengetahui nya, lebih baik uang nya untuk kita saja mas Arga, aku ingin kita segera menikah"
Ajak Dara dengan mata penuh keyakinan, membuat Arga menjadi terpengaruh..
"Apakah benar yang kau ucapkan itu Dara, lalu bagaimana jika mereka menuntut ku Dara? "
"Kita bisa pergi melarikan diri mas, oya bukan kah proyek yang mas Arga pegang masih banyak lagi, bagaimana jika mas Arga menggunakan uang proyek itu juga agar harta kita bisa terkumpul dengan banyak"
"Kau benar Dara, aku memang berencana untuk melakukan nya tapi aku belum menjalankan rencana tersebut"
"Jika begitu, lakukan secepatnya mas, ambil uang sebanyak banyak nya yang ada di bank, dan berikan data yang akurat agar pihak bank tidak mencurigai mu mas"
"Itu lah perbedaan aku dan mbak Aira mas, maka dari itu sekarang kau harus bisa melupakan dia mas, kita fokus untuk pernikahan kita dan hidup kita yang menjadi kaya raya"
Ajak Dara mulai meracuni pikiran Arga, dan tentu saja hal itu langsung Arga turuti, karena mereka memiliki kejelekan yang sama...
Setelah menemukan solusi yang terbaik, Dara mulai mengambil kotak p3k untuk mengobati luka di sudut bibir Arga,
Wanita itu sungguh merasa bahagia, karena kini Arga sudah mulai tunduk di bawah kaki nya...
"Bagus mas, aku akan berusaha untuk membuat mu menjadi suami ku, entah mengapa aku merasa takut saat ini, aku rasa aku telah hamil karena telat datang bulan, dan aku tidak mengetahui jika janin ini adalah anak mu atau bukan, semoga saja kau tidak akan mencurigai ku mas,"
Gumam Dara di dalam hati nya...
****
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain, tepat nya di ruang kerja milik Gio, saat ini pria tampan itu sedang membuat rencana yang sangat matang untuk mengumpulkan kebusukan Arga
..
Pria licik itu tidak mengetahui, jika pemilik bank Central adalah Gio Fernandez, karena Arga tidak pernah mengetahui kepanjangan nama dari diri nya..
Dan kali ini Gio akan menjebak pria itu dengan kebusukan yang sedang dia lakukan, Bank Central akan tetap mengeluarkan uang yang di minta oleh Arga sebagai modal pembangunan proyek yang di percayakan oleh Klien nya,
Tapi di balik itu semua, Gio sudah menyiapkan bukti penipuan yang Arga lakukan, Gio yakin Jika Arga akan memberikan data data kebohongan agar uang proyek bisa keluar dengan mudah, dan ketika Arga telah berada di atas awan saat itu lah Gio akan menjatuhkan pria itu hingga sejatuh jatuh nya...
"Siapkan diri mu Arga, kau sendiri yang telah menggali lubang mu, dan aku hanya membantu untuk mengubur kan mu saja Arga"
Kata Gio tersenyum menyeringai...
Tak lama kemudian, terdengar suara handphone milik nya yang berdering, Gio langsung mengangkat panggilan tersebut dengan tersenyum bahagia...
"Hallo"
Jawab Gio dengan jantung berdebar
"Hallo kak, maaf ya jika malam begini aku sudah mengganggu kakak, tapi aku hanya ingin mengatakan, jika besok seperti nya kakak tidak perlu menjemput ku, karena aku berencana akan membawa mobil sendiri, sambil mengantarkan kedua anak ku kesekolah"
Ucap Aira dengan nada tidak enak, membuat Gio yang berada di sana langsung memasang wajah kecewa..
Dia berusaha memutar otak agar bisa tetap pergi bersama wanita pujaan nya tersebut..
"Aira, besok aku akan tetap menjemput mu, dan aku juga akan mengantarkan Laura serta Jason kesekolah mereka, jangan menolak nya Aira, karena ini adalah salah satu keinginan dari Jason"
"Apa... benarkah seperti itu kak? kenapa Jason tidak mengatakan nya kepada ku? "
"Iya... dia mengatakan nya tadi siang saat aku sedang berbincang dengan nya Aira, sekarang kau tidur lah, aku masih banyak pekerjaan"
Ucap Gio langsung mematikan handphone milik nya..
Jujur jantung Gio langsung berdebar dengan sangat kencang, seperti nya ini adalah kali pertama Gio melakukan kebohongan...
__ADS_1
"Ya.. berbohong untuk kebaikan seperti nya tidak masalah, yang terpenting aku bisa selalu dekat dengan Aira"
Ucap nya berbicara sendiri...