Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Kebencian Jason


__ADS_3

Kini Arga sudah tiba di dalam rumah Dara, wanita itu sangat merasa senang karena akan di ajak pergi berjalan jalan


Dan kini Dara sudah siap dengan penampilan nya, layak nya gadis kampung, Dara hanya memakai rok mengembang sebatas betis dan juga baju kaos biasa, serta rambut yang di gerai biasa juga..


Arga yang melihat penampilan dari kekasih nya itu pun, merasa tidak puas, Dara terlihat cantik alami tapi kurang modis dan juga kurang polesan,


Seperti nya hari ini Arga akan mengajak Dara untuk menuju ke kota C agar wanita muda itu bisa berbelanja sepuas nya..


Ibu Ningsih yang melihat kedatangan pria tampan itu pun mulai memasang wajah tidak ramah, sangat ingin dirinya menanyakan status Arga yang sebenarnya,


Tapi Dara melarang keras ibu nya tersebut, karena Dara memang tidak mau tahu soal status pria yang sudah menjadi kekasih nya saat inj


"Buk.... saya permisi untuk mengajak Dara keluar ke kota ya"


Ucap Arga meminta izin kepada ibu Ningsih,


"Iya.., hati hati, tolong jaga anak saya dengan baik, jangan kamu sakiti hati nya Arga"


Jawab Ibu Ningsih sedikit keras, membuat Dara menjerit kesal


"Ibu... kenapa ibu berkata seperti itu untuk mas Arga, ayo mas kita pergi sekarang juga"


Ajak Dara memegang tangan Arga, setelah itu mereka berdua mulai berjalan menuju ke arah mobil milik Arga


Terlihat canda tawa yang terus terdengar di kuping ibu Ningsih, dari kejauhan ibu tua itu, menatap kepergian putri nya tersebut..


"Dara...! semoga kamu tidak salah jalan nak, ibu berdoa agar status Arga adalah seorang lajang ataupun duda, karena jika dia adalah suami dari seorang wanita dan ayah dari anak anak nya, maka kau akan menjadi wanita terjahat di muka bumi ini Dara, kau akan di cela oleh semua orang karena kau sudah menjadi perusak rumah tangga wanita lain Dara, "


Gumam ibu Ningsih di dalam hati


Sedangkan di sisi lain kini Arga sudah menjalankan mobil nya keluar dari perkampungan tersebut,


Hari ini Arga akan memberikan kebahagiaan untuk Dara dengan membelikan barang barang mewah yang belum wanita itu miliki..


Sedangkan di balik saku celana Arga, sedari tadi handphone milik nya terus saja bergetar tanpa suara...


Arga yakin itu adalah telfon dari istri nya Aira yang sudah berjanji akan melakukan video Call bersama anak anak mereka..


Lagi lagi Arga melupakan janji tersebut, kini dia mulai gelisah karena tidak bisa mengangkat telfon itu


"Mas kenapa..! Wajah mas jadi tegang gitu? "

__ADS_1


Tanya Dara penasaran.


"Oh.. mas gak papa kok, cuma ada telfon dari klien penting, oya kita parkir sebentar ya, mas mau angkat telfon sebentar saja"


"Okey mas, aku tunggu di sini aja ya mas"


"Iya sayang"


Jawab Arga sambil menghentikan mobilnya, setelah itu dia langsung keluar dan menjauh untuk mengangkat panggilan tersebut..


Sedangkan di kota A, saat ini Aira merasa sangat bersyukur karena setelah berusaha menelfon akhirnya suami nya mengangkat telfon tersebut..


"Hallo sayang"


Sapa Arga di dalam telfon


"Hallo juga mas, mas kamu kok lama banget angkat nya, aku sudah berulang kali menelfon lo"


"Iya.. maaf ya sayang,. aku. sedangkan menyetir tadi,"


"Loh memang nya kamu mau kemana mas, apakah mas mau pulang kerumah, dan kasih kejutan untuk anak anak"


"Eh.. tidak sayang, mas bukan mau pulang, tapi aku mau pergi ke bank untuk menarik uang proyek, anak anak mana Aira, aku gak bisa lama soal nya ni"


"Jangan Aira,. mas gak bisa video call, soal nya lagi ngantri di bank, cepat berikan telfon nya kepada mereka"


"Iya... "


Jawab Aira tak semangat, setelah itu dia langsung memberikan handphone nya ke tangan Laura..


Laura langsung memasang wajah sedih, entah mengapa dia merasa jika papi nya sudah tidak menyayangi nya lagi..


"Hallo Laura anak papi"


Sapa Arga di dalam telfon,


Laura langsung menangis terisak, membuat hati Aira merasa sangat perih dan sakit..


"Papi... papi kenapa tidak pulang pulang juga, apakah papi tidak merindukan Laura dan kak Jason? "


"Laura sayang, papi sedang bekerja di sini, papi janji minggu depan papi akan pulang kerumah ya, nanti kita akan jalan jalan ke mall lagi"

__ADS_1


"Enggak papi pasti bohong lagi, hari ini aja papi gak mau temeni Laura main ke kolam renang"


"Eh... iya, papi belum sempat sayang, kamu pergi sama mami dulu ya, oya kasih handphone nya sama kak Jason Laura, papi mau bicara sama kakak kamu"


Dengan cepat Laura langsung memberikan handphone yang dia pegang ke tangan Jason, dan Jason langsung menyapa papi nya tersebut


"Hallo pi"


"Jason, kau temani adik mu main ya, papi belum bisa pulang untuk minggu ini, Jason kau adalah anak laki-laki, jadi kau harus bisa menjaga adik dan juga mami mu, ganti kan papi di saat papi tidak ada Jason"


Ucap Arga memberikan perintah kepada Jason, membuat anak kecil itu semakin menjadi dewasa,


"Baik pi, papi tidak usah khawatir dengan keadaan mami dan juga adik, Jason akan menjaga mereka dengan baik"


Jawab Jason tegas, membuat Arga tersenyum senang di balik telfon tersebut, tanpa dia tahu, jika hati dari putra nya saat ini sudah mengeras dan penuh kebencian untuk papi nya, karena menurut Jason papi nya sudah banyak berubah semenjak perusahaan Arga melejit naik...


Jangan kan untuk berkumpul bersama keluarga, pria itu bahkan sangat jarang mengajak Jason berbicara, hanya kata kata perintah lah yang selalu Arga ucap kan untuk putra nya tersebut, karena Arga ingin menjadikan anak nya anak yang mandiri dan juga bertanggung jawab..


Setelah selesai menelfon, Jason langsung memberikan handphone itu ketangan mami nya,


Aira mencoba menenangkan Laura yang kembali bersedih, dan Jason juga ikut menenangkan adik nya tersebut..


"Mami... papi udah gak sayang sama kita, Laura benci sama papi Mami"


Ujar Laura menangis,


"Laura kamu gak boleh ngomong seperti itu nak, papi mu lagi bekerja untuk kita, sekarang kita siap siap untuk pergi ke kolam, sebentar lagi tante Nadia akan menjemput kita"


Ucap Aira mencoba merayu Laura, sedangkan Jason hanya diam memperhatikan kesedihan dari wajah mami dan juga adiknya..


Hingga tak lama kemudian, Nadia sudah tiba dengan membawa mobil milik nya..


"Laura, tante udah sampai ne, ayo kita liburan ke kolam"


Ajak Nadia melangkah masuk kerumah tersebut, begitu masuk kedalam Nadia merasa terkejut saat menatap wajah Laura yang tampak bersedih


Dia pun mulai menatap Aira dengan wajah penuh pertanyaan


"Nanti aku ceritakan, sekarang ayo kita pergi"


Ucap Aira kepada Nadia, setelah itu mereka mulai membawa tas dan juga balon bulat untuk pergi ke kolam renang..

__ADS_1


Membuat Laura bisa tersenyum kembali..


__ADS_2