Ketika Suami Ku Mendua

Ketika Suami Ku Mendua
Hubungan yang masih berjalan


__ADS_3

Jantung Arga langsung berdetak dengan sangat cepat, saat menatap siapa wanita yang sedang berdiri tepat di depan mereka semua


Bukan hanya Aira dan juga Rio yang merasa heran dengan kehadiran wanita muda tersebut, tapi... para pekerja proyek pun yang belum mengenal wanita itu menatap dengan tatapan bingung..


Bukan kah selama ini bos mereka tidak mengenal siapa pun penduduk di daerah tersebut,


Tapi kenapa tiba-tiba ada yang datang ke barak dengan membawa serakit rantang di tangan nya, sambil memanggil nama bos mereka..


Aira yang mendengar jika wanita muda itu memanggil nama suami nya pun langsung bangkit dari duduk dan berjalan ke arah wanita itu


"Kau siapa? kenapa kau bisa mengenal nama suami ku? "


Tanya Aira dengan tatapan tajam, dia meneliti penampilan wanita muda itu.


Dari atas sampai bawah, terlihat lumayan cantik, hanya saja tampak gadis kampung nya,


Dara langsung tersenyum ramah menyambut pertanyaan dari wanita yang ada didepan nya saat ini.


"Selamat pagi mbak... perkenalkan nama saya Dara, anak dari ibu Ningsih... "


Deghh.....


Bukan hanya jantung Arga saja yang berdetak kencang , tapi Aira juga ikut merasakan debaran tersebut saat mengetahui siapa wanita muda yang ada di depan nya saat ini...


Aira masih ingat dengan ucapan Rio tempo hari, yang mengatakan jika suami nya pernah menolong seorang ibu tua yang memiliki seorang putri wanita muda...


"Siapa ibu Ningsih itu? dan apa hubungannya dengan suami saya? "


Tanya Aira dengan wajah penasaran..


Membuat Arga mulai tercekak tidak bisa menelan makanan yang sedang dia kunyah, tadi nya Arga bersikap untuk tetap tenang, tapi setelah istri nya Aira mulai memberikan pertanyaan mematikan, sungguh... Arga benar-benar takut jika Dara akan membongkar hubungan gelap mereka berdua


Arga mencoba mengintip wajah Dara yang berdiri menghadap ke arah diri nya,


Dia berusaha memberikan isyarat agar wanita itu mau pergi sekarang juga


"Emmm... begini mbak, sebenarnya kami itu tidak mempunyai hubungan apa apa dengan tuan Arga, tapi... tuan Arga sudah melakukan kebaikan kepada keluarga kami karena dia sudah mau menolong ibu saya, saat ibu saya terjatuh dan mengalami luka yang cukup parah, dan karena tuan Arga lah maka ibu saya bisa di selamat kan nyawa nya, jadi... sebagai rasa terimakasih saya, saya ingin memberikan makanan ini kepada tuan Arga mbak.., "


Jelas Dara dengan wajah meyakinkan, sambil menyodorkan satu rakit rantang yang dia bawa


Aira masih menatap tajam ke arah wajah Dara, entah mengapa filing nya sebagai seorang wanita yang sudah berpengalaman mengatakan jika Dara memiliki senyuman yang penuh arti...


"Maaf, bukan nya saya tidak mau menerima, tapi sangat kebetulan sekali karena kami baru saja selesai sarapan pagi"

__ADS_1


"Benarkah mbak...! oh... seperti nya saya telat datang kesini nya ya mbak , tapi makanan ini baru saja saya masak, jadi masih bisa untuk makan di waktu siang hari"


"Baiklah... akan saya Terima"


Jawab Aira mengambil rantang tersebut, setelah nya dia mulai menatap Pandi agar menyalin isi rantang di dalam nya..


"Pandi... tolong salin makanan ini ke dapur, agar tempat nya bisa di bawa kembali oleh wanita ini"


"Eh... jangan terburu buru mbak.., besok biar saya kembali kesini lagi"


"Apakah tidak akan merepotkan kamu nanti nya? "


"Tentu saja tidak Mbak"


Jawab Dara tersenyum manis, dengan niat yang sudah tidak baik..


"Oh.. yasudah jika begitu, "


Jawab Aira sambil berbalik badan, Dara hanya diam seperti patung, sambil menatap ke arah Arga dengan tersenyum manis,


Sedangkan Arga, dia mulai menundukkan kepala nya karena Aira mulai berjalan sambil melihat ke arah suami nya..


"Mas..,. kamu kenapa? kok menunduk gitu? kamu kenal ya mas sama wanita itu? kenapa juga dia tidak pulang setelah memberikan rantang ini, apakah dia berharap bisa berbicara sama kamu? "


Seperti nya ini kesempatan bagus, untuk berbicara dengan Dara, karena para pekerja mulai bubar menuju ke proyek..


"Ga... aku rasa wanita muda itu beneran naksir sama kamu, lihat aja dia sampai mau datang kemari buat anteri makanan, apakah kau tidak mengatakan kepada dia jika kau sudah mempunyai seorang istri? "


Tanya Rio membuat Arga langsung membulat kan mata nya, Rio sengaja ingin membuat Arga menjadi mati kutu di depan istri nya, dengan begitu Arga tidak akan berani bersikap macam macam..


"Bro... jangan asal ngomong kamu, mana mungkin wanita kampungan itu suka sama aku, aku kan sudah punya istri, sayang.. biarkan aku menemui nya sebentar, agar dia mau pergi dari disini, "


Ucap Arga menatap Aira,


"Ya sudah, jangan lama mas, aku mau ganti baju terus kita langsung pulang ke kota A"


Jawab Aira berlalu pergi masuk ke dalam kamar suami nya,


Tinggal lah Rio yang masih duduk menatap Arga dengan tatapan mengancam..


"Usir dia Arga, atau kau akan menyesal seumur hidup mu"


Kata Rio langsung pergi meninggalkan teman nya tersebut untuk menuju ke proyek..

__ADS_1


Dara yang melihat situasi sudah sunyi pun langsung tersenyum menatap pria yang sedang berjalan ke arah dirinya.


Hingga tak lama kemudian, Arga langsung menyeret tubuh Dara menuju keluar dari pekarangan barak tersebut,


Dan tepat di bawah pohon besar, Arga memberhentikan langkah nya dan mencengkram tangan Dara dengan erat..


"Mas.. sakit, apa yang kamu lakukan? "


Tanya Dara meringis


"Apa yang kau lakukan Dara, kenapa kau berani sekali datang ke barak ku, apakah kau mau cari mati Dara"


Ucap Arga dengan tatapan kesal..


"Cari mati kenapa mas.. bukan nya kau tidak pernah memberitahu ku jika kau adalah pria yang sudah beristri, mana aku tahu jika ada istri mu di tempat itu mas"


"Dara, kau sendiri yang mengatakan jika tidak perlu tahu tentang status ku, jadi bukan salah ku jika aku tidak mengatakan nya"


"Iya... tapi kenapa dia bisa datang kesini, bukan kah selama kau berada di kota ini, kau adalah milik ku mas, kenapa dia bisa datang dengan tiba-tiba? "


"Aku juga tidak tahu Dara, aku juga terkejut saat mengetahui dia datang ke kamar ku, sekarang tolong jangan berbuat yang macam macam Dara, aku tidak mau jika istri ku sampai tahu kalau aku sudah berselingkuh di belakang nya"


"Lalu.. bagaimana dengan ku mas..! apakah kau tega meninggalkan aku begitu saja, ? "


Tanya Dara dengan meneteskan air mata, membuat Arga menjadi bingung


"Sayang... aku tidak akan meninggalkan mu, tapi aku mohon berikan aku waktu, hari ini aku akan kembali ke kota A, dan aku akan sering kesini untuk melihat proyek dan juga bertemu diri mu, bagaimana? "


"Apa...! jadi kau akan pergi ke kota A, mas... kita baru saja menjalani hubungan ini, dan cinta aku sama kamu benar benar sangat besar dan tulus, bagaimana mungkin kau pulang ke kota A mas., apakah kau tidak memikirkan perasaan ku? "


Ucap Dara dengan menangis sedih membuat Arga langsung memeluk tubuh wanita tersebut.


"Dara.. aku janji tidak akan meninggalkan mu, aku akan menyusun rencana agar kau juga bisa tinggal di kota A"


"Benarkah mas..? " tanya Dara menatap nanar..


"Iya, sekarang kau jaga handphone yang aku berikan, untuk rencana selanjutnya aku akan menghubungi mu"


"Terimakasih mas Arga, aku merasa sangat senang sekarang"


Ucap Dara memeluk kembali tubuh Arga dengan erat, tanpa mereka berdua tahu jika dari kejauhan, sedari tadi sudah ada sepasang mata yang menyaksikan perselingkuhan mereka dan juga mem video kan mereka berdua yang sedang asik berpelukan,


Setelah itu Arga langsung menyuruh Dara agar menaikki motor nya kembali, dan Arga mulai berjalan meninggalkan pohon tersebut, jangan sampai Aira merasa curiga Karena dia pergi terlalu lama..

__ADS_1


__ADS_2